Film terbaru Helfi Kardit (Brokenhearts, 2012) mencoba untuk berbicara mengenai banyak hal. Jalan ceritanya sendiri bermula dengan pengisahan mengenai kehidupan Rangga (Adipati Dolken) dan adiknya, Sarah (Ghina Salsabila), yang hidup dalam di sebuah panti asuhan yang dipimpin oleh pasangan Haji Rachman (Jamal Mirdad) dan istrinya, Hajjah Rosna (Henidar Amroe), bersama dengan puluhan anak-anak lainnya. Walau hidup dalam kondisi yang sangat sederhana, Rangga dan anak-anak penghuni panti asuhan tersebut hidup dalam suasana yang bahagia. Namun, ketika seorang preman bernama Jerink (Edo Borne) memperkosa Lili (Widy Vierra), yang merupakan salah seorang gadis penghuni panti asuhan tersebut, kehidupan Rangga mulai berbalik arah secara drastis. Rangga, yang kemudian mendatangi Jerink guna melampiaskan rasa amarahnya, secara tidak sengaja kemudian membunuh Jerink dan akhirnya menghantarkan dirinya masuk ke lembaga pemasyarakatan.
Posts Tagged ‘Helfi Kardit’
Review: Sang Martir (2012)
Posted: October 27, 2012 in Movies, ReviewTags: Adi Kurdi, Adipati Dolken, Asian Cinema, Astri Nurdin, Bunga Elisabeth Rihana, Edo Borne, Fauzan Smith, Ganindra Bimo, Ghina Salsabila, Helfi Kardit, Henidar Amroe, Indonesian Cinema, Jamal Mirdad, Movies, Nadine Alexandra, Ray Sahetapy, Review, Sang Martir, Tio Pakusadewo, Titi Qadarsih, Widy Vierra, Yogia Pramatana
Review: Brokenhearts (2012)
Posted: May 22, 2012 in Movies, ReviewTags: Annie Klauss, Anto Hoed, Asian Cinema, Axel Andaviar, Brokenhearts, Cole Gribble, Darius Sinathrya, Edwin Onckelinx, Gerhana Wanvi Nugrah, Helfi Kardit, Indonesian Cinema, Julie Estelle, Kiesha Alvaro, Melly Goeslaw, Meriam Bellina, Movies, Rani Agustina, Review, Reynavenzka, Reza Rahadian, Vito Kareliansyah
Cukup mengherankan bila melihat di tengah serbuan film-film semacam Negeri 5 Menara, Modus Anomali, The Raid atau Lovely Man, yang berhasil menawarkan sentuhan jalan penceritaan yang apik dan bahkan tampil berani jauh berbeda dari kebanyakan film yang saat ini dirilis oleh industri film Indonesia, masih ada beberapa produser yang memilih untuk merilis film-film dangkal semacam Brokenhearts. Disutradai dan ditulis naskahnya oleh Helfi Kardit – orang yang sama yang bertanggungjawab atas perilisan judul-judul seperti D’Love (2010), Arisan Brondong (2010) dan Arwah Goyang Karawang (2011) – Brokenhearts adalah sebuah contoh lain keserakahan para pembuat film Indonesia yang dengan dangkalnya mengira bahwa penikmat film Indonesia akan begitu mudah untuk terjebak pada film-film tearjerker dengan kualitas penulisan naskah kacangan.














