Lima tahun kemudian, banyak orang masih merasa penasaran mengapa Happy Feet (2006) mampu merebut Academy Awards di kategori Best Animated Feature dari tangan film-film animasi yang lebih superior seperti Cars (2006) dan Monster House (2006). Film animasi perdana karya sutradara asal Australia, George Miller, tersebut sebenarnya bukanlah sebuah karya yang buruk. Jalan cerita yang berkisah mengenai usaha seekor penguin untuk membuktikan kemampuan dirinya kepada orangtua dan anggota kelompoknya – dan disertai dengan banyak tarian dan nyanyian – mampu dirangkai dengan tampilan visual yang apik. Namun, jika dibandingkan tata visual yang dicapai Disney/Pixar lewat Cars – walaupun dituding memiliki jalan cerita yang tergolong lemah – serta usaha Sony Pictures untuk menghadirkan sebuah kisah horor yang ternyata mampu bekerja dengan baik pada Monster House, Happy Feet jelas berada pada beberapa tingkatan di bawah dua film animasi kompetitornya tersebut.
Posts Tagged ‘Hank Azaria’
Review: The Smurfs (2011)
Posted: October 7, 2011 in Movies, ReviewTags: Alan Cumming, Anton Yelchin, B. J. Novak, Frank Welker, Fred Armisen, Gary Basaraba, George Lopez, Hank Azaria, Jayma Mays, Jeff Foxworthy, Joan Rivers, Joel McCrary, John Kassir, John Oliver, Jonathan Winters, Katy Perry, Kenan Thompson, Liz Smith, Michael Musto, Movies, Neil Patrick Harris, Olivia Palermo, Paul Reubens, Raja Gosnell, Review, Sofía Vergara, The Smurfs, Tim Gunn, Tom Colicchio, Tom Kane, Wolfgang Puck
Well… penonton seharusnya tahu kualitas seperti apa yang akan mereka dapatkan ketika memilih untuk menyaksikan sebuah film yang disutradarai oleh seorang sutradara yang sebelumnya menghasilkan film-film semacam Scooby-Doo 2: Monsters Unleased (2004) dan Beverly Hills Chihuahua (2008). Bukan berarti bahwa film-film yang diarahkan oleh Raja Gosnell adalah film-film berkualitas buruk. Namun ketika Gosnell mengarahkan sebuah film yang bertendensi kuat untuk dipasarkan kepada para penonton muda dan mereka yang memang menggemari film-film keluarga sederhana, Gosnell memang kemudian mengarahkan filmnya secara keseluruhan hanya untuk dapat dinikmati oleh para target penonton film tersebut: dengan jalan cerita yang aman bahan cenderung klise, guyonan-guyonan khas film keluarga, karakter-karakter yang mengalahkan keluguan dari karakter-karakter protagonis di film-film animasi Walt Disney serta kemungkinan besar menutup adanya kemungkinan bagi para penonton dewasa untuk dapat menikmati film tersebut.
Review: Love and Other Drugs (2010)
Posted: January 11, 2011 in Movies, ReviewTags: Anne Hathaway, Edward Zwick, Gabriel Macht, George Segal, Hank Azaria, Jake Gyllenhaal, Jill Clayburgh, Josh Gad, Judy Greer, Love and Other Drugs, Movies, Oliver Platt, Review
Komedi romantis. Sebuah genre yang sama halnya seperti horor, terlalu sering mendapat eksplorasi dari para pembuat film yang sebenarnya tidak mampu melakukannya dan berakhir sebagai sebuah genre yang seringkali melahirkan film-film berkualitas kacangan… kalau tidak mau dikatakan buruk. Hollywood sendiri lebih sering merilis film komedi romantis yang diperuntukkan untuk kalangan muda. Adalah sangat langka untuk melihat sebuah film komedi romantis dengan naskah cerita bernada dewasa yang mampu menghibur sekaligus menghanyutkan setiap penontonnya akhir-akhir ini.














