Diangkat dari novel berjudul Waktu Aku Sama Mika karya Indi, Mika mengisahkan mengenai pertemuan antara dua orang yang merasa terbuang dari dunianya untuk kemudian saling jatuh cinta dan akhirnya mendukung keberadaan satu sama lain dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Terdengar seperti ribuan kisah drama romansa lainnya yang pernah diangkat ke layar lebar sebelumnya bukan? Sayangnya, tidak ada satupun elemen penceritaan Mika yang mampu membuat film ini terasa istimewa jika dibandingkan dengan ribuan kisah drama romansa bertema sama lainnya tersebut. Walau Lasja F. Susatyo mampu menjaga ritme penceritaan dengan cukup baik, namun naskah cerita yang terasa monoton dan dua pemeran utama yang gagal hadir dengan ikatan chemistry yang meyakinkan membuat Mika tidak mampu memberikan ikatan emosional yang sebenarnya dibutuhkan film-film sejenis untuk tampil mengesankan deretan penontonnya.
Posts Tagged ‘Iszur Muchtar’
Review: Mika (2013)
Posted: January 20, 2013 in Movies, ReviewTags: Andri Mashadi, Asian Cinema, Dallas Pratama, Donna Harun, Framly Nainggolan, George Timothy, Hans Hilman, Henny Zulyani, Indonesian Cinema, Iszur Muchtar, Joko Anwar, Lasja F. Susatyo, Mika, Movies, Review, Velove Vexia, Vino G. Bastian
Review: Rumah Kentang (2012)
Posted: October 7, 2012 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Chintami Atmanegara, Daus Separo, Gilang Dirgahari, Indonesian Cinema, Iszur Muchtar, Jose Poernomo, Ki Kusumo, Movies, Review, Rina Rose, Rumah Kentang, Shandy Aulia, Sonia Wibisono, Tasya Kamila
Apa yang akan Anda lakukan ketika mengetahui kalau almarhumah Ibu Anda mewariskan sebuah rumah kepada Anda? Dan apa pula yang akan Anda lakukan jika kemudian Anda mengetahui rumah yang diwariskan tersebut seringkali menghadirkan kumpulan kentang serta aroma masakan kentang secara misterius? Well… ketika sebagian orang akan mulai memutar otak mereka dan berusaha menjadi seorang pengusaha dengan memanfaatkan sekumpulan kentang gratis yang selalu tersedia di rumah mereka setiap malamnya, pasangan kakak beradik, Farah (Shandy Aulia) dan Rika (Tasya Kamila), justru mengalami mimpi buruk dengan keberadaan kentang-kentang misterius tersebut di rumah mereka. Yahhh… beberapa orang memang tidak memiliki bakat untuk berwirausaha.
Review: Dalam Mihrab Cinta (2010)
Posted: December 26, 2010 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Asmirandah, Berliana Febryanti, Boy Hamzah, Dalam Mihrab Cinta, Dewi Utari, Dude Harlino, El Manik, Elma Theana, Habiburrahman El Shirazy, Indonesian Cinema, Iszur Muchtar, Kaharuddin Syah, Meyda Sefira, Movies, Nabila Chairunnisa, Neno Warisman, Niniek L Karim, Review, Tsania Marwa, Umar Lubis
Ketika novelnya, Ayat-Ayat Cinta (2008), diangkat ke layar lebar dengan Hanung Bramantyo duduk di kursi sutradara, dan kemudian meraih kesuksesan yang luar biasa, Habiburrahman El Shirazy, atau yang lebih dikenal sebagai Kang Abik, dikabarkan kurang merasa puas dengan cara Hanung menghantarkan cerita adaptasi novel best seller-nya tersebut. Film tersebut kemudian diikuti dengan dua seri dari adaptasi novel laris Kang Abik lainnya, Ketika Cinta Bertasbih (2009), yang dibawah arahan sutradara senior, Chaerul Umam, berhasil kembali meraih kesuksesan, khususnya dari mereka yang semenjak lama memang menggemari novel tersebut.














