Posts Tagged ‘Iko Uwais’

The Raid 2: Berandal (PT. Merantau Films/XYZ Films, 2014)

The Raid 2: Berandal (PT. Merantau Films/XYZ Films, 2014)

Terlepas dari kesuksesan megah yang berhasil diraih oleh The Raid (2012) – baik sebagai sebuah film Indonesia yang mampu mencuri perhatian dunia maupun sebagai sebuah film yang bahkan diklaim banyak kritikus film dunia sebagai salah satu film aksi terbaik yang pernah diproduksi dalam beberapa tahun terakhir – tidak ada yang dapat menyangkal bahwa film garapan sutradara Gareth Huw Evans tersebut memiliki kelemahan yang cukup besar dalam penataan ceritanya. Untuk seri kedua dari tiga seri yang telah direncanakan untuk The Raid, Evans sepertinya benar-benar mendengarkan berbagai kritikan yang telah ia terima mengenai kualitas penulisan naskahnya. Menggunakan referensi berbagai film aksi klasik seperti The Godfather (1972) dan Infernal Affairs (2002), Evans kemudian memberikan penggalian yang lebih mendalam terhadap deretan karakter maupun konflik penceritaan sekaligus menciptakan jalinan kisah berlapis yang tentu semakin menambah kompleks presentasi kisah The Raid 2: Berandal. Lalu bagaimana Evans mengemas pengisahan yang semakin rumit tersebut dengan sajian kekerasan nan brutal yang telah menjadi ciri khas dari The Raid?

(more…)

Man-of-Tai-Chi-header

Tidak hanya berhasil memperkokoh posisi namanya sebagai salah satu aktor paling terkenal di dunia, penampilan Keanu Reeves dalam The Matrix (1999 – 2003) ternyata memberikan kesempatan bagi Reeves untuk mengenal sekaligus menjalin persahabatan dengan salah satu pemeran pengganti dalam film arahan The Wachowski Brothers tersebut, Tiger Chen. Persahabatan itu kemudian memberikan ide bagi Reeves untuk membuat sebuah film yang jalan ceritanya terinspirasi dari keahlian Chen dalam menguasai ilmu bela diri. Didukung oleh koreografer seni bela diri China legendaris, Yuen Woo-ping, Reeves kemudian mengembangkan Man of Tai Chi menjadi debut penyutradaraannya yang juga sekaligus sebagai penghormatan bagi film-film Hong Kong martial arts klasik yang memang semenjak lama dikagumi Reeves.

(more…)

Sutradara asal Wales, Gareth Huw Evans, berhasil menghadirkan sebuah terobosan tersendiri bagi industri film Indonesia ketika ia merilis Merantau di tahun 2009. Tidak hanya berhasil membuktikan bahwa film action – sebuah genre yang sering dianaktirikan dalam industri film Indonesia modern – masih memiliki tempat tersendiri di hati para penonton film Indonesia, Evans juga secara berani mengajukan seni bela diri khas Indonesia, pencak silat, sebagai bagian utama dari penceritaan Merantau. Suatu hal yang bahkan belum berani dieksplorasi secara penuh oleh para pembuat film negeri ini. Hasilnya, meskipun Merantau dipenuhi dengan deretan kekakuan yang muncul di dialog-dialognya serta jalinan kisah yang cenderung klise, film tersebut mampu meraih perhatian yang maksimal di sepanjang masa perilisannya.

(more…)