Posts Tagged ‘Henry Cavill’

Man-of-Steel-header

Pertanyaan terbesar bagi kehadiran Man of Steel adalah jelas: Apakah keberadaan Christopher Nolan di belakang karakter pahlawan milik DC Comics ini mampu memanusiawikan karakter Superman seperti halnya yang pernah ia lakukan pada Batman melalui trilogi The Dark Knight (2005 – 2012)? Wellit worksat times. Bersama dengan penulis naskah David S. Goyer – yang juga merupakan penulis naskah dari trilogi The Dark Knight, Nolan mampu menyajikan sosok Kal-El/Clark Kent/Superman sebagai sosok yang membumi – meskipun Man of Steel dengan jelas menonjolkan sang pahlawan sebagai seorang yang asing di muka Bumi. Arahan sutradara Zack Snyder juga cukup berhasil membuat Man of Steel hadir sebagai sebuah presentasi film aksi yang mumpuni. Namun, dalam perjalanan untuk mengisahkan kembali masa lalu serta berbagai problema kepribadian yang dimiliki oleh Kal-El/Clark Kent/Superman tersebut, Man of Steel sayangnya hadir dengan karakter-karakter yang kurang tergali dengan baik, alur penceritaan yang terburu-buru serta – seperti kebanyakan film arahan Snyder lainnya, berusaha berbicara terlalu banyak namun gagal tereksekusi dengan baik.

(more…)

Seharusnya, The Cold Light of Day dapat menjadi sebuah film aksi yang cukup menyenangkan. Walau Bruce Willis dan Sigourney Weaver hanya berada dalam peran yang terbatas dalam jalan cerita film ini, The Cold Light of Day masih menyimpan potensi aksi yang cukup besar dari seorang Henry Cavill, aktor tampan asal Inggris yang tahun lalu didaulat untuk memerankan Clark Kent/Superman dalam versi terbaru dari film superhero tersebut, Man of Steel, yang akan dirilis tahun depan. Yang paling utama, pengarahan The Cold Light of Day berada di tangan sutradara asal Perancis, Mabrouk El Mechri, yang pernah mengejutkan dunia ketika ia sukses mengarahkan Jean-Claude Van Damme dalam film crime-action, JCVD, pada tahun 2008 yang lalu. Lalu… apa yang salah dengan The Cold Light of Day?

(more…)

Terlepas dari kualitas film yang berhasil ia tunjukkan dalam kurun waktu satu dekade terakhir, seperti Tigerland (2000), Phone Booth (2003) dan Veronica Guerin (2003), karir Joel Schumacher lebih sering dipandang secara sebelah mata setelah beberapa film terakhir yang ia rilis lebih banyak mendapatkan kritikan tajam dari para kritikus film dunia sekaligus gagal menarik perhatian penonton film layar lebar. Creek, atau yang juga dirilis dengan judul Blood Creek atau Town Creek di beberapa negara, adalah salah satu karya Schumacher yang hanya mendapatkan jadwal rilis layar lebar terbatas sebelum akhirnya dirilis dalam bentuk DVD. Pun begitu, para pecinta horor sepertinya tidak akan kecewa dengan apa yang ditawarkan Creek. Memberikan sebuah narasi cerita yang baru mengenai tema Nazi, Creek memiliki beberapa momen horor yang mencekam terlepas dari kurangnya konsistensi cerita yang ditunjukkan ketika durasi film ini terus bergerak.

(more…)