Posts Tagged ‘Irwansyah’

wanita-tetap-wanita-header

Masih ingat dengan Rectoverso yang dirilis beberapa bulan lalu? Di tengah-tengah banyaknya perilisan film Indonesia dengan pola penceritaan omnibus di kala itu, Rectoverso yang diarahkan oleh Olga Lydia, Rachel Maryam, Cathy Sharon, Happy Salma dan Marcella Zalianty berhasil mencuri perhatian tidak hanya karena kualitas penceritaan hasil adaptasi dari novel karya Dewi Lestari berjudul sama, penampilan akting serta pengarahan yang begitu kuat namun juga tata gambar besutan Cesa David Luckmansyah dan Ryan Purwoko yang berhasil menyatukan kelima cerita yang disajikan untuk bergerak dalam tata ruang emosional yang sama – sesuatu yang seringkali terlewatkan oleh kebanyakan film omnibus Indonesia lainnya. Dengan kekuatan-kekuatan tersebut, Rectoverso berhasil menjadi salah satu film omnibus terbaik yang pernah dirilis di industri film Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

(more…)

Jelas ada beberapa alasan mengapa Multivision Plus tidak memberanikan diri untuk merilis Mudik Lebaran di saat yang sama ketika Tendangan dari Langit, Lima Elang, Di Bawah Lindungan Ka’bah, Kejarlah Jodoh Kau Kutangkap dan Get Married 3 dirilis secara bersamaan di saat musim liburan Lebaran. Yang pertama, jelas, Multivision Plus kemungkinan besar berniat untuk menghindari persaingan yang terlalu ketat yang jelas beresiko untuk mengurangi jumlah raihan penonton film mereka. Yang kedua, dan merupakan sebuah alasan yang akan mampu ditangkap setiap orang yang telah menyaksikan film ini, Mudik Lebaran memiliki kualitas yang jelas tidak akan mampu bersaing dengan kelima film yang telah disebutkan sebelumnya.

(more…)

Mungkin akan ada banyak prasangka buruk ketika mendengar sutradara Hanny R. Saputra kembali mengarahkan sebuah film dengan naskah yang ditulis oleh Armantono serta menempatkan Acha Septriasa dan Irwansyah sebagai pasangan di film tersebut. Jelas, tidak akan ada yang mampu melupakan Heart (2006), film yang merupakan kolaborasi pertama mereka dan sukses luar biasa secara komersial ketika dirilis namun mendapatkan banyak backlash dari beberapa pihak yang menganggap jalan cerita film tersebut terlalu ‘cengeng’ untuk dapat dinikmati. Kesuksesan formula Heart kemudian digunakan kembali pada film Love Is Cinta (2007), yang masih mampu meraih jumlah penonton yang lumayan namun kali ini lebih banyak menerima kritikan atas jalan ceritanya yang tidak hanya lebih ‘melodramatis’ serta kadang terkesan kurang masuk akal.

(more…)