Posts Tagged ‘Helena Bonham Carter’

Jangan terlalu merasa heran jika banyak ulasan mengenai The Lone Ranger akan menggambarkan film ini sebagai “variasi western dari franchise film The Pirates of the Caribbean”. Well… dengan keberadaan Jerry Bruckheimer sebagai produser, Gore Verbinski duduk di kursi penyutradaraan serta Johnny Depp yang, sekali lagi, tampil dengan peran yang memiliki karakteristik hampir serupa dengan karakter Captain Jack Sparrow, The Lone Ranger memang banyak berbicara dengan nada yang hampir seirama dengan franchise film yang telah menghasilkan pendapatan lebih dari US$3,7 milyar dari masa perilisannya di seluruh dunia tersebut. Bukan masalah yang besar sebenarnya karena terlepas dari durasi penceritaan yang terlalu panjang, Verbinski mampu menggarap The Lone Ranger menjadi sebuah sajian western yang cukup menghibur.

(more…)

les-miserables-header

Walau ketika mendengar judul Les Misérables Anda kemungkinan besar akan langsung dapat membayangkan puluhan film adaptasi novel legendaris berjudul sama karya Victor Hugo yang telah dirilis sebelumnya – termasuk Les Misérables arahan Richard Boleslawski yang dirilis pada tahun 1935 dan berhasil mendapatkan nominasi di kategori Best Picture pada ajang Academy Awards, namun Les Misérables arahan Tom Hooper (The King’s Speech, 2010) adalah film layar lebar pertama yang merupakan adaptasi dari drama panggung musikal karya Alain Boublil dan Claude-Michel Schönberg yang telah begitu popular semenjak dipentaskan pada tahun 1985. Berbeda dengan film musikal kebanyakan, Hooper memperlakukan Les Misérables layaknya sebuah pertunjukan drama panggung: setiap dialog dan interaksi antar karakter disajikan dalam bentuk nyanyian serta setiap pemeran diharuskan untuk menyanyikan langsung dialog tersebut selama proses produksi Les Misérables berlangsung. Sebuah tantangan yang jelas memiliki resiko tinggi. Namun apakah Hooper mampu menghantarkan drama panggungnya sendiri dengan baik?

(more…)

Ucapan Ricky Gervais bahwa Johnny Depp adalah “the man who would literally wear anything Tim Burton tells him to” di ajang The 69th Annual Golden Globe Awards beberapa waktu yang lalu jelas bukanlah sebuah guyonan belaka. Semenjak Depp dan Burton memulai hubungan profesional mereka lewat Edward Scissorhands (1990), Depp telah menjadi salah satu aktor yang paling sering tampil dalam film-film Burton, dan kebanyakan dalam film-film tersebut, Depp diharuskan menjadi sesosok karakter yang aneh dengan kostum yang jauh dari kesan sederhana dan biasa. Setelah terakhir kali berperan sebagai The Mad Hatter dalam Alice in Wonderland (2010), kerjasama Depp dan Burton berlanjut pada Dark Shadows, sebuah film yang diadaptasi dari sebuah serial televisi klasik berjudul sama yang dulu sempat mengudara pada tahun 1966 hingga 1971.

(more…)

This is it! Setelah sebuah usaha untuk sedikit memperpanjang usia franchise film Harry Potter dengan membagi dua bagian akhir dari kisah Harry Potter and the Deathly Hallows, dunia kini tampaknya harus benar-benar mengucapkan salam perpisahan mereka pada franchise yang telah berusia satu dekade dan memberikan tujuh seri perjalanan yang mengagumkan ini. Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2 memiliki nada penceritaan yang menyerupai bagian awal kisahnya – yang sekaligus membuktikan bahwa Harry Potter and the Deathly Hallows adalah sebuah kesatuan penceritaan yang unik sekaligus akan memberikan efek emosional yang lebih mendalam jika diceritakan dalam satu bagian utuh. Pun begitu, dengan apa yang ia hantarkan di …The Deathly Hallows – Part 2, David Yates akan mampu memenuhi ekspektasi setiap orang tentang bagaimana final dari salah satu kisah yang paling dicintai di muka Bumi akan berakhir: EPIK!

(more…)

Baiklah, sebuah film dengan latar belakang cerita mengenai keluarga kerajaan Inggris, ditata dengan tata artistik yang sangat rapi dan begitu memikat, tata sinematografi yang begitu indah, tata kostum yang tak kalah menariknya, tata musik yang mengisi jiwa di setiap adegannya dan, tentu saja, deretan aktor dan aktris Inggris yang mampu menghidupkan setiap karakternya. Tanpa cela. Namun, deretan keberhasilan tersebut telah mampu dicapai banyak film sebelumnya. Apa yang membuat The King’s Speech begitu istimewa? Bukan. Bukan karena film ini memasukkan Inggris dimasa-masa menjelang Perang Dunia II atau karena film ini bercerita mengenai bagaimana cara King George VI menghadapi kesulitannya dalam berbicara. Bagian tersebut memang sangat menarik, namun tak ada faktor yang membuat The King’s Speech tampil begitu mempesona selain dari kisah persahabatan yang terbentuk antara King George VI dan terapisnya, Lionel Logue, yang akan mampu menyentuh siapapun yang menyaksikannya.

(more…)

Kemenangan The Social Network di ajang The 68th Annual Golden Globe Awards, yang sepertinya akan memastikan langkah film arahan David Fincher tersebut untuk meraih banyak penghargaan di ajang The 83rd Academy Awards mendatang, secara perlahan mulai mulai mendapatkan persaingan ketat dari film arahan sutradara Tom Hooper, The King’s Speech. Setelah The King’s Speech diumumkan sebagai film yang meraih nominasi terbanyak di ajang Academy Awards, berturut-turut, momentum kemenangan film tersebut mulai terupa di berbagai ajang penghargaan lainnya, termasuk dengan kemenangan Tom Hooper di ajang Directors Guild Awards baru-baru ini.

(more…)

Film arahan sutradara asal Inggris, Tom Hooper, The King’s Speech, memimpin daftar perolehan nominasi pada ajang penghargaan The 83rd Annual Academy Awards, dengan meraih 12 nominasi, termasuk nominasi Best Picture, Best Achievement in Directing untuk Hooper serta nominasi Best Actor in a Leading Role untuk aktor Colin Firth. Kesuksesan The King’s Speech tersebut diikuti oleh True Grit yang meraih 10 nominasi serta The Social Network dan Inception yang sama-sama meraih 8 nominasi. Keempat film tersebut akan bersaing untuk memenangkan kategori Best Picture bersama film Black Swan, The Fighter, The Kids Are All Right, 127 Hours, Toy Story 3 dan Winter’s Bone.

(more…)

Ajang penghargaan bagi insan perfilman dunia tertinggi, Academy Awards, siap digelar untuk ke-83 kalinya pada 27 Februari 2010 mendatang. Setelah beberapa ajang penghargaan perfilman lainnya digelar, sepertinya telah semakin jelas mengenai film dan siapa saja yang berada di barisan terdepan untuk merebut Academy Awards tahun ini. Menjelang pengumuman nominasi 83rd Academy Awards yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, At the Movies mencoba membuat sedikit analisis dan prediksi mengenai mereka yang kemungkinan besar akan mendapatkan nominasi pada delapan kategori utama.

(more…)

Indonesian Movie Bloggers Choice Awards 2011 Nominations List

Posted: January 14, 2011 in Awards, Indonesian Movie Bloggers Choice Awards, Movies, News
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Inception, Alangkah Lucunya (Negeri Ini) dan Sang Pencerah memimpin daftar perolehan nominasi Indonesian Movie Bloggers Choice Awards 2011. Untuk di kategori film berbahasa asing, Inception berhasil meraih sebanyak 14 nominasi dari 18 kategori yang tersedia. Jumlah tersebut unggul satu kategori dari film karya David Fincher, The Social Network, yang membuntuti dengan perolehan sebanyak 13 nominasi. Inception dan The Social Network sendiri akan berhadapan di banyak kategori termasuk di kategori Film Jawara, Sutradara Jawara serta Naskah Jawara. Kedua film tersebut akan bersaing dengan The Ghost Writer, Toy Story 3 dan Uncle Boonme who can Recall His Past Lives untuk memperebutkan gelar sebagai Film Jawara.

(more…)

Columbia Pictures sepertinya harus melakukan kampanye yang lebih giat lagi untuk mempromosikan film David Fincher, The Social Network, jika mereka tidak menginginkan film tersebut secara perlahan mulai tenggelam oleh kepopuleran The King’s Speech maupun The Fighter. Setelah “hanya” berhasil memperoleh enam nominasi di ajang The 68th Annual Golden Globe Awards, perolehan nominasi The Social Network di ajang The 17th Annual Screen Actors Guild Awards kali ini juga hanya mampu berdiri di belakang The King’s Speech dan The Fighter. Jika kedua film tersebut berhasil memimpin dengan meraih empat nominasi, maka The Social Network harus berpuas diri dengan hanya meraih dua nominasi.

(more…)