Jelas akan ada beberapa kekhawatiran bagi sebagian orang sebelum mereka menyaksikan Fallin’ in Love: film drama romansa ini diarahkan oleh Findo Purnomo HW – yang sebelumnya mengarahkan film-film seperti Love in Perth (2010), Lihat Boleh, Pegang Jangan (2010) dan Ayah, Mengapa Aku Berbeda (2011), naskah cerita yang ditulis oleh Alim Sudio – yang bertanggungjawab atas keberadaan jalan cerita film Air Terjun Pengantin (2009), Lihat Boleh, Pegang Jangan (2010) dan Pupus (2011), serta diproduseri oleh Firman Bintang – yang, sejujurnya, sama sekali belum pernah menjadi seorang produser bagi film yang dapat disebut berkualitas. Tiga kombinasi yang berbahaya dan… Anda dapat menebak bagaimana kualitas akhir Fallin’ in Love bahkan semenjak sepuluh menit pertama film ini dimulai.
Posts Tagged ‘Findo Purnomo HW’
Review: Fallin’ in Love (2012)
Posted: September 21, 2012 in Movies, ReviewTags: Adly Fairuz, Agesh Palmer, Asian Cinema, Boy William, Fallin' in Love, Findo Purnomo HW, Indonesian Cinema, Jerry Likumahuwa, Mikha Tambayong, Movies, Review, Yati Surachman
Review: My Blackberry Girlfriend (2011)
Posted: December 30, 2011 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Daus Separo, Fathir Muchtar, Findo Purnomo HW, Hardi Fadhillah, Indonesian Cinema, Keith Foo, Luna Maya, Movies, My Blackberry Girlfriend, Review
Walau telah dikenal atas novelnya yang berjudul Gaby dan Lagunya yang kemudian sempat difilmkan pada tahun 2010, nama Agnes Danovar benar-benar menjadi pusat perhatian para penggemar film Indonesia setelah novelnya, Surat Kecil Untuk Tuhan, difilmkan dan kemudian meraih sukses luar biasa – dan hingga saat ini masih tercatat sebagai film Indonesia dengan raihan jumlah penonton terbesar sepanjang tahun 2011. Tidak mengherankan bila novel-novel karyanya yang lain, yang sebenarnya telah meraih sukses dan ribuan pembaca, kemudian dilirik oleh produser film untuk diterjemahkan ke dalam bentuk cerita audio visual. Setelah Ayah, Mengapa Aku Berbeda?, kini giliran My Blackberry Girlfriend yang diperkenalkan kepada para pecinta film Indonesia.
Review: Ayah, Mengapa Aku Berbeda? (2011)
Posted: November 18, 2011 in Movies, ReviewTags: Aji Fernandez, Asian Cinema, Ayah Mengapa Aku Berbeda, Dinda Hauw, Fendy Chow, Findo Purnomo HW, Indonesian Cinema, Indra Sinaga, Kiki Azhari, Movies, Rafi Cinoun, Review, Rheina Mariyana, Rima Melati, Surya Saputra
Tidak mengherankan memang, ketika Surat Kecil Untuk Tuhan yang dirilis beberapa bulan yang lalu mendapatkan sambutan yang luar biasa dari para penonton film Indonesia – film tersebut hingga saat ini masih tercatat sebagai film dengan raihan jumlah penonton terbesar untuk tahun 2011 – para produser lainnya kemudian mencoba untuk mengeruk keuntungan yang sama dengan cara menghadirkan formula yang sejenis. Kesuksesan Surat Kecil Untuk Tuhan, yang naskah ceritanya disusun berdasarkan novel berjudul sama karya Agnes Danovar, terjadi karena film tersebut berhasil menerapkan formula tearjerker yang tepat untuk para penontonnya.
Review: Akibat Pergaulan Bebas 2 (2011)
Posted: August 25, 2011 in Movies, ReviewTags: Akibat Pergaulan Bebas 2, Amink, Asian Cinema, Findo Purnomo HW, Indonesian Cinema, Keith Foo, Leylarey Lesesne, Lia Aulia, Movies, Review, Rocky Jeff, Tasya Djerly Emor
Dalam sebuah presentasi yang kemungkinan besar akan dapat menggambarkan bagaimana kerdilnya cara sebagian orang dalam mendapatkan sebuah keuntungan komersial, Fiman Bintang – seorang produser yang lebih banyak dikenal atas dukungannya untuk pembuatan film-film sekelas Pengantin Pantai Biru (2010) dan Mafia Insyaf (2010) – mencoba untuk meneruskan sukses yang ia dapatkan ketika memproduseri Akibat Pergaulan Bebas (2010). Akibat Pergaulan Bebas 2: Skandal Video Porno sendiri sama sekali tidak memiliki hubungan cerita apapun dengan seri pertama film ini. Film ini juga dibuat dengan sutradara, penulis naskah hingga deretan pemain yang berbeda dengan film sebelumnya. Selain Firman Bintang, satu-satunya benang merah yang dimiliki oleh Akibat Pergaulan Bebas 2: Skadal Video Porno dengan seri sebelumnya adalah keduanya sama-sama memiliki kualitas produksi yang akan mampu merendahkan intelejensia setiap penontonnya. (more…)
Review: Love in Perth (2010)
Posted: January 6, 2011 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Derby Romero, Findo Purnomo HW, Gita Gutawa, Indonesian Cinema, Joshua Otay, Love in Perth, Michella Putri, Michelle Denis Coates, Movies, Oliver Sille, Petra Sihombing, Review
Mencoba untuk mengeksplorasi kemampuannya dalam menjadi seorang sutradara di luar film-film yang memiliki genre komedi (maupun horror) dengan aroma seksualitas yang kuat, Findo Purnomo HW kembali mengarahkan sebuah film drama komedi percintaan remaja, sebuah genre yang sempat menjadi genre andalannya ketika pertama kali memulai karir di bidang penyutradaraan. Dalam Love in Perth, yang menjadi debut akting bagi dua penyanyi remaja Indonesia, Gita Gutawa dan Petra Sihombing, Findo didukung oleh naskah cerita yang ditulis oleh Titien Wattimena, yang baru saja sukses menuliskan naskah film Indonesia terbaik tahun lalu, Minggu Pagi di Victoria Park. Sayang, Love in Perth sama sekali tidak menunjukkan kapabilitas maksimal keduanya sama sekali.
Review: Lihat Boleh, Pegang Jangan (2010)
Posted: September 15, 2010 in Movies, ReviewTags: Amel Carla, Asian Cinema, Christy Jusung, Daus Mini, Derry Drajat, Dewi Perssik, Dimas Seto, Djaitov Yanda, Fara Diana, Farish Nahdi, Findo Purnomo HW, Harry De Fretes, Indonesian Cinema, Jurike Prastika, Lihat Boleh Pegang Jangan, Mario Maulana Hazar, Maya Kusuma, Movies, Nonie Sabrina, Review, Shinta Bachir, Steve Emmanuel
Maxima Pictures. Ody Mulya Hidayat. Findo Purnomo HW. Dewi Perssik. Paku Kuntilanak? Syukurnya tidak, walaupun kali ini mereka juga membawa film yang tidak lebih baik daripada film horror yang sempat mengundang banyak kontroversi di kalangan masyarakat Indonesia tersebut. Menjauh dari nuansa horror, mendekat dengan wilayah komedi dengan melakukan pengurangan adegan yang berbau sensualitas, produser Maxima Pictures, Ody Mulya Hidayat, kembali menunjuk sutradara Findo Purnomo HW (Buruan Cium Gue (2004), Paku Kuntilanak (2009), Menculik Miyabi (2010)) untuk menyutradarai sebuah film komedi bertajuk Lihat Boleh, Pegang Jangan. Dibintangi oleh Dewi Perssik, tak seorangpun seharusnya mengharapkan apa-apa dari film ini. Tidak juga unsur hiburan.


















