Posts Tagged ‘Geoffrey Rush’

Bahkan dengan keberadaan empat orang penulis naskah yang mencoba untuk mengadaptasi kisah dari sebuah seri komik yang telah diterbitkan semenjak tahun 1940, Green Lantern terasa bagaikan sebuah film yang hadir dengan naskah cerita yang begitu dangkal. Masalah utama dari naskah cerita yang disusun oleh Greg Berlanti, Michael Green, Marc Guggenheim dan Michael Goldenberg ini adalah mereka seperti mencoba untuk memadukan seluruh formula yang biasanya ditemukan dalam film-film bertema superhero ke dalam satu susunan naskah cerita. Sayangnya, hal itu kemudian berjalan dengan buruk ketika mereka seperti lupa untuk membangun karakterisasi setiap tokoh dengan baik, plot cerita yang menarik serta alur cerita yang memikat. Ketika permasalahan itu semakin diperburuk oleh sutradara Martin Campbell (Edge of Darkness, 2010) yang sepertinya lebih tertarik untuk menampilkan kekuatan special effect daripada jalan cerita, jadilah Green Lantern terasa bagaikan sebuah perjalanan panjang yang datar dan cenderung membosankan untuk diikuti.

(more…)

Kritikus film dunia mungkin telah lelah untuk menghadapi franchise Pirates of the Caribbean. Ketika seri ketiga dari franchise tersebut, Pirates of the Caribbean: At World’s End, dirilis pada empat tahun lalu, seri tersebut mendapatkan kritikan tajam atas penulisan naskahnya yang semakin datar dengan kehadiran (terlalu) banyak karakter pendukung yang sayangnya kemudian gagal untuk mendapatkan pengembangan lebih lanjut. Pun begitu, penonton sepertinya telah begitu jatuh cinta dengan karakter Captain Jack Sparrow dan deretan petualangan gila yang ia hadapi. Pirates of the Caribbean: At World’s End memang menjadi seri dengan penerimaan kualitas paling rendah dari para kritikus film dalam franchise yang diadaptasi dari salah satu arena permainan di Disneyland tersebut. Namun, secara komersial, film tersebut berhasil mengumpulkan pendapatan sejumlah lebih dari US$900 juta dari masa peredarannya di seluruh dunia.

(more…)

The Warrior’s Way sebenarnya memiliki potensi cukup besar untuk menjadi sebuah film yang dapat tampil menghibur, khususnya bagi mereka yang memang menggemari film-film yang memasukkan unsur martial arts ke dalam jalan ceritanya. Sutradara, Sngmo Lee, bahkan memulai The Warrior’s Way dengan cukup mengesankan: berisi narasi yang memperkenalkan sang karakter utama, dan dilanjutkan dengan adegan pertarungan dengan menggunakan special effect a la 300 (2007). Sayangnya, film ini kemudian tenggelam dengan berbagai hal klise yang terdapat di berbagai sudut jalan cerita serta karakterisasi yang terlalu dangkal untuk setiap karakter yang membuat The Warrior’s Way semakin kurang menarik untuk diikuti.

(more…)

Baiklah, sebuah film dengan latar belakang cerita mengenai keluarga kerajaan Inggris, ditata dengan tata artistik yang sangat rapi dan begitu memikat, tata sinematografi yang begitu indah, tata kostum yang tak kalah menariknya, tata musik yang mengisi jiwa di setiap adegannya dan, tentu saja, deretan aktor dan aktris Inggris yang mampu menghidupkan setiap karakternya. Tanpa cela. Namun, deretan keberhasilan tersebut telah mampu dicapai banyak film sebelumnya. Apa yang membuat The King’s Speech begitu istimewa? Bukan. Bukan karena film ini memasukkan Inggris dimasa-masa menjelang Perang Dunia II atau karena film ini bercerita mengenai bagaimana cara King George VI menghadapi kesulitannya dalam berbicara. Bagian tersebut memang sangat menarik, namun tak ada faktor yang membuat The King’s Speech tampil begitu mempesona selain dari kisah persahabatan yang terbentuk antara King George VI dan terapisnya, Lionel Logue, yang akan mampu menyentuh siapapun yang menyaksikannya.

(more…)

Kemenangan The Social Network di ajang The 68th Annual Golden Globe Awards, yang sepertinya akan memastikan langkah film arahan David Fincher tersebut untuk meraih banyak penghargaan di ajang The 83rd Academy Awards mendatang, secara perlahan mulai mulai mendapatkan persaingan ketat dari film arahan sutradara Tom Hooper, The King’s Speech. Setelah The King’s Speech diumumkan sebagai film yang meraih nominasi terbanyak di ajang Academy Awards, berturut-turut, momentum kemenangan film tersebut mulai terupa di berbagai ajang penghargaan lainnya, termasuk dengan kemenangan Tom Hooper di ajang Directors Guild Awards baru-baru ini.

(more…)

Film arahan sutradara asal Inggris, Tom Hooper, The King’s Speech, memimpin daftar perolehan nominasi pada ajang penghargaan The 83rd Annual Academy Awards, dengan meraih 12 nominasi, termasuk nominasi Best Picture, Best Achievement in Directing untuk Hooper serta nominasi Best Actor in a Leading Role untuk aktor Colin Firth. Kesuksesan The King’s Speech tersebut diikuti oleh True Grit yang meraih 10 nominasi serta The Social Network dan Inception yang sama-sama meraih 8 nominasi. Keempat film tersebut akan bersaing untuk memenangkan kategori Best Picture bersama film Black Swan, The Fighter, The Kids Are All Right, 127 Hours, Toy Story 3 dan Winter’s Bone.

(more…)

Ajang penghargaan bagi insan perfilman dunia tertinggi, Academy Awards, siap digelar untuk ke-83 kalinya pada 27 Februari 2010 mendatang. Setelah beberapa ajang penghargaan perfilman lainnya digelar, sepertinya telah semakin jelas mengenai film dan siapa saja yang berada di barisan terdepan untuk merebut Academy Awards tahun ini. Menjelang pengumuman nominasi 83rd Academy Awards yang akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan, At the Movies mencoba membuat sedikit analisis dan prediksi mengenai mereka yang kemungkinan besar akan mendapatkan nominasi pada delapan kategori utama.

(more…)