Posts Tagged ‘Ifa Isfansyah’

9-Summers-10-Autumns-Header

Menghadirkan sebuah film dengan jalan penceritaan yang memaparkan tentang kisah perjalanan seseorang dalam mencapai kesuksesan hidupnya jelas adalah suatu hal yang cukup rumit. Di satu sisi, film-film dengan tema tersebut adalah sajian yang biasanya dapat dengan mudah menarik minat penonton film Indonesia – khususnya jika kisah tersebut merupakan sebuah hasil adaptasi dari kisah nyata dan disajikan dengan balutan emosional yang kuat. Namun, di sisi lain, dengan penggarapan yang kurang berhati-hati, banyak diantara film-film sejenis yang akhirnya hadir dengan sajian drama yang terasa terlalu dipaksakan untuk menginspirasi maupun menyentuh penontonnya. Lalu, sebagai sebuah film yang juga menghadirkan tema penceritaan yang sama, apa yang dapat ditawarkan oleh 9 Summers 10 Autumns kepada para penontonnya?

(more…)

Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Jujur Prananto – yang juga bertanggungjawab atas penulisan naskah cerita film komedi Sule, Ay Need You yang dirilis beberapa waktu yang lalu – Ambilkan Bulan berkisah mengenai seorang gadis cilik berusia 10 tahun, Amelia (Lana Nitibaskara), yang merasa hidupnya selalu dirundung rasa kesepian semenjak wafatnya sang ayah (Agus Kuncoro). Rasa kesepian tersebut semakin diperparah dengan kesibukan sang ibu, Ratna (Astri Nurdin), yang sepertinya selalu memberikan jarak diantara hubungan keduanya. Tidak heran, ketika mendengar bahwa paman dan bibinya (Manu dan Harbani Setyowati Wibowo) yang berasal dari sebuah desa di Solo akan berkunjung ke Jakarta, Amelia merasa senang yang begitu luar biasa.

(more…)

Well… bukankah sangat menyenangkan untuk mengetahui bahwa Festival Film Indonesia pada tahun ini berhasil memberikan apresiasi yang sangat tepat pada sebuah film yang benar-benar patut untuk mendapatkannya? Berhasil memenangkan empat penghargaan dari sepuluh nominasi yang diraihnya, Sang Penari keluar sebagai film yang paling banyak memenangkan penghargaan pada malam penghargaan bagi sineas perfilman Indonesia, Festival Film Indonesia 2011, termasuk dengan memenangkan kategori Film Bioskop Terbaik dan Sutradara Terbaik untuk Ifa Isfansyah. Dua kemenangan lain bagi Sang Penari diraih dari kategori Pemeran Utama Wanita Terbaik untuk Prisia Nasution serta Pemeran Pendukung Wanita Terbaik untuk Dewi Irawan.

(more…)

Dirangkum dari trilogi novel Ronggeng Dukuh ParukRonggeng Dukuh Paruk (1982), Lintang Kemukus Dini Hari (1985) dan Jantera Bianglala (1986) – karya Ahmad Tohari, Sang Penari memfokuskan kisahnya pada kehidupan masyarakat Dukuh Paruk di tahun 1960-an, di masa ketika setiap masyarakat masih memegang teguh aturan dan adat istiadat leluhurnya serta jauh dari modernisasi – termasuk pemahaman agama – kehidupan yang secara perlahan mulai menyentuh wilayah di luar desa tersebut. Salah satu prinsip adat yang masih kokoh dipegang oleh masyarakat Dukuh Paruk adalah budaya ronggeng, sebuah tarian adat yang ditarikan oleh seorang gadis perawan yang terpilih oleh sang leluhur. Layaknya budaya geisha di Jepang, gadis perawan yang terpilih untuk menjadi seorang ronggeng nantinya akan menjual keperawanan mereka pada pria yang mampu memberikan harga yang tinggi. Bukan. Keperawanan tersebut bukan dijual hanya untuk urusan kepuasan seksual belaka. Bercinta dengan gadis yang terpilih sebagai ronggeng merupakan sebuah berkah bagi masyarakat Dukuh Paruk yang beranggapan bahwa hal tersebut dapat memberikan sebuah kesejahteraan bagi mereka.

(more…)

Well… dengan dirilisnya pengumuman nominasi Festival Film Indonesia 2011, Minggu (27/11), membuktikan kalau Festival Film Indonesia memiliki selera penilaian yang berbeda dari mereka yang memilih untuk mengirimkan Di Bawah Lindungan Ka’bah sebagai perwakilan Indonesia ke seleksi kategori Best Foreign Language Film di ajang Academy Awards mendatang. Di Bawah Lindungan Ka’bah sama sekali tidak mendapatkan nominasi di ajang Festival Film Indonesia 2011! Pun begitu, ketiadaan judul Di Bawah Lindungan Ka’bah dalam daftar nominasi Festival Film Indonesia 2011 tidak lantas membuat ajang penghargaan tertinggi bagi insan perfilman Indonesia tersebut menjadi lebih prestisius dibandingkan dengan Academy Awards. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Festival Film Indonesia 2011 masih meninggalkan beberapa film dan penampilan yang seharusnya mendapatkan rekognisi yang tepat. Dan seperti yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya pula, Festival Film Indonesia 2011 masih menominasikan film dan penampilan yang sebenarnya banyak mendapatkan kritikan tajam dari para kritikus film nasional.

(more…)