Posts Tagged ‘Indonesian Cinema’

Mendengarkan pernyataan “Chiska Doppert merilis sebuah film baru” akhir-akhir ini sepertinya telah menjadi mimpi buruk bagi banyak orang – khususnya kepada mereka yang setia untuk menyaksikan setiap film Indonesia yang dirilis di layar lebar. Bagaimana tidak… selain Poconggg Juga Pocong yang dirilis pada akhir tahun lalu – yang beruntung karena mendapatkan sumber ceritanya dari sebuah [...]

Cukup mengherankan bila melihat di tengah serbuan film-film semacam Negeri 5 Menara, Modus Anomali, The Raid atau Lovely Man, yang berhasil menawarkan sentuhan jalan penceritaan yang apik dan bahkan tampil berani jauh berbeda dari kebanyakan film yang saat ini dirilis oleh industri film Indonesia, masih ada beberapa produser yang memilih untuk merilis film-film dangkal semacam [...]

Tidak ada yang istimewa dari jalan cerita Lovely Man. Film yang diarahkan serta dikerjakan naskah ceritanya oleh Teddy Soeriaatmadja ini memang hanya menawarkan sebuah jalan cerita yang telah familiar – sebuah kisah yang bercerita mengenai jalinan kasih antara seorang ayah dan anak yang telah lama terputus untuk kemudian bersatu kembali dalam satu malam yang penuh [...]

Disutradarai oleh Robert Ronny, yang sebelumnya menjadi bagian dari film omnibus Dilema yang dirilis beberapa bulan lalu, Hattrick dipasarkan sebagai film pertama di dunia yang mengangkat mengenai olahraga futsal di dalam jalan ceritanya. Tidak seperti film-film bertema olahraga, khususnya sepakbola, yang banyak digarap oleh para sutradara film Indonesia akhir-akhir ini, Hattrick menjauhkan dirinya dari penceritaan [...]

Anda harus mengakui, sekalipun Anda bukanlah penggemar karya-karyanya, Joko Anwar merupakan salah satu sutradara dengan resume yang paling mengagumkan di industri film Indonesia saat ini. Bukan karena film-filmnya yang seringkali mampu berbicara banyak di berbagai ajang penghargaan film berskala nasional maupun internasional, namun karena Joko, di setiap filmnya, mampu memberikan sebuah inovasi gaya penceritaan yang [...]

Sebagai seorang sutradara, nama Muhammad Yusuf mungkin masih belum familiar bagi banyak penonton film Indonesia. Muhammad Yusuf sendiri, yang juga pernah menjadi seorang aktor di tahun 1980an, memulai debut penyutradaraannya dengan kurang mengesankan. Film Jinx yang ia arahkan dan dirilis pada tahun 2010, gagal untuk mendapatkan perhatian publik, baik dari sisi kualitas maupun komersial. Kegagalan [...]

Setelah Bukan Pocong Biasa (2011) dan Love is Brondong (2012), produser Firman Bintang kembali bekerjasama dengan sutradara Chiska Doppert dalam Enak Sama Enak, sebuah film komedi dengan kualitas yang hampir dapat diprediksi hanya dengan menilai penampilan poster, jajaran pengisi departemen aktingnya dan… well… nama produser dan sutradara yang bertanggungjawab dalam memproduksi film ini. Dengan mengusung [...]

Well… this is hardly surprising. Memanfaatkan film sebagai salah satu jalur promosi debut mini album mereka yang baru saja dirilis, kelompok vokal yang berisikan sembilan wanita muda, Cherrybelle, menggaet Hanny R Saputra – yang filmnya, Di Bawah Lindungan Ka’bah (2011), berhasil terpilih mewakili Indonesia untuk bersaing di kategori Best Foreign Language Film di ajang The [...]

Seperti yang dilakukan oleh beberapa praktisi film Indonesia pada FISFiC Vol. 1 yang dirilis pada akhir tahun lalu, produser Chand Parwez Servia bersama dengan sutradara Upi Avianto juga mengumpulkan beberapa talenta muda untuk mengarahkan film-film pendek bertemakan horor dan thriller untuk kemudian ditampilkan dalam satu presentasi. Walau sama sekali belum pernah mengarahkan film layar lebar, [...]

Sutradara asal Wales, Gareth Huw Evans, berhasil menghadirkan sebuah terobosan tersendiri bagi industri film Indonesia ketika ia merilis Merantau di tahun 2009. Tidak hanya berhasil membuktikan bahwa film action – sebuah genre yang sering dianaktirikan dalam industri film Indonesia modern – masih memiliki tempat tersendiri di hati para penonton film Indonesia, Evans juga secara berani [...]