Posts Tagged ‘James Marsden’

??????????

Dwight D. Eisenhower. John F. Kennedy. Lyndon B. Johnson. Richard Nixon. Gerald Ford. Jimmy Carter. Ronald Reagan. Tujuh nama presiden Amerika Serikat yang jelas telah dikenal luas oleh masyarakat dunia. Namun, apakah Anda pernah mengenal nama Cecil Gaines? Film terbaru arahan sutradara Lee Daniels (Precious: Based on the Novel “Push” by Sapphire, 2009) justru sama sekali tidak membahas salah satu ataupun keseluruhan tujuh nama presiden Amerika Serikat tersebut. Lewat Lee Daniels’ The Butler, Daniels mengajak penontonnya untuk mengenal sosok Cecil Gaines, seorang kepala pelayan White House berkulit hitam yang melayani ketujuh nama presiden Amerika Serikat tersebut sekaligus hubungannya dengan setiap presiden, berbagai intrik dalam kehidupan pribadinya sekaligus masa pergerakan sipil warga Afrika-Amerika yang terjadi di tahun-tahun tersebut.

(more…)

Terima kasih kepada kesuksesan Bridesmaids (2011), film-film komedi Hollywood kini tidak lagi ragu untuk menempatkan karakter wanitanya untuk melakukan hal-hal yang paling menjijikkan sekalipun. Pun begitu, Bachelorette bukanlah Bridesmaids – atau The Hangover (2009), seperti persepsi yang ingin dibentuk oleh tim pemasaran film ini. Tentu, ada beberapa momen dalam Bachelorette yang menampilkan deretan bahasa maupun adegan yang dapat digambarkan sebagai tampilan yang vulgar. Namun secara keseluruhan, tidak ada yang terlalu istimewa dalam Bachelorette ketika naskah cerita film ini lebih memilih untuk menghadirkan berbagai formula standar komedi Hollywood daripada berusaha untuk melanggarnya, seperti yang pernah dilakukan oleh Bridesmaids atau The Hangover.

(more…)

Bagi mereka penggemar film-film komedi yang berasal dari negeri Britania Raya tentu mengenal judul Death at at Funeral yang sempat dirilis dan sukses pada tahun 2007 lalu. Film tersebut berhasil merebut banyak perhatian para penikmat film dunia sekaligus para kritikus film yang kemudian juga membuahkan beberapa penghargaan bagi sutradaranya, Frank Oz. Tidak butuh waktu lama bagi Hollywood untuk kemudian melihat peluang emas dalam merilis film ini kembali dalam sebuah bentuk yang lebih sesuai untuk dipasarkan di daerah mereka.

(more…)

Richard Kelly mungkin adalah sebuah “kasus” khusus yang terjadi di Hollywood. Memulai debut penyutradaraan layar lebarnya lewat Donnie Darko, yang dirilis pada 2001, film tersebut diterima oleh kritikus sebagai sebuah debut yang memuaskan. Walau begitu, tetap saja film tersebut gagal mendapatkan perhatian publik, yang diperkirakan karena susahnya tema film yang ingin disampaikan oleh Kelly. Walau begitu, anehnya, secara perlahan, beberapa tahun kemudian, Donnie Darko mulai memperoleh banyak penggemar setia, dan digolongkan sebagai sebuah film cult. (more…)