Posts Tagged ‘George Lopez’

the-smurfs-2-header

Well… terlepas dari banyak kritikan yang menyudutkan kualitas penceritaan The Smurfs (2011), film animasi produksi Columbia Pictures tersebut berhasil memperoleh pendapatan komersial sebesar lebih dari US$563 juta dari masa peredarannya di seluruh dunia. Dan tentu saja, seperti layaknya yang terjadi pada hampir seluruh film sukses yang diproduksi oleh Hollywood, The Smurfs lantas mendapatkan imbalannya: sebuah sekuel! Kembali diarahkan oleh Raja Gosnell, The Smurfs 2 sebenarnya masih menawarkan sebuah formula cerita keluarga yang sepertinya benar-benar ditujukan agar dapat dengan mudah dikonsumsi oleh para penonton muda. Untungnya, tidak seperti The Smurfs yang terlihat bermalas-malasan dalam membangun ceritanya, The Smurfs 2 mampu tampil dengan ikatan cerita tentang ayah dan anak yang cukup kuat. Bukan sebuah perubahan yang drastis, namun jelas berhasil menunjukkan adanya sedikit peningkatan dalam kualitas performa penceritaannya.

(more…)

Sukses dengan franchise Ice Age (2002 – 2009) yang berhasil meraih pendapatan lebih dari US$1, 8 milyar dari perilisan tiga serinya, sutradara Carlos Saldanha kembali berkolaborasi bersama Blue Sky Studios untuk memproduksi Rio. Dalam film ini, penonton akan dikenalkan kepada Blu (Jesse Eisenberg), seekor burung makaw biru yang dulunya diselundupkan dari Rio de Janeiro, Brazil, sebelum akhirnya ditemukan dan kemudian dirawat oleh Linda Gunderson (Leslie Mann). Walaupun cerdas, Blu yang sama sekali tidak pernah berinteraksi dengan sesama burung lainnya, akhirnya memiliki kepribadian yang tertutup pada orang lain, cenderung ceroboh dan sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk terbang.

(more…)

Well… penonton seharusnya tahu kualitas seperti apa yang akan mereka dapatkan ketika memilih untuk menyaksikan sebuah film yang disutradarai oleh seorang sutradara yang sebelumnya menghasilkan film-film semacam Scooby-Doo 2: Monsters Unleased (2004) dan Beverly Hills Chihuahua (2008). Bukan berarti bahwa film-film yang diarahkan oleh Raja Gosnell adalah film-film berkualitas buruk. Namun ketika Gosnell mengarahkan sebuah film yang bertendensi kuat untuk dipasarkan kepada para penonton muda dan mereka yang memang menggemari film-film keluarga sederhana, Gosnell memang kemudian mengarahkan filmnya secara keseluruhan hanya untuk dapat dinikmati oleh para target penonton film tersebut: dengan jalan cerita yang aman bahan cenderung klise, guyonan-guyonan khas film keluarga, karakter-karakter yang mengalahkan keluguan dari karakter-karakter protagonis di film-film animasi Walt Disney serta kemungkinan besar menutup adanya kemungkinan bagi para penonton dewasa untuk dapat menikmati film tersebut.

(more…)

Tidak mengejutkan, film karya sutradara M Night Shyamalan yang paling banyak menjadi bulan-bulanan Hollywood sepanjang tahun lalu, The Last Airbender, berhasil memimpin perolehan nominasi Razzie Awards dengan perolehan sebanyak 9 nominasi. Yang cukup mengejutkan, setelah melalui dua film yang juga sama mengesalkannya, Razzie akhirnya berani untuk memberikan perhatian yang lebih pada franchise Twilight. Seri terakhir franchise tersebut, The Twilight Saga: Eclipse juga memperoleh perolehan nominasi yang sama dengan The Last Airbender, 9 nominasi.

(more…)

Ahhh… Valentine’s Day. Sebuah hari dimana seluruh umat manusia sepertinya telah ditakdirkan untuk berbicara mengenai segala yang berkaitan dengan cinta. Di lain pihak, bagi sebuah industri seperti Hollywood, Valentine’s Day juga menjadi sebuah waktu yang tepat untuk merilis film-film manis yang bertemakan cinta.

(more…)