Posts Tagged ‘Jeffrey Wright’

the-hunger-games-catching-fire-header

Ketika The Hunger Games dirilis tahun lalu, dunia dengan sesegera mungkin membandingkannya dengan seri film The Twilight Saga. Tidak mengherankan memang. Selain karena kedua jalan ceritanya dipimpin oleh sosok karakter utama wanita yang begitu dominan, baik The Hunger Games dan seri film The Twilight Saga (2008 – 2012) juga melibatkan jalinan kisah cinta segitiga yang, tentu saja, tampil begitu menggiurkan bagi kalangan penonton young adult yang memang menjadi target penonton utama bagi kedua seri film ini. Meskipun begitu, The Hunger Games kemudian membuktikan kekuatannya ketika berhadapan dengan  faktor kritikal maupun komersial: The Hunger Games tidak hanya mampu menarik perhatian penonton dalam skala besar – total pendapatan sebesar lebih dari US$ 691 juta dari biaya produksi yang “hanya” mencapai US$78 juta – namun juga berhasil meraih pujian luas dari para kritikus film dunia, khususnya atas susunan cerita yang lebih kompleks dan menegangkan daripada The Twilight Saga serta penampilan Jennifer Lawrence yang begitu memikat.

(more…)

Broken-City-header

Broken City memulai kisahnya dengan sebuah proses peradilan yang dialami oleh seorang anggota New York Police Department, Billy Tagart (Mark Wahlberg), akibat tuduhan pembunuhan yang dilakukannya pada seorang tersangka kejahatan pemerkosaan serta pembunuhan. Berkat bantuan rekannya di kepolisian, Captain Carl Fairbanks (Jeffrey Wright), kasus Billy kemudian mendapatkan sokongan dari Walikota New York, Nicholas Hostetler (Russell Crowe), yang menganggap bahwa pembunuhan yang dilakukan oleh Billy terjadi karena pembelaan diri. Meski banyak pihak yang meragukan pernyataan tersebut, namun pengadilan akhirnya memutuskan untuk menghentikan proses hukum terhadap Billy serta menyatakannya sebagai pihak yang tidak bersalah.

(more…)

Didasarkan pada novel berjudul sama karya Jonathan Safran Foer yang dirilis perdana pada tahun 2005, Extremely Loud and Incredibly Close adalah sebuah sudut pandang lain dalam melihat tragedi 9/11 yang menimpa masyarakat Amerika Serikat. Extremely Loud and Incredibly Close tidak mengisahkan mengenai sekumpulan karakter yang terjebak dalam gedung World Trade Center yang kemudian luluh lantak ketika diserang sekumpulan teroris. Extremely Loud and Incredibly Close juga bukan sebuah kisah dari beberapa karakter yang berhasil meloloskan diri dan selamat dari tragedi tersebut. Extremely Loud and Incredibly Close lebih menitikberatkan jalan ceritanya pada bagaimana masyarakat Amerika Serikat, khususnya sang karakter utama, hidup dalam struktur sosial yang begitu berubah seusai terjadinya tragedi tersebut. Sebuah sudut pandang yang berbeda, cukup menjanjikan, namun di tangan Stephen Daldry – yang populer karena selalu berhasil menempatkan setiap film yang ia arahkan untuk meraih nominasi Best Picture di ajang Academy Awards – Extremely Loud and Incredibly Close justru terkesan hampa dengan jarak yang begitu terbentang antara penonton dengan kisah yang dihantarkan.

(more…)

Dalam drama Julius Caesar yang ditulis oleh William Shakespeare, seorang peramal mengingatkan akan datangnya sebuah bahaya terhadap kekuasaan dan keselamatan Julius Caesar dengan mengucapkan kalimat, “Beware of the ides of March.” Istilah the ides of March, yang arti awalnya merupakan sebuah sebutan bagi masa ketika penanggalan bulan Maret telah mencapai masa pertengahannya, kemudian memiliki pergeseran arti ketika Julius Caesar akhirnya menemui the ides of March tersebut: ia dikhianati dan dibunuh oleh sekelompok anggota senat yang dipimpin oleh Marcus Junius Brutus. The Ides of March, yang menandai kali keempat aktor pemenang Academy Awards, George Clooney, menyutradarai sebuah film layar lebar, bukanlah sebuah film yang mengadaptasi Julius Caesar. Namun, The Ides of March berbagi tema yang serupa dengan karya klasik Shakespeare tersebut: sebuah cerita yang berisi intrik politik hitam dimana deretan karakternya saling berkonspirasi, melakukan pengkhianatan dan berusaha untuk menjatuhkan satu sama lain.

(more…)

Ketika Captain Colter Stevens (Jake Gyllenhaal) terbangun dari tidurnya dalam sebuah perjalanan di kereta api, ia merasa bahwa dirinya tidak seperti dirinya yang biasa. Seorang wanita cantik yang duduk di hadapannya (Michelle Monaghan) terus menerus berbicara dengan dirinya seolah-olah telah mengenal dirinya dengan baik. Kenyataannya, sang wanita tersebut sama sekali tidak mengenal pria yang terus menerus ia panggil dengan sebutan Sean tersebut. Bahkan Captain Colter Stevens sendiri tidak mengenal siapa dirinya ketika ia melihat wajahnya di permukaan cermin. Wajar jika kemudian Colter merasa panik. Namun, ia tidak memiliki waktu yang lama untuk merasa panik. Beberapa menit kemudian, sebuah bom meledak, menewaskan dirinya, sang wanita tersebut serta seluruh penumpang yang sedang berada di atas kereta api tersebut.

(more…)

Ketika sutradara Oliver Stone mengumumkan rencananya untuk membuat sebuah film biografi mengenai Presiden Amerika Serikat ke-43, George Walker Bush, semua orang menjadi penasaran dengan film seperti apa yang akan dihasilkannya. Selain karena ingin tahu bagaimana sudut pandang Stone terhadap Bush, para penggemar dan kritikus film dunia juga sepertinya ingin melihat sesuatu yang ‘berani’ dari Stone, seperti yang sering ia perlihatkan di awal karirnya.

(more…)