Diangkat dari novel berjudul sama karya David Mitchell, Cloud Atlas mengisahkan enam cerita yang berjalan pada enam era yang berbeda – tepatnya terjadi sepanjang hampir 500 tahun masa kehidupan karakter-karakternya, dimulai dari tahun 1849 hingga tahun 2321. Terdengar seperti premis film-film yang menawarkan banyak cerita kebanyakan? Mungkin saja. Namun oleh tiga sutradaranya, duo Lana dan Andy Wachowski (trilogi The Matrix, 1999 – 2003) serta Tom Tykwer (The International, 2009), premis tersebut mampu dikembangkan menjadi salah satu presentasi film paling ambisius selama beberapa tahun terakhir: digerakkan dengan gaya penceritaan interwoven, diperankan oleh deretan pengisi departemen akting yang sama serta dihadirkan dengan kualitas tata produksi yang begitu memukau. Dan yang lebih mengagumkan lagi, terlepas dari berbagai tampilan audio visualnya yang megah, Cloud Atlas tetap mampu menghadirkan sentuhan emosional yang kuat dari setiap sisi ceritanya.
Posts Tagged ‘James D’Arcy’
Review: Cloud Atlas (2012)
Posted: April 12, 2013 in Movies, ReviewTags: Andy Wachowski, Ben Whishaw, Cloud Atlas, David Gyasi, Doona Bae, Halle Berry, Hugh Grant, Hugo Weaving, James D'Arcy, Jim Broadbent, Jim Sturgess, Keith David, Lana Wachowski, Movies, Review, Susan Sarandon, Tom Hanks, Tom Tykwer, Zhou Xun
Review: Age of Heroes (2011)
Posted: August 26, 2011 in Movies, ReviewTags: Adrian Vitoria, Age of Heroes, Aksel Hennie, Daniel Brocklebank, Danny Dyer, Guy Burnet, Izabella Miko, James D'Arcy, John Dagleish, Movies, Review, Sean Bean, Stephen Walters, William Houston
Didasarkan pada kisah nyata dari kehidupan penulis novel fiksi James Bond, Ian Fleming, selama menjadi tentara Inggris di masa Perang Dunia II, Age of Heroes adalah seri pertama dari trilogi yang mengisahkan mengenai pembentukan dan pergerakan sebuah unit tentara Inggris yang disebut 30 Commando. Dengan penggarapan sekelas deretan film dalam franchise James Bond, Age of Heroes dapat saja menjadi sebuah awal yang menjanjikan dari sebuah trilogi yang memiliki premis cukup menarik. Sayangnya, Age of Heroes yang diproduksi secara independen membuat film ini memiliki keterbatasan yang cukup mendalam dalam menggarap special effect yang dibutuhkan pada beberapa adegan untuk dapat terlihat lebih megah. Ditambah dengan naskah cerita yang terasa terlalu familiar dengan film-film dari genre yang sama, Age of Heroes terlihat bagaikan awal yang buruk untuk hadirnya sebuah franchise.














