Posts Tagged ‘Jason Segel’

Disiarkan pertama kali sebagai sebuah serial televisi pada tahun 1976, The Muppet Show kemudian tumbuh menjadi sebuah acara keluarga yang mendapatkan begitu banyak penggemar berkat penulisan jalan cerita bernuansa komedi yang dinilai benar-benar cerdas sekaligus menghibur – dan ditambah dengan konsistensi untuk menghadirkan para bintang Hollywood ternama sebagai bintang tamu di setiap episodenya. Acara serial komedi musikal tersebut kemudian tumbuh dan berkembang menjadi salah satu franchise yang paling dikenal di dunia dan terus mampu mempertahankan kepopulerannya dengan perilisan film, serial televisi maupun album musik yang memanfaatkan nama The Muppets hingga saat ini. Setelah terakhir kali merilis Muppet from Space di tahun 1999, The Muppets hadir lagi untuk memuaskan kerinduan para penggemarnya dengan merilis sebuah film layar lebar yang diberi judul cukup sederhana, The Muppets.

(more…)

Jika pada Easy A (2010) Will Gluck merenovasi berbagai formula standar film drama remaja dengan sentuhan modern yang lebih dinamis sehingga mampu menghasilkan sajian yang sangat menghibur, maka lewat Friends with Benefits, Gluck hendak menerapkan eksperimen yang sama terhadap berbagai formula standar yang biasa Anda temui dalam sebuah film drama komedi romantis. Tentu kisah yang ditawarkan Gluck dalam Friends with Benefits sama sekali bukanlah sebuah kisah yang baru. Namun Gluck, dengan kemampuan yang cukup tajam dalam meramu adegan dan dialog cerdas serta jenaka dalam naskah cerita yang ia tuliskan, sekali lagi berhasil memanfaatkan berbagai formula penceritaan Hollywood yang sebenarnya sudah familiar dan usang untuk menghadirkan sebuah sajian yang mampu terasa begitu menyegarkan.

(more…)

Walau daftar filmografinya akhir-akhir ini diisi dengan judul-judul film semacam What Happens in Vegas (2008) dan The Green Hornet (2011), dunia telah mengenal Cameron Diaz sebagai seorang aktris yang mampu menghantarkan kemampuan komedinya dengan baik jika ia diberikan sebuah peran yang tepat. Dan Bad Teacher, yang menjadi film pertama Jake Kasdan setelah mengarahkan Walk Hard: The Dewey Cox Story di tahun 2007, adalah film yang cukup tepat bagi Diaz untuk mengeksplorasi bakat komedinya tersebut dengan berperan sebagai seorang guru yang jauh dari kata panutan dalam tindakan kesehariannya. Kemampuan Diz untuk menampilkan karakternya sebagai seorang karakter yang vulgar, membuat film yang sebenarnya memiliki premis tajam namun dieksekusi terlalu datar ini menjadi masih berhasil untuk tampil menghibur penontonnya.

(more…)

Di tahun 1726, penulis Jonathan Swift merilis sebuah novel berjudul Gulliver’s Travel, yang tidak hanya merupakan sebuah novel yang berisi banyak cerita dengan tingkat imajinasi yang tinggi, namun juga berisi banyak sindiran-sindiran sosial mengenai kehidupan masyarakat di kala itu. Novel itu kemudian meraih kesuksesan besar, tidak hanya berhasil memperoleh banyak pujian dari para kritikus sastra, namun juga digemari oleh banyak pembacanya. Tidak mengherankan jika kemudian novel ini banyak diadaptasi ke dalam bentuk serial radio, televisi maupun film.

(more…)

Universal Pictures, melalui Illumination Entertainment, akhirnya ikut serta dalam persaingan untuk perilisan film-film animasi Hollywood. Sedikit tertinggal dari rumah-rumah produksi lainnya, namun melalui Despicable Me — yang memanfaatkan dengan tepat penggunaan teknologi 3D seperti halnya How to Train Your Dragon beberapa waktu yang lalu — Universal Pictures sepertinya akan mampu membuktikan bahwa mereka berada di posisi yang tidak terlalu jauh dari para pesaingnya.

(more…)