Posts Tagged ‘Jay Baruchel’

Setelah Bel Ami, Robert Pattinson membintangi sebuah film lain yang sama-sama diadaptasi dari sebuah novel dan sama-sama memfokuskan jalan ceritanya pada tema seks, uang dan politik – walaupun kali ini, uang dan politik akan menjadi unsur cerita yang lebih dominan sekaligus memperumit alur pengisahan film. Cosmopolis, yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya Don DeLillo, juga menandai kali pertama sutradara David Cronenberg menyutradarai film yang naskah ceritanya juga ditulis oleh dirinya sendiri semenjak eXistenZ di tahun 1999 yang lalu – hal yang mungkin menjelaskan mengapa Cosmopolis dapat tampil begitu rumit, kompleks serta memusingkan namun secara perlahan juga mampu untuk tampil memikat dan penuh dengan refleksi terhadap kehidupan manusia modern di saat ini.

(more…)

Walaupun Goon merupakan sebuah film komedi yang mengisahkan mengenai seorang pemain olahraga hoki yang berusaha untuk membuktikan bahwa dirinya adalah sosok yang memiliki arti walau sering dianggap remeh oleh orang lain – seperti kebanyakan tema-tema film olahraga lainnya – Anda mungkin sebaiknya menjauhkan imej film seri The Mighty Ducks (1992 – 1997) dari jalan pemikiran Anda. Tidak seperti The Mighty Ducks – yang mungkin merupakan film bertema olahraga hoki paling populer di dunia – Goon adalah sebuah film yang berisikan begitu banyak guyonan kasar, adegan bernuansa kekerasan dan, tentu saja, jauh dari kesan sebagai sebuah film yang dapat disaksikan oleh seluruh keluarga. Pun begitu, pengarahan Michael Dowse (Take Me Home Tonight, 2011) serta naskah cerita yang ditulis oleh Jay Baruchel dan Evan Goldberg berhasil membuat Goon tampil begitu menarik untuk diikuti.

(more…)

Sukses besar dengan franchise National Treasure ternyata membuat Walt Disney Pictures kembali membentuk kerjasama dengan produser Jerry Bruckheimer dan sutradara Jon Turteltaub. Tak lupa turut membawa juga aktor Nicolas Cage untuk duduk di kursi pemeran utama, Walt Disney akhirnya memilih The Sorcerer’s Apprentice, yang merupakan sebuah adaptasi bebas dari salah satu segmen di film animasi buatan mereka, Fantasia (1940), untuk dapat dikembangkan sebagai sebuah franchise film baru di masa yang akan datang.

(more…)

Harus diakui, sebagai sebuah perusahaan yang pada awalnya menjadi saingan terberat Pixar dalam merebut pasar pecinta film-film animasi, DreamWorks Animation terasa sangat ketinggalan akhir-akhir ini. Memang, dari segi pendapatan, DreamWorks seringkali mengungguli hasil perolehan komersial film-film rilisan Pixar. Namun dari segi kualitas yang diberikan? Hanya seri pertama dan kedua dari Shrek yang mampu memberikannya.

(more…)