Menilai sekilas berdasarkan presentasi cerita dan penampilan visualnya, adalah sangat mudah untuk menduga bahwa Belenggu adalah hasil sebuah petualangan lain dari seorang Joko Anwar dalam melanjutkan kisah-kisah berdarahnya yang sebelumnya disajikan lewat film-film seperti Kala (2007) maupun Pintu Terlarang (2009). Salah! Terlepas dari gaya presentasi yang demikian serupa, Belenggu sendiri merupakan karya perdana Upi (Oh Tidak…!, 2011) dalam menyutradarai sebuah film thriller. Dan harus diakui, Upi memiliki kemampuan yang cukup dalam menghadirkan deretan misteri yang akan terus mampu menarik perhatian setiap penggemar film-film sejenis. Sayangnya, secara perlahan, deretan misteri tersebut menjadi terlalu rumit dan kemudian menyebabkan Upi terlihat terjebak sehingga akhirnya kebingungan untuk memberikan jalan penyelesaiannya.
Posts Tagged ‘Imelda Therinne’
Review: Belenggu (2013)
Posted: March 12, 2013 in Movies, ReviewTags: Abimana Arya, Arswendi Nasution, Asian Cinema, Avrilla, Belenggu, Bella Esperance, Davina Veronica, Imelda Therinne, Indonesian Cinema, Jajang C Noer, Laudya Cynthia Bella, Masayu Anastasia, Movies, Review, Teuku Rifnu Wikana, Upi, Verdi Solaiman
Review: Hi5teria (2012)
Posted: March 30, 2012 in Movies, ReviewTags: Adrian Aliman, Adriyanto Dewo, Aelke Mariska, Asian Cinema, Bella Esperance, Billy Christian, Chairun Nisa, Dinda Kanya Dewi, Dion Wiyoko, Egi Fedly, Fitrie Rachmadhina, Harvan Agustriansyah, Hi5teria, Ichi Nuraini, Imelda Therinne, Indonesian Cinema, Jennye Awuy, Krisshatta Luis, Luna Maya, Maya Otos, Movies, Nicho Yudifar, Otig Pakis, Pipien Putri, Poppy Sovia, Review, Sigi Wimala, Tara Basro, Totos Rasiti, Tumpal Tampubolon
Seperti yang dilakukan oleh beberapa praktisi film Indonesia pada FISFiC Vol. 1 yang dirilis pada akhir tahun lalu, produser Chand Parwez Servia bersama dengan sutradara Upi Avianto juga mengumpulkan beberapa talenta muda untuk mengarahkan film-film pendek bertemakan horor dan thriller untuk kemudian ditampilkan dalam satu presentasi. Walau sama sekali belum pernah mengarahkan film layar lebar, nama-nama sutradara yang karyanya turut disertakan dalam Hi5teria sendiri bukanlah nama-nama yang baru pertama kali berkenalan dengan industri film. Tercatat, Adriyanto Dewo, Chairun Nisa, Billy Christian, Nicho Yudifar dan Harvan Agustriansyah lebih dahulu dikenal sebagai penghasil film pendek dengan beberapa diantaranya bahkan mampu membawa karya mereka melangkah lebih jauh di tingkat persaingan dunia.
Review: I Know What You Did On Facebook (2010)
Posted: July 16, 2010 in Movies, ReviewTags: Agastya Kandou, Asian Cinema, Awi Suryadi, Edo Borne, Fanny Fabriana, Fikri Ramadhan, I Know What You Did On Facebook, Imelda Therinne, Indonesian Cinema, Kimi Jayanti, Movies, Restu Sinaga, Review, Yama Carlos
Nama Awi Suryadi sebagai seorang sutradara sempat memperoleh ulasan hangat di beberapa media setelah filmnya Claudia/Jasmine (2008) berhasil mendapatkan pengakuan kualitas dari banyak penonton film Indonesia. Sayangnya, kesuksesan tersebut tidak bertahan lama setelah Awi justru memilih untuk menyutradarai sejumlah film ‘dangkal’ seperti Cintaku Selamanya (2008) dan Selendang Rocker (2009), yang selain gagal mendapatkan pujian secara kualitas, juga ternyata tidak begitu berhasil pada peredaran komersialnya. Kini, dengan membawa tema hubungan di dunia maya yang sedang banyak menjadi banyak perbincangan, Awi kembali merilis sebuah film drama berjudul I Know What You Did On Facebook.
Review: Rumah Dara (2010)
Posted: January 24, 2010 in Movies, ReviewTags: Amink, Arifin Putra, Ario Bayu, Asian Cinema, Daniel Mananta, Dendy Subangil, Imelda Therinne, Indonesian Cinema, Julie Estelle, Kimo Stamboel, Mike Lucock, Mo Brothers, Movies, Review, Ruly Lubis, Rumah Dara, Shareefa Daanish, Sigi Wimala, Timothy Tjahjanto
Rumah Dara mungkin adalah salah satu film thriller yang paling ditunggu masa rilisnya di sejarah perfilman Indonesia. Bukan bermaksud membesar-besarkan. Film yang pada awalnya berjudul Macabre ini telah terlebih dahulu singgah di berbagai festival film dunia, dan hebatnya, mendapat banyak review yang sangat memuaskan. Tidak heran, di tengah kekeringan ide di dunia perfilman Indonesia, khususnya di genre horror, Rumah Dara terdengar akan menjadi sebuah penyelamat film horror di Indonesia.
















