Dengan naskah yang ditulis oleh dirinya sendiri bersama John Krasinski, berdasarkan susunan cerita karya Dave Eggers (Where the Wild Things Are, 2009), Promised Land sebenarnya direncanakan akan menjadi debut penyutradaraan bagi aktor Matt Damon. Sayangnya, kesibukan dan komitmennya dengan film-film lain kemudian memaksa Damon untuk melepas posisinya sebagai sutradara – walaupun ia masih tetap akan berperan sebagai aktor utama sekaligus produser bagi film ini. Damon lalu menghubungi Gus Van Sant – yang sebelumnya pernah mengarahkannya dalam film Good Will Hunting (1997) – untuk menggantikan posisinya. Singkat cerita, Van Sant menyetujui permintaan Damon dan akhirnya memulai proses produksi Promised Land pada April 2012 yang lalu.
Posts Tagged ‘Frances McDormand’
Review: Promised Land (2012)
Posted: January 9, 2013 in Movies, ReviewTags: Frances McDormand, Gus Van Sant, Hal Holbrook, John Krasinski, Matt Damon, Movies, Promised Land, Review, Rosemarie DeWitt, Scoot McNairy, Terry Kinney, Titus Welliver
Review: Moonrise Kingdom (2012)
Posted: December 25, 2012 in Movies, ReviewTags: Andreas Sheikh, Bill Murray, Bob Balaban, Bruce Willis, Chandler Frantz, Charlie Kilgore, Edward Norton, Frances McDormand, Gabriel Rush, Harvey Keitel, Jared Gilman, Jason Schwartzman, Kara Hayward, L.J. Foley, Larry Pine, Lucas Hedges, Moonrise Kingdom, Movies, Review, Rob Campbell, Seamus Davey-Fitzpatrick, Tilda Swinton, Tommy Nelson, Wes Anderson
Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Wes Anderson bersama Roman Coppola – yang sebelumnya pernah bekerjasama dalam menuliskan naskah cerita The Darjeeling Limited (2007), Moonrise Kingdom bercerita mengenai perjalanan cinta pertama yang dialami oleh dua karakter utama cerita film dan bagaimana kisah cinta tersebut kemudian mempengaruhi orang-orang yang berada di sekitar mereka. Seperti halnya film-film yang pernah dibuat oleh Anderson sebelumnya, Moonrise Kingdom juga diceritakan lewat nada penceritaan black comedy yang kental melalui perantaraan deretan dialog bernuansa quirky serta karakter-karakter yang dipenuhi dengan rasa sensitivitas yang tinggi – sebuah formula khas yang selalu diterapkan oleh Anderson, namun kembali terbukti dapat tetap memberikan daya tarik yang kuat bagi penonton filmnya.
Review: Transformers: Dark of the Moon (2011)
Posted: August 6, 2011 in Movies, ReviewTags: Alan Tudyk, Bill O'Reilly, Buzz Aldrin, Charlie Adler, Elya Baskin, Frances McDormand, Francesco Quinn, Frank Welker, George Coe, Glenn Morshower, Greg Berg, Hugo Weaving, James Remar, Jess Harnell, John DiMaggio, John Malkovich, John Turturro, Josh Duhamel, Julie White, Keith Szarabajka, Ken Jeong, Kevin Dunn, Leonard Nimoy, Lester Speight, Michael Bay, Movies, Patrick Dempsey, Peter Cullen, Reno Wilson, Review, Robert Foxworth, Ron Bottitta, Rosie Huntington-Whiteley, Shia LaBeouf, Tom Kenny, Transformers: Dark of the Moon, Tyrese Gibson
Adalah sebuah pengetahuan umum bagi setiap pecinta film di dunia bahwa Michael Bay adalah seorang sutradara yang sangat handal ketika ia menghantarkan sebuah film yang disertai dengan begitu banyak adegan ledakan yang memerlukan tingkat pengarahan special effect yang tinggi. Namun, merupakan rahasia umum pula bahwa dalam setiap film-film yang diarahkan oleh Bay, tidak seorangpun seharusnya mengharapkan adanya pengembangan karakter yang jelas, kontinuitas jalan cerita yang terjaga maupun aliran emosi yang akan mampu membuat penonton peduli dengan apa yang terjadi pada setiap karakter di film yang mereka tonton. Transformers: Dark of the Moon sepertinya menjadi sebuah pembuktian kembali atas kenyataan tersebut.















