Berbeda dengan Pride and Prejudice (1813) yang ditulis oleh Jane Austen, novel karya Charlotte Brontë, Jane Eyre, memiliki struktur cerita yang lebih kelam dan tragis, meskipun sama-sama merupakan sebuah kisah romansa yang kisahnya dipimpin oleh seorang karakter wanita yang memiliki jalan pemikiran maju dan melebihi orang-orang di sekitarnya. Dirilis pertama kali pada tahun 1847, dengan konteks dan tema cerita yang kompleks namun diselimuti dengan kisah romansa yang begitu efektif, Jane Eyre kemudian mendapatkan tempat khusus di hati berjuta pecinta karya sastra dunia sekaligus menjadikannya sebagai karya terpopuler Brontë di sepanjang karirnya sebagai seorang novelis. Tidak mengherankan jika kemudian Jane Eyre banyak diadaptasi ke dalam medium penceritaan lainnya. Tercatat, versi teranyar dari Jane Eyre yang diarahkan oleh Cary Joji Fukunaga (Sin Nombre, 2009) merupakan film layar lebar ke-16 yang mengadaptasi jalan cerita novel karya Brontë tersebut.
Posts Tagged ‘Imogen Poots’
Review: Jane Eyre (2011)
Posted: February 2, 2012 in Movies, ReviewTags: Amelia Clarkson, Cary Joji Fukunaga, Freya Parks, Harry Lloyd, Holliday Grainger, Imogen Poots, Jamie Bell, Jane Eyre, Jayne Wisener, Judi Dench, Mia Wasikowska, Michael Fassbender, Movies, Review, Romy Settbon Moore, Sally Hawkins, Simon McBurney, Sophie Ward, Tamzin Merchant, Valentina Cervi
Review: Centurion (2010)
Posted: September 8, 2010 in Movies, ReviewTags: Centurion, David Morrissey, Dimitri Leonidas, Dominic West, Imogen Poots, JJ Feild, Liam Cunningham, Michael Fassbender, Movies, Neil Marshall, Noel Clarke, Olga Kurylenko, Review, Riz Ahmed, Ulrich Thomsen
Tentu saja, lewat Gladiator (2000) dan 300 (2007), banyak orang telah mengenal prajurit Romawi sebagai sekumpulan serdadu yang tangguh ketika mereka sedang berada di medan peperangan. Jadi apa yang coba diberikan oleh Centurion, sebuah film bertema sama yang disutradarai oleh sutradara asal Inggris, Neil Marshall? Bayangkan apa yang terjadi jika seorang sutradara menyatukan The Descent (2005) dengan Gladiator, maka Centurion adalah hasil yang akan Anda dapatkan. Well… kurang lebih seperti itu.
Review: Solitary Man (2010)
Posted: August 26, 2010 in Movies, ReviewTags: Brian Koppelman, Danny DeVito, David Levien, Imogen Poots, Jenna Fischer, Jesse Eisenberg, Mary-Louise Parker, Michael Douglas, Movies, Olivia Thirlby, Review, Richard Schiff, Solitary Man, Susan Sarandon
Kapan terakhir kali Anda menyaksikan performa Michael Douglas dalam sebuah film yang banyak diakui keunggulannya oleh para kritikus film dunia? Memerlukan waktu satu dekade ke belakang untuk menemukan film tersebut, yakni ketika Douglas berperan sebagai Professor Grady Tripp di film Wonder Boys (2000) di bawah arahan sutradara Curtis Hanson. Setelahnya, resume Douglas kebanyakan diisi oleh film-film yang kebanyakan malah mengubur imej dirinya sebagai seorang aktor watak yang masih dapat diperhitungkan.
Review: Me and Orson Welles (2009)
Posted: May 19, 2010 in Movies, ReviewTags: Al Weaver, Ben Chaplin, Christian McKay, Claire Danes, Eddie Marsan, Imogen Poots, James Tupper, Kelly Reilly, Leo Bill, Me and Orson Welles, Movies, Review, Richard Linklater, Saskia Reeves, Zac Efron, Zoe Kazan
Sama seperti halnya dengan Robert Pattinson, yang berusaha kuat untuk melepaskan image bintang tampan yang dicintai oleh banyak penggemar wanita karena penampilannya dalam seri Twilight, Zac Efron juga mengalami hal yang sama pasca penampilannya dalam seri High School Musical. Tentu saja, mereka tidak memerlukan penampilan yang akan menambah jumlah penggemar berat mereka. Mereka lebih ingin mendapatkan pengakuan dari para kritikus film dunia bahwa mereka memiliki bakat akting, daripada sekedar berwajah tampan, yang layak untuk diakui keberadaannya.















