Jika saja tidak didukung nama besar sebuah perusahaan es krim, mungkin harapan untuk menyaksikan sebuah sekuel bagi film animasi Paddle Pop Begins: Petualangan Singa Pemberani (2012) tidak akan pernah terwujud. Bagaimana tidak? Jika dilirik dari kualitas presentasi cerita dan tata visualnya, Paddle Pop Begins: Petualangan Singa Pemberani berada dalam kualitas yang sangat menyedihkan. Tidak hanya hadir dengan jalan cerita yang dangkal namun juga gagal memberikan kualitas yang kuat dari presentasi visualnya yang terlihat begitu kasar di tampilan layar lebar. Dari segi komersial juga Paddle Pop Begins: Petualangan Singa Pemberani tidak dapat berkata banyak. Hanya ditonton segelintir orang dan bertahan di layar bioskop Indonesia dalam waktu yang relatif singkat. Well… jangka waktu setahun ternyata cukup bagi tim dibalik layar seri ini untuk memperbaiki beberapa kekurangannya. Masih hadir dengan tim produksi yang sama, Paddle Pop Begins: Petualangan Singa Pemberani 2 secara mengejutkan mampu muncul dengan kualitas visual yang benar-benar terpoles dengan rapi serta kualitas cerita yang begitu meningkat. Paddle Pop is back!
Posts Tagged ‘Giring Ganesha’
Review: Paddle Pop Begins: Petualangan Singa Pemberani 2 (2013)
Posted: March 19, 2013 in Movies, ReviewTags: Alvaro Maldini Siregar, Asian Cinema, Bastian Bintang Simbolon, Giring Ganesha, Indonesian Cinema, Iqbaal Dhiafakhri Ramadhan, Lee Croudy, Movies, Paddle Pop Begins: Petualangan Singa Pemberani 2, Petualangan Singa Pemberani 2, Putri Titian, Review, Salvador Simo, Teuku Rizky Muhammad
Review: Paddle Pop Begins: Petualangan Singa Pemberani (2012)
Posted: September 8, 2012 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Giring Ganesha, Indonesian Cinema, Lee Croudy, Movies, Paddle Pop Begins, Paddle Pop Begins: Petualangan Singa Pemberani, Petualangan Singa Pemberani, Putri Titian, Review, Salvador Simo
Diproduksi oleh perusahaan es krim Wall’s untuk mempromosikan produknya yang bernama sama, Paddle Pop Begins: Petualangan Singa Pemberani merupakan film pertama dari seri animasi Paddle Pop Begins yang dirilis langsung ke layar lebar – setelah pada beberapa seri sebelumnya hanya dirilis dalam bentuk home video. Sebagai sebuah film yang berasal dari genre yang masih sangat jarang dieksplorasi oleh para pembuat film Indonesia, pilihan untuk merilis Paddle Pop Begins: Petualangan Singa Pemberani ke pangsa pasar yang lebih luas jelas merupakan langkah yang berani. Sayangnya, film yang diarahkan oleh duo Salvador Simo dan Lee Croudy ini masih belum mampu menunjukkan keistimewaan yang berarti. Bahkan, jika dilihat dari kualitas cerita dan visual yang ditampilkan, Paddle Pop Begins: Petualangan Singa Pemberani bahkan dapat dipandang sebagai sebuah karya yang buruk.
Review: Sang Pencerah (2010)
Posted: September 12, 2010 in Movies, ReviewTags: Abdurrahman Arif, Agus Kuncoro, Alex Komang, Asian Cinema, Dennis Adhiswara, Giring Ganesha, Hanung Bramantyo, Ihsan Tarore, Ikranegara, Indonesian Cinema, Joshua Suherman, Lukman Sardi, Mario Irwinsyah, Movies, Review, Ricky Perdana, Sang Pencerah, Sitok Srengenge, Slamet Rahardjo, Sudjiwo Tedjo, Yati Surachman, Zaskia Adya Mecca
Berbeda dengan banyak rumah produksi di Hollywood, yang sepertinya selalu dapat mengandalkan karya yang berisi kisah biopik untuk dapat meraup banyak penghargaan dari berbagai ajang festival, sineas Indonesia sepertinya masih merasa bahwa biopik adalah sebuah genre film yang selain susah untuk direalisasikan, juga salah satu genre yang sulit untuk dipasarkan. Tercatat semenjak era kebangkitan kembali film Indonesia di awal tahun 2000, hanya ada dua film yang berasal dari genre ini, Marsinah (Cry Justice) (2001) karya aktor sekaligus sutradara Slamet Rahardjo serta Gie (2005) yang disutradarai oleh Riri Riza.















