Tidak mengejutkan, film karya sutradara M Night Shyamalan yang paling banyak menjadi bulan-bulanan Hollywood sepanjang tahun lalu, The Last Airbender, berhasil memimpin perolehan nominasi Razzie Awards dengan perolehan sebanyak 9 nominasi. Yang cukup mengejutkan, setelah melalui dua film yang juga sama mengesalkannya, Razzie akhirnya berani untuk memberikan perhatian yang lebih pada franchise Twilight. Seri terakhir franchise tersebut, The Twilight Saga: Eclipse juga memperoleh perolehan nominasi yang sama dengan The Last Airbender, 9 nominasi.
Posts Tagged ‘Gulliver’s Travel’
A Year in Review: Worst Movies of 2010
Posted: December 31, 2010 in Movies, Personal, Review, Top 10Tags: Cop Out, D'Love, Extraordinary Measures, Furry Vengeance, Gulliver's Travel, Istri Bo'ongan, Kabayan Jadi Milyuner, Laskar Pemimpi, Lihat Boleh Pegang Jangan, Melodi, Movies, Obama Anak Menteng, Pengantin Topeng, Possession, Ratu Kostmopolitan, Red CobeX, Review, The Bounty Hunter, The Experiment, Top 10, Valentine's Day, Vampires Suck, When In Rome
Di antara ratusan judul yang dirilis di layar bioskop setiap tahunnya, tentu saja tidak secara keseluruhan yang mampu memenuhi harapan kualitas setiap penontonnya. Beberapa kali, penonton akan dihadapkan pada situasi ketika mereka mengharapkan sesuatu yang lebih dari sebuah film yang akan mereka tonton, namun kemudian harus menghadapi kenyataan bahwa film tersebut ternyata… sangat buruk setelah ditonton – yang membuat beberapa di antara beberapa penonton berharap bahwa mereka dapat mengulang kembali waktu dan berharap mereka tidak melakukan kesalahan yang sama.
Review: Gulliver’s Travel (2010)
Posted: December 24, 2010 in Movies, ReviewTags: Amanda Peet, Billy Connolly, Catherine Tate, Chris O'Dowd, Emily Blunt, Gulliver's Travel, Jack Black, Jason Segel, Movies, Ozzy Osbourne, Review, Rob Letterman, T. J. Miller
Di tahun 1726, penulis Jonathan Swift merilis sebuah novel berjudul Gulliver’s Travel, yang tidak hanya merupakan sebuah novel yang berisi banyak cerita dengan tingkat imajinasi yang tinggi, namun juga berisi banyak sindiran-sindiran sosial mengenai kehidupan masyarakat di kala itu. Novel itu kemudian meraih kesuksesan besar, tidak hanya berhasil memperoleh banyak pujian dari para kritikus sastra, namun juga digemari oleh banyak pembacanya. Tidak mengherankan jika kemudian novel ini banyak diadaptasi ke dalam bentuk serial radio, televisi maupun film.














