Posts Tagged ‘Gerard Butler’

300: Rise of an Empire (Warner Bros. Pictures/Legendary Pictures/Cruel & Unusual Films/Atmosphere Entertainment MM/Hollywood Gang Productions/Nimar Studios, 2014)

300: Rise of an Empire (Warner Bros. Pictures/Legendary Pictures/Cruel & Unusual Films/Atmosphere Entertainment MM/Hollywood Gang Productions/Nimar Studios, 2014)

Diadaptasi dari novel grafis yang belum dipublikasikan karya Frank Miller yang berjudul Xerxes, 300: Rise of an Empire adalah sebuah prekuel sekaligus sekuel bagi film arahan Zack Snyder berjudul 300 yang berhasil meraih sukses secara komersial ketika dirilis pada tahun 2007 silam. Meskipun Snyder masih bertanggungjawab sebagai penulis naskah bersama dengan Kurt Johnstad, kursi penyutradaraan untuk 300: Rise of an Empire sendiri kini diduduki oleh Noam Murro yang sebelumnya hanya pernah mengarahkan film drama komedi Smart People di tahun 2008. Tidak banyak hal yang berubah dalam kualitas penceritaan maupun tampilan visual 300: Rise of an Empire jika dibandingkan dengan seri pendahulunya. Murro jelas terasa masih begitu mengandalkan berbagai trik yang pernah digunakan Snyder untuk memaksimalkan tampilan film yang ia arahkan. Bukan sebuah hal yang buruk. Mereka yang menggemari 300 jelas masih akan sangat mengapresiasi kualitas produk akhir yang dihasilkan Murro – meskipun repetisi dalam departemen penulisan cerita kemungkinan besar juga akan memberikan kejenuhan pada sebagian penonton lainnya.

(more…)

Olympus-Has-Fallen-Header

Oh. Berbicara mengenai nasionalisme/patriotisme, film arahan sutradara Antoine Fuqua (Brooklyn’s Finest, 2010) yang berjudul Olympus Has Fallen ini juga mengangkat tema penceritaan yang sama. Hanya saja, daripada menghadirkan kisah mengenai seorang pelajar sekolah dasar yang berusaha mewujudkan obsesi sang kakek mengenai bendera negaranya, Olympus Has Fallen mengisahkan mengenai seorang mantan agen rahasia Amerika Serikat yang berjuang dalam melawan aksi terorisme yang berusaha memecah keutuhan negaranya. Sendirian. Terdengar seperti kisah dari salah satu seri franchise Die Hard (1988 – 2013)? Tentu! Dan rasanya setiap orang akan begitu familiar dengan jalan cerita tersebut. Pun begitu, dengan arahan Fuqua yang kuat atas intensitas presentasi aksi dalam film ini serta penampilan apik dari seluruh jajaran pengisi departemen aktingnya, khususnya Gerard Butler, Olympus Has Fallen mampu menjelma menjadi sebuah film aksi yang dapat dengan mudah menarik dan menahan perhatian setiap penontonnya secara penuh dalam 120 menit pengisahan ceritanya.

(more…)

Ada banyak cara yang dapat Anda lakukan ketika ingin mengadaptasi sebuah karya literatur milik William Shakespeare menjadi sebuah film. Untuk Coriolanus, Ralph Fiennes – aktor watak asal Inggris yang untuk pertama kalinya duduk di kursi penyutradaraan – memindahkan latar belakang waktu dari penceritaan Coriolanus ke masa modern namun masih tetap mempertahankan penggunaan dialog-dialog asli yang terdapat dalam naskah drama panggung yang ditulis oleh Shakespeare pada sekitar tahun 1605 hingga 1608 tersebut. Perpaduan antara unsur klasik dan modern yang diterapkan oleh Fiennes inilah yang kemudian membuat Coriolanus mampu berjalan dinamis dalam menghantarkan penceritaannya.

(more…)

Machine Gun Preacher adalah sebuah film yang jalan ceritanya diinspirasi dari kisah nyata kehidupan Sam Childers, seorang pria mantan penjahat/pengedar/pengguna narkotika dan obat-obatan terlarang yang kemudian berhasil ‘menemukan’ Tuhan ketika ia sedang berada dalam titik terendah dalam kehidupan yang ia jalani. Merasa terpanggil oleh Tuhan, Childers lalu berangkat untuk menolong warga Sudan Selatan yang sedang terjebak dalam sebuah konflik perang. Kehidupan Childers dipenuhi dengan berbagai drama emosional yang akan mampu menyentuh dan menginspirasi banyak orang yang mendengarnya. Sementara itu, Machine Gun Preacher, film arahan Marc Forster (Quantum of Solace, 2008), yang mengadaptasi sekelumit kisah hidup Childers, sayangnya terjebak dengan begitu banyak formula penceritaan tradisional dari film-film yang bertema sama dan akhirnya justru gagal menyampaikan ikatan emosional dari kisah hidup Childers pada penonton film ini.

(more…)

Tidak mengejutkan, film karya sutradara M Night Shyamalan yang paling banyak menjadi bulan-bulanan Hollywood sepanjang tahun lalu, The Last Airbender, berhasil memimpin perolehan nominasi Razzie Awards dengan perolehan sebanyak 9 nominasi. Yang cukup mengejutkan, setelah melalui dua film yang juga sama mengesalkannya, Razzie akhirnya berani untuk memberikan perhatian yang lebih pada franchise Twilight. Seri terakhir franchise tersebut, The Twilight Saga: Eclipse juga memperoleh perolehan nominasi yang sama dengan The Last Airbender, 9 nominasi.

(more…)

The Bounty Hunter adalah sebuah film drama komedi romantis, yang juga menyelipkan beberapa adegan action di dalam jalan ceritanya, dan disutradarai oleh Andy Tennant. Nama tersebut terdengar familiar? Tentu saja, Tennant adalah sutradara yang dapat dinilai cukup berpengalaman dalam menangani genre semacam ini mengingat resumenya yang berisi film-film bertema serupa seperti Ever After (1998), Sweet Home Alabama (2002) dan Hitch (2005).

(more…)

Harus diakui, sebagai sebuah perusahaan yang pada awalnya menjadi saingan terberat Pixar dalam merebut pasar pecinta film-film animasi, DreamWorks Animation terasa sangat ketinggalan akhir-akhir ini. Memang, dari segi pendapatan, DreamWorks seringkali mengungguli hasil perolehan komersial film-film rilisan Pixar. Namun dari segi kualitas yang diberikan? Hanya seri pertama dan kedua dari Shrek yang mampu memberikannya.

(more…)