Posts Tagged ‘Holliday Grainger’

anna-karenina-header

Dikenal dengan kemampuannya dalam mengeksplorasi kisah-kisah period dan costume drama­ yang telah dibuktikannya lewat Pride and Prejudice (2005) serta Atonement (2007), mungkin tidak akan ada banyak orang yang terkejut ketika mendengar Joe Wright memutuskan untuk mengadaptasi Anna Karenina sebagai proyek film yang akan ia produksi berikutnya. Diangkat dari novel legendaris berjudul sama karya penulis asal Rusia, Leo Tolstoy, yang pertama kali dirilis pada tahun 1873, Wright bukanlah orang pertama yang membawa kisah Anna Karenina ke layar lebar. Tercatat, Anna Karenina telah diadaptasi ke dalam bentuk film layar lebar semenjak tahun 1914 dengan nama-nama aktris legendaris seperti Greta Garbo, Vivien Leigh, Jacqueline Bisset, Sophie Marceau hingga Helen McCrory pernah memerankan karakter tersebut. Lalu… apa yang ditawarkan Wright pada adaptasi Anna Karenina yang diproduksinya?

(more…)

Duo sutradara asal Inggris, Declan Donnellan dan Nick Ormerod, melakukan debut penyutradaraan film layar lebarnya dengan mengarahkan sebuah adaptasi novel klasik karya Guy de Maupassant, Bel Ami, yang, sejujurnya, telah berulangkali diadaptasi ke dalam bentuk penceritaan audio visual, baik dalam presentasi film layar lebar, serial televisi bahkan… ehmmm… film dengan nuansa pornografi yang kental. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Rachel Bennette, Bel Ami tidak mengalami perubahan jalan cerita yang radikal. Jalan ceritanya masih mengisahkan mengenai seorang mantan tentara yang kemudian berusaha untuk meraih kekayaan dan status sosial yang ia impikan dengan memperdaya sejumlah wanita berpengaruh di kota Paris, Perancis. Oh… dalam film ini, karakter tersebut diperankan oleh Robert Pattinson. Dengan ketampanan dan daya tariknya, Pattinson mungkin adalah sosok yang pas untuk memerankan karakter womanizer seperti yang dibutuhkan oleh jalan cerita film ini. Namun, apakah kehadiran Pattinson cukup untuk membuat Bel Ami menjadi sebuah film yang menarik?

(more…)

Berbeda dengan Pride and Prejudice (1813) yang ditulis oleh Jane Austen, novel karya Charlotte Brontë, Jane Eyre, memiliki struktur cerita yang lebih kelam dan tragis, meskipun sama-sama merupakan sebuah kisah romansa yang kisahnya dipimpin oleh seorang karakter wanita yang memiliki jalan pemikiran maju dan melebihi orang-orang di sekitarnya. Dirilis pertama kali pada tahun 1847, dengan konteks dan tema cerita yang kompleks namun diselimuti dengan kisah romansa yang begitu efektif, Jane Eyre kemudian mendapatkan tempat khusus di hati berjuta pecinta karya sastra dunia sekaligus menjadikannya sebagai karya terpopuler Brontë di sepanjang karirnya sebagai seorang novelis. Tidak mengherankan jika kemudian Jane Eyre banyak diadaptasi ke dalam medium penceritaan lainnya. Tercatat, versi teranyar dari Jane Eyre yang diarahkan oleh Cary Joji Fukunaga (Sin Nombre, 2009) merupakan film layar lebar ke-16 yang mengadaptasi jalan cerita novel karya Brontë tersebut.

(more…)