Setelah Ayat-Ayat Cinta (2008), dua seri Ketika Cinta Bertasbih (2009) dan Dalam Mihrab Cinta (2010), Cinta Suci Zahrana menjadi novel keempat karya Habiburrahman El Shirazy yang diangkat ke layar lebar. Seperti yang diungkapkan oleh judul film ini, Cinta Suci Zahrana berkisah mengenai seorang karakter wanita bernama Zahrana (Meyda Sefira), yang digambarkan sebagai sesosok wanita yang tidak hanya memiliki kecantikan fisik namun juga memiliki otak yang begitu cemerlang serta taat beribadah. Kekurangan Zahrana? Di usianya yang kini telah mencapai 34 tahun, ia masih belum dapat menemukan sesosok pria yang dapat dijadikannya sebagai seorang pendamping seumur hidupnya. Zahrana sebenarnya tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Namun kedua orangtuanya (Amoroso Katamsi dan Nena Rosier) membuat permasalahan jodoh tersebut seperti layaknya sebuah aib bagi keluarga mereka yang harus segera disingkirkan.
Posts Tagged ‘El Manik’
Review: Cinta Suci Zahrana (2012)
Posted: August 17, 2012 in Movies, ReviewTags: Amoroso Katamsi, Asian Cinema, Chaerul Umam, Cici Tegal, Cinta Suci Zahrana, Citra Kirana, El Manik, Faradina, Indonesian Cinema, Kholidi Asadil Alam, Lenny Marlina, Merry Mustaf, Miller Khan, Movies, Nena Rosier, Rahman Yacob, Review, Sitoresmi Prabuningrat
Review: Dalam Mihrab Cinta (2010)
Posted: December 26, 2010 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Asmirandah, Berliana Febryanti, Boy Hamzah, Dalam Mihrab Cinta, Dewi Utari, Dude Harlino, El Manik, Elma Theana, Habiburrahman El Shirazy, Indonesian Cinema, Iszur Muchtar, Kaharuddin Syah, Meyda Sefira, Movies, Nabila Chairunnisa, Neno Warisman, Niniek L Karim, Review, Tsania Marwa, Umar Lubis
Ketika novelnya, Ayat-Ayat Cinta (2008), diangkat ke layar lebar dengan Hanung Bramantyo duduk di kursi sutradara, dan kemudian meraih kesuksesan yang luar biasa, Habiburrahman El Shirazy, atau yang lebih dikenal sebagai Kang Abik, dikabarkan kurang merasa puas dengan cara Hanung menghantarkan cerita adaptasi novel best seller-nya tersebut. Film tersebut kemudian diikuti dengan dua seri dari adaptasi novel laris Kang Abik lainnya, Ketika Cinta Bertasbih (2009), yang dibawah arahan sutradara senior, Chaerul Umam, berhasil kembali meraih kesuksesan, khususnya dari mereka yang semenjak lama memang menggemari novel tersebut.













