Posts Tagged ‘Jakarta Maghrib’

Well… dengan dirilisnya pengumuman nominasi Festival Film Indonesia 2011, Minggu (27/11), membuktikan kalau Festival Film Indonesia memiliki selera penilaian yang berbeda dari mereka yang memilih untuk mengirimkan Di Bawah Lindungan Ka’bah sebagai perwakilan Indonesia ke seleksi kategori Best Foreign Language Film di ajang Academy Awards mendatang. Di Bawah Lindungan Ka’bah sama sekali tidak mendapatkan nominasi di ajang Festival Film Indonesia 2011! Pun begitu, ketiadaan judul Di Bawah Lindungan Ka’bah dalam daftar nominasi Festival Film Indonesia 2011 tidak lantas membuat ajang penghargaan tertinggi bagi insan perfilman Indonesia tersebut menjadi lebih prestisius dibandingkan dengan Academy Awards. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Festival Film Indonesia 2011 masih meninggalkan beberapa film dan penampilan yang seharusnya mendapatkan rekognisi yang tepat. Dan seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya pula, Festival Film Indonesia 2011 masih menominasikan film dan penampilan yang sebenarnya banyak mendapatkan kritikan tajam dari para kritikus film nasional.

(more…)

Salman Aristo – salah satu nama yang bertanggungjawab atas kehadiran beberapa judul terpopuler di industri perfilman Indonesia, seperti Laskar Pelangi (2008), Ayat-Ayat Cinta (2008) dan Hari Untuk Amanda (2010) – melakukan debut penyutradaraannya lewat sebuah film omnibus bertajuk Jakarta Maghrib. Dalam film yang juga ia  tulis naskahnya ini, Salman berusaha untuk menghadirkan arti dari sebuah waktu maghrib bagi sekelompok kalangan – dalam hal ini, kalangan masyarakat di berbagai sudut kota Jakarta. Lewat lima cerita pendek yang ia hadirkan, Salman dapat dengan bebas menggambarkan maghrib sebagai sebuah waktu transisi dari siang ke malam lewat berbagai genre penceritaan. Usaha yang cukup meyakinkan walau masih belum dapat dikatakan memuaskan secara menyeluruh.

(more…)