Bahkan seorang Santa Claus tidak mampu menolak fakta bahwa kemajuan teknologi dapat membantu dalam kesehariannya… termasuk dalam tugas vitalnya untuk membagikan seluruh bingkisan yang ia miliki untuk para anak-anak yang telah berkelakuan baik selama satu tahun terakhir di seluruh penjuru dunia. Setidaknya begitulah yang digambarkan oleh Arthur Christmas. Berkat anaknya yang paling tua – dan kini sedang bersiap untuk menggantikan posisinya, Steve (Hugh Laurie), pria yang saat ini sedang menjabat posisi sebagai Santa Claus (Jim Broadbent) telah mengadopsi teknologi canggih yang mampu membuatnya dan sekelompok besar pembantunya untuk menghantarkan setiap bingkisan yang ia miliki kepada setiap anak di seluruh dunia dengan tepat waktu sebelum masa perayaan Natal dimulai. Namun, seiring dengan waktu, pemanfaatan teknologi tersebut membuat masa pembagian bingkisan-bingkisan tersebut menjadi kurang berkesan… dan hanya sekedar menjadi sebuah tugas dan kewajiban belaka. Kini, bagi sang Santa Claus sendiri, Natal tak lebih dari sekedar sebuah roda bisnis yang harus ia jalani.
Posts Tagged ‘Imelda Staunton’
Review: Arthur Christmas (2011)
Posted: December 5, 2011 in Movies, ReviewTags: Andy Serkis, Arthur Christmas, Ashley Jensen, Bill Nighy, Dominic West, Eva Longoria, Hugh Laurie, Iain McKee, Imelda Staunton, James McAvoy, Jim Broadbent, Joan Cusack, Laura Linney, Marc Wootton, Michael Palin, Miggie Donahue, Movies, Ramona Marquez, Review, Robbie Coltrane, Sarah Smith
Review: Another Year (2010)
Posted: March 3, 2011 in Movies, ReviewTags: Another Year, David Bradley, Imelda Staunton, Jim Broadbent, Karina Fernandez, Lesley Manville, Martin Savage, Michele Austin, Mike Leigh, Movies, Oliver Maltman, Peter Wight, Philip Davis, Review, Ruth Sheen, Stuart McQuarrie
Bagi sebagian orang, hidup berjalan dengan begitu indah dan lancar, bahkan tanpa mereka mengusahakannya sekalipun. Bagi sebagian lainnya, kebahagiaan dan manisnya hidup dapat diraih setelah mereka berhasil mengatasi berbagai rintangan dan tantangan yang mereka dapati di dalam keseharian hidup mereka. Namun, sayangnya, hidup tak selalu berakhir dengan kebahagiaan. Bagi sebagian orang lainnya, tak peduli seberapa keras usaha mereka dalam mewujudkan kebahagiaan, harus mengakhiri perjalanan hidup mereka dalam kegagalan, kesedihan maupun kesendirian.
Review: Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1 (2010)
Posted: November 20, 2010 in Movies, ReviewTags: Alan Rickman, Bill Nighy, Bonnie Wright, Brendan Gleeson, Clémence Poésy, Daniel Radcliffe, David O’Hara, David Thewlis, David Yates, Emma Watson, Evanna Lynch, Fiona Shaw, Frances de la Tour, Harry Potter and the Deathly Hallows - Part 1, Hazel Douglas, Helen McCrory, Helena Bonham Carter, Imelda Staunton, James Phelps, Jamie Campbell Bower, Jason Isaacs, John Hurt, Julie Walters, Mark Williams, Matthew Lewis, Michael Gambon, Miranda Richardson, Movies, Natalia Tena, Oliver Phelps, Ralph Fiennes, Review, Rhys Ifans, Richard Griffiths, Robbie Coltrane, Rupert Grint, Simon McBurney, Timothy Spall, Toby Jones, Tom Felton, Warwick Davis
Sejujurnya, ide untuk membagi bagian akhir dari adaptasi dari kisah petualangan Harry Potter, Harry Potter and the Deathly Hallows, menjadi dua bagian adalah murni alasan komersial belaka daripada untuk menangkap seluruh esensi cerita dari novelnya. Hal ini, sayangnya, sangat terbukti dengan apa yang diberikan oleh sutradara David Yates lewat Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1. Filmnya sendiri berjalan cukup baik, namun dengan durasi sepanjang 146 menit, Yates terlalu banyak mengisi bagian pertama kisah ini dengan berbagai detil yang sebenarnya tidak diperlukan di dalam cerita, yang membuat …The Deathly Hallows – Part 1 terasa sebagai sebuah film dengan kisah yang sebenarnya singkat namun diulur sedemikian panjang untuk memenuhi kuota waktu penayangan.














