Jika ada satu hal yang dapat dibuktikan oleh film-film seorang Terrence Malick seperti Days of Heaven (1978), The Thin Red Line (1998) dan The New World (2005) – selain fakta bahwa film ‘berkelas tinggi’ tidak datang dalam jangka waktu yang singkat – adalah para penonton tidak akan pernah dapat mengharapkan Malick bercerita secara lugas dalam setiap film-filmnya. Film-film Malick mampu untuk menggerakkan imajinasi dan emosi setiap penontonnya, namun tidak dengan deretan dialog maupun adegan yang terjadi antara setiap karakter di dalan jalan cerita film tersebut. Jalan pemikiran Malick terlalu ‘cerdas’ untuk dapat dibaca dengan mudah. Malick lebih memilih untuk bereksperimen lewat deretan gambar-gambar yang ia hadirkan untuk bercerita kemudian menghasilkan ribuan interpretasi tersendiri bagi para penontonnya.
Posts Tagged ‘Fiona Shaw’
Review: The Tree of Life (2011)
Posted: September 20, 2011 in Movies, ReviewTags: Brad Pitt, Crystal Mantecon, Dustin Allen, Fiona Shaw, Hunter McCracken, Jackson Hurst, Jessica Chastain, Joanna Going, Kari Matchett, Kimberly Whalen, Laramie Eppler, Michael Showers, Movies, Review, Sean Penn, Tamara Jolaine, Terrence Malick, The Tree of Life, Tye Sheridan
Review: Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1 (2010)
Posted: November 20, 2010 in Movies, ReviewTags: Alan Rickman, Bill Nighy, Bonnie Wright, Brendan Gleeson, Clémence Poésy, Daniel Radcliffe, David O’Hara, David Thewlis, David Yates, Emma Watson, Evanna Lynch, Fiona Shaw, Frances de la Tour, Harry Potter and the Deathly Hallows - Part 1, Hazel Douglas, Helen McCrory, Helena Bonham Carter, Imelda Staunton, James Phelps, Jamie Campbell Bower, Jason Isaacs, John Hurt, Julie Walters, Mark Williams, Matthew Lewis, Michael Gambon, Miranda Richardson, Movies, Natalia Tena, Oliver Phelps, Ralph Fiennes, Review, Rhys Ifans, Richard Griffiths, Robbie Coltrane, Rupert Grint, Simon McBurney, Timothy Spall, Toby Jones, Tom Felton, Warwick Davis
Sejujurnya, ide untuk membagi bagian akhir dari adaptasi dari kisah petualangan Harry Potter, Harry Potter and the Deathly Hallows, menjadi dua bagian adalah murni alasan komersial belaka daripada untuk menangkap seluruh esensi cerita dari novelnya. Hal ini, sayangnya, sangat terbukti dengan apa yang diberikan oleh sutradara David Yates lewat Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1. Filmnya sendiri berjalan cukup baik, namun dengan durasi sepanjang 146 menit, Yates terlalu banyak mengisi bagian pertama kisah ini dengan berbagai detil yang sebenarnya tidak diperlukan di dalam cerita, yang membuat …The Deathly Hallows – Part 1 terasa sebagai sebuah film dengan kisah yang sebenarnya singkat namun diulur sedemikian panjang untuk memenuhi kuota waktu penayangan.














