Posts Tagged ‘James Franco’

homefront-header

Masih ingat dengan Carnage (2011)? Sebuah film drama yang dibintangi Kate Winslet, Christoph Waltz, Jodie Foster, John C. Reilly dan diarahkan oleh Roman Polanski yang menceritakan tentang dua pasangan orangtua yang saling beradu argumen satu sama lain akibat perkelahian putera mereka di sekolah? WellHomefront memiliki premis penceritaan yang hampir serupa. Hanya saja, daripada saling beradu argumen, para orangtua dari kedua anak yang berseteru di film ini lebih memilih untuk mencoba membunuh lawannya. Begitulah. Keberadaan nama Jason Statham jelas memastikan bahwa Anda akan dapat menyaksikan banyak adegan aksi penuh darah dalam jalan cerita film ini. Namun, lebih dari itu, naskah cerita Homefront dapat memberikan sebuah keseimbangan antara adegan-adegan aksi tersebut dengan penceritaan drama mengenai hubungan ayah dan anak yang membuat Homefront menjadi sebuah sajian yang begitu memikat.

(more…)

the-iceman-header

Diadaptasi dari buku berjudul The Iceman: The True Story of a Cold-Blooded Killer karya Anthony Bruno dan film dokumenter karya James Thebaut yang berjudul The Iceman Tapes: Conversations with a Killer, film arahan sutradara Ariel Vromen ini menceritakan kisah nyata mengenai seorang pembunuh bayaran asal Amerika Serikat, Richard Kuklinski. Meskipun ia hanya didakwa untuk lima kasus pembunuhan pada tahun 1988, Kuklinski sendiri mengaku bahwa ia telah membunuh sebanyak 100 hingga 250 orang sepanjang karirnya sebagai seorang pembunuh bayaran dari tahun 1948 hingga 1986. Yang lebih mengesankan, di saat yang bersamaan, Kuklinski juga mampu membangun sebuah keluarga yang bahagia dengan seorang istri dan dua orang puteri. Dua kehidupan yang saling bertolak belakang namun mampu berjalan beriringan. Hingga Kuklinski berhasil diringkus oleh pihak kepolisian, tentu saja. Sebuah kisah kriminal yang cukup mengagumkan, bukan?

(more…)

Oz-the-Great-and-Powerful-header

Bagaimana cara untuk mengkreasikan ulang sebuah daya tarik film yang telah begitu popular dan menjadi sangat ikonik seperti The Wizard of Oz (1939) untuk dipresentasikan pada penonton di era yang lebih modern? Jawabannya… Anda tidak akan pernah dapat melakukannya! Meskipun telah dirilis puluhan dekade yang lalu, The Wizard of Oz yang diadaptasi dari novel karya L. Frank Baum, The Wonderful Wizard of Oz (1900), telah menjelma menjadi salah satu film fantasi petualangan buatan Hollywood yang begitu dicintai di seluruh dunia. Jadi… jelas adalah keputusan bijaksana dari Walt Disney dan Sam Raimi untuk tidak mencoba membuat versi baru dari film klasik tersebut ketika mereka sedang berhasrat untuk membawa kembali petualangan di dunia Oz ke layar lebar.

(more…)

Nama Adam Sandler memang tidak dapat ditemukan dalam daftar jajaran penerima nominasi The 84th Annual Academy Awards. Namun, nama Sandler memenuhi daftar nominasi The 32nd Annual Razzie Awards – sebuah penghargaan yang berada di wilayah yang berseberangan dengan Academy Awards, untuk “menghargai” film-film berkualitas buruk yang dirilis dalam jangka waktu satu tahun terakhir. Dengan tiga film yang diproduksi oleh rumah produksi milik Sandler, Happy Madison Productions, semuanya mendapatkan kritikan tajam dari para kritikus film dunia, tidak mengherankan bila untuk tahun ini, Sandler berhasil memperoleh 11 nominasi Razzie Awards sekaligus! Sebuah catatan sejarah!

(more…)

Dalam Rise of the Planet of the Apes – sebuah film yang kisahnya terinspirasi dari novel La Planète des Singes (1963) karya Pierre Boulle serta merupakan reboot dari franchise film Planet of the Apes yang telah dimulai semenjak tahun 1968 – penonton akan disajikan kisah mengenai bagaimana karakter para kera berusaha untuk mengambil alih dunia setelah rentetan perlakuan kasar yang sering diterapkan umat manusia pada mereka. Penulis naskah, Rick Jaffa dan Amanda Silver, menjadikan karakter kera sebagai karakter yang paling esensial dalam Rise of the Planet of the Apes sehingga kehadiran para karakter manusia di dalam cerita film ini justru muncul sebagai karakter pendukung yang kadang tidak memiliki pengaruh berarti pada jalan cerita secara keseluruhan. Tidak bahkan kehadiran James Franco mampu membuat setiap orang menarik perhatian mereka dari sekumpulan kera yang beraksi brutal di film ini.

(more…)

Well… ketika Anda telah berhasil untuk menciptakan sebuah produk yang dicintai oleh begitu banyak orang, kadangkala ada baiknya untuk tetap mempertahankan formula produk tersebut untuk tetap mendapatkan keuntungan yang sama atau bahkan dengan jumlah yang lebih besar lagi. Sukses dengan film stoner action comedy, Pineapple Express (2008), sutradara David Gordon Green kelihatannya berusaha untuk mengulang kesuksesan tersebut dengan Your Highness. Kembali mengajak James Franco dan Danny McBride, yang kali ini juga berperan sebagai penulis naskah, dapat dikatakan bahwa Your Highness adalah sebuah duplikat Pineapple Express yang disajikan dalam latar belakang waktu cerita yang berbeda. Masih mampu memberikan beberapa momen lucu dan menyenangkan, namun Your Highness lebih sering terlihat mengesalkan dengan deretan guyonan seksual yang dihadirkan secara berlebihan.

(more…)

Dengan adanya nama Michel Gondry yang terbiasa untuk mengarahkan film-film bercita rasa tinggi seperti Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004) dan Be Kind Rewind (2008) duduk di kursi sutradara serta kolaborasi Seth Rogen dan Evan Goldberg yang telah menghasilkan naskah-naskah komedi berkualitas seperti Superbad (2007) dan Funny People (2009) bertanggung jawab untuk divisi penulisan naskah, sepertinya wajar saja jika The Green Hornet akan memberikan sebuah harapan besar bagi adaptasi seri radio ini untuk menjadi film bertema superhero yang berbeda, lucu sekaligus dengan kualitas yang berada di atas film-film bertema sama lainnya. Sayangnya, film ini justru melakukan sebuah kesalahan yang justru menjadi langkah yang membuat film ini terlihat sama sekali tidak menarik: menempatkan Seth Rogen sebagai tokoh utama superhero itu sendiri.

(more…)