Pertama kali diumumkan akan memulai proses produksinya pada tahun 2002, The Grandmaster secara perlahan menjelma menjadi Chinese Democracy (2008) bagi dunia film: kabar mengenai proses produksinya selalu hadir di media pemberitaan, namun tak seorangpun dapat merasa yakin kapan hasil produksi keseluruhannya akan benar-benar dapat dinikmati publik. Melewati tahun-tahun tersebut pula, kisah mengenai kehidupan Ip Man – seorang praktisi ilmu bela diri China pertama yang mengajarkan seni bela diri China, Wing Chun, secara terbuka dan nantinya turut memberikan andil pada kemampuan bela diri seorang Bruce Lee – yang akan dikisahkan oleh The Grandmaster telah dua kali diangkat ke layar lebar melalui dua seri film Ip Man (2008 – 2010) arahan Wilson Yip dengan Donnie Yen mendapatkan pujian luas dari kritikus film dunia atas perannya sebagai Ip Man.
Posts Tagged ‘Hong-Kong Cinema’
Review: The Grandmaster (2013)
Posted: February 28, 2013 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Berg Ng, Bruce Leung, Chang Chen, Chin Shih-chieh, Chinese Cinema, Cung Le, Hong-Kong Cinema, Julian Cheung, Lau Ga-yung, Lau Shun, Lo Hoi-pang, Lo Mang, Movies, Review, Shang Tielong, Song Hye-kyo, The Grandmaster, Tony Leung, Wang Jue, Wang Qingxiang, Wong Kar-wai, Xiaoshenyang, Yuen Woo-ping, Yī Dài Zōng Shī, Zhang Jin, Zhang Ziyi, Zhao Benshan, Zhou Xiaofei, 一代宗师, 一代宗師
Review: Chinese Zodiac (2012)
Posted: January 17, 2013 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Bo-Yee Poon, Caitlin Dechelle, Chinese Cinema, Chinese Zodiac, Christian Bachini, CZ12, Emmanuel Lanzi, Hong-Kong Cinema, Jackie Chan, Jonathan Lee, Ken Lo, Kenny G, Kwon Sang-woo, Laura Weissbecker, Liao Fan, Movies, Oliver Platt, Pierre Bourdaud, Pierre-Benoist Varoclier, Review, Rosario Amadeo, Vincent Sze, Yao Xing Tong, Zhang Lan Xin, Zheng Wei, 十二生肖
Chinese Zodiac, yang menjadi film ke-101 yang dibintangi oleh Jackie Chan, dibuka dengan narasi yang menuturkan tentang negara China yang diinvasi oleh pasukan Inggris pada tahun 1860. Tidak hanya menjajah wilayah dan rakyat negara tersebut, para pasukan Inggris juga mencuri banyak benda-benda bersejarah untuk dibawa pulang kembali ke negara mereka, termasuk 12 potongan patung kepala binatang yang mewakili 12 figur astrologi China. Ratusan tahun berlalu, benda-benda bersejarah yang awalnya dikira telah musnah tersebut secara perlahan mulai muncul di berbagai rumah pelelangan dunia dengan harga yang setinggi langit akibat diburu oleh banyak kolektor dan pemburu barang-barang antik dari berbagai penjuru dunia.













