Posts Tagged ‘Giorgino Abraham’

Aku Cinta Kamu (Starvision/Upbeat Publishing/Indie Pictures, 2014)

Aku Cinta Kamu (Starvision/Upbeat Publishing/Indie Pictures, 2014)

Aku Cinta Kamu adalah sebuah omnibus yang berisikan empat film pendek yang diarahkan oleh empat sutradara berbeda. Persamaan antara keempat film pendek tersebut? Seluruh film pendek yang mengisi Aku Cinta Kamu naskah ceritanya ditulis oleh Cassandra Massardi (Slank Nggak Ada Matinya, 2013) berdasarkan lagu-lagu yang ditulis oleh Satriyo Yudi Wahono – sosok yang di blantika musik Indonesia lebih dikenal dengan sebutan Piyu. Well… seperti yang mungkin dapat digambarkan banyak penonton dari judul film ini, Aku Cinta Kamu berniat untuk memberikan gambaran mengenai berbagai peristiwa besar nan dramatis yang dapat terjadi dalam kehidupan manusia akibat dipicu dari penggunaan kalimat sederhana “aku cinta kamu”. Sounds romantic? Mungkin saja. Sayangnya, kecuali Anda menganggap kedangkalan penceritaan, pengarahan yang lemah, akting yang kaku dan jauh dari meyakinkan adalah sesuatu hal yang romantis, maka Anda kemungkinan besar tidak akan menemukan satupun sentuhan romansa dalam jalan penceritaan Aku Cinta Kamu.

(more…)

Well… sepertinya tidak ada yang dapat menghentikan langkah Hanung Bramantyo untuk terus merilis film-filmnya. Setelah merilis dua film yang lumayan berhasil merebut kesuksesan komersial, Tanda Tanya dan Tendangan Dari Langit, kini sutradara pemenang Piala Citra ini kembali lagi dengan film ketiganya untuk tahun ini, Pengejar Angin. Berbeda dengan dua film sebelumnya, Hanung kali ini berbagi kredit penyutradaraan bersama Hestu Saputra, sutradara berusia 26 tahun yang dahulu pernah menjadi asisten Hanung ketika mengarahkan Get Married 2 (2009). Sayangnya, meskipun telah melibatkan dua nama dalam pengarahan filmnya, naskah cerita Pengejar Angin yang ditulis oleh Ben Sihombing (Senggol Bacok, 2010) harus diakui terlalu lemah dengan banyaknya lubang-lubang penceritaan yang dapat ditemukan di sepanjang penceritaan film.

(more…)

Cukup mengherankan untuk melihat betapa sedikitnya film-film yang bertemakan olahraga sepakbola digarap oleh para sineas perfilman Indonesia mengingat betapa fanatiknya hampir seluruh warga negara negeri ini terhadap salah satu olahraga tertua di dunia tersebut. Hanung Bramantyo, sutradara pemenang dua Piala Citra dari ajang Festival Film Indonesia sebagai Sutradara Terbaik dan baru saja mengukir kesuksesan dengan film Tanda Tanya yang dirilis awal tahun ini, mencoba mengisi kekosongan film-film bertema olahraga sepakbola tersebut dengan merilis Tendangan Dari Langit. Dengan naskah yang ditulis oleh Fajar Nugros (Si Jago Merah, 2008), Hanung kembali membuktikan kepiawaiannya untuk bercerita banyak hal mengenai kehidupan namun ditampilkan secara ringan dan lepas yang menjadikan Tendangan Dari Langit – seperti halnya film-film karya Hanung lainnya – begitu mudah untuk dinikmati.

(more…)