Film Tanah Surga… Katanya berhasil menjadi pemenang utama dalam pelaksanaan Festival Film Indonesia 2012. Selain berhasil memenangkan kategori utama sebagai Film Bioskop Terbaik, Tanah Surga… Katanya juga berhasil memenangkan lima kategori lainnya, termasuk untuk kategori Sutradara Terbaik untuk Herwin Novianto, Pemeran Pendukung Pria Terbaik untuk Fuad Idris serta Penulis Cerita Asli Terbaik untuk Daniel Rifki. Sementara itu, film Demi Ucok yang berhasil meraih delapan nominasi, hanya berhasil memenangkan pernghargaan di kategori Pemeran Pembantu Wanita Terbaik untuk Mak Gondut.
Posts Tagged ‘Donny Damara’
Festival Film Indonesia 2012 Winners List
Posted: December 8, 2012 in Awards, Festival Film Indonesia, Movies, NewsTags: Acha Septriasa, Asian Cinema, Awards, Demi Ucok, Di Batas Kekuasaan, Dilema, Donny Damara, Festival Film Indonesia, Fuad Idris, Herwin Novianto, Indonesian Cinema, Lovely Man, Mak Gondut, Movies, News, Rumah di Seribu Ombak, Tanah Surga... Katanya, Test Pack: You're My Baby, Wan-An
Festival Film Indonesia 2012 Nominations List
Posted: November 27, 2012 in Awards, Festival Film Indonesia, Movies, NewsTags: A Short Story of Raden Saleh Syarif Bustaman, Acha Septriasa, Annisa Hertami, Atiqah Hasiholan, Awards, Bandung Lintas Masa, Bena Eksotika Megalitik, Butet Kartaredjasa, Christine Hakim, Cita-Citaku Setinggi Tanah, Dedey Rusma, Demi Ucok, Di Batas Kekuasaan, Donny Damara, Emir Mahira, Erwin Arnada, Festival Film Indonesia, Fuad Idris, Garuda Di Dadaku 2, Geraldine Sianturi, Hanung Bramantyo, Hello Goodbye, Herwin Novianto, Indonesian Cinema, Jajang C Noer, Kenes Andari, Langka Receh, Long Imagine, Lovely Man, Lukman Sardi, M. Syihab Imam Muttaqin, Mak Gondut, Mata Tertutup, Memburu Harimau, Meriam Bellina, Modus Anomali, Movies, News, Perahu Kertas, Rahasia, Rayya Cahaya di Atas Cahaya, Reza Rahadian, Rio Dewanto, Rumah di Seribu Ombak, Sammaria Simanjuntak, Soegija, Tanah Surga... Katanya, Teddy Soeriaatmadja, Test Pack: You're My Baby, Tio Pakusadewo, Wae Rebo Menjaga, Wan-An, Wulan Guritno
So… here we go again. Setelah beberapa waktu yang lalu mengumumkan 15 film yang berhasil lolos dari seleksi awal, Senin (26/11), Festival Film Indonesia 2012 resmi mengumumkan daftar film yang berhasil meraih nominasi di ajang penghargaan film tertinggi bagi kalangan industri film Indonesia tersebut. Dan secara mengejutkan… sebuah film kecil berjudul Demi Ucok mampu mencuri perhatian dan menguasai perolehan nominasi, termasuk meraih nominasi di kategori Film Bioskop Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik serta Penulis Skenario Terbaik. Walau telah dirilis secara terbatas melalui berbagai ajang festival di beberapa daerah di Indonesia selama kurun waktu satu tahun terakhir, Demi Ucok baru akan dirilis secara luas pada bulan Januari 2013 mendatang.
Review: Langit ke 7 (2012)
Posted: November 24, 2012 in Movies, ReviewTags: Aryadila Yarosairy, Asian Cinema, Atika Noviasti, Bonita Lauwoie, Clear Hair Model 2012, Donny Damara, Erly Ashyla, Indonesian Cinema, Langit ke 7, Maureen Irwinsyah, Movies, Nikki Frazetta, Pong Hardjatmo, Rechelle Rumawas, Review, Rudi Soedjarwo, Sandra Dewi, Taskya Giantri Namya, Wicaksono
Sutradara Rudi Soedjarwo kembali ke ranah drama romansa lewat film terbarunya, Langit ke 7. Film yang naskah ceritanya ditulis oleh Virra Dewi ini mengisahkan mengenai kehidupan seorang model dan bintang iklan terkenal, Dania (Taskya Giantri Namya), yang saat ini sedang berada di atas puncak karirnya – sebuah situasi yang mengharuskannya untuk terbiasa dikejar-kejar oleh para wartawan berita infotainment. Dikejar-kejar oleh awak media sebenarnya bukanlah masalah besar bagi Dania. Namun, ketika ayahnya (Pong Hardjatmo) yang mulai beranjak tua dan sakit-sakitan meminta dirinya untuk berkenalan dengan seorang pria yang akan dijodohkan untuknya, Dania mulai merasa uring-uringan karena jatuh cinta dan menikah jelas bukanlah sesuatu hal yang amat dinantikannya di usianya yang masih muda tersebut.
Review: Lovely Man (2012)
Posted: May 15, 2012 in Movies, ReviewTags: Ari M Syarif, Asian Cinema, Asrul Dahlan, Donny Damara, Indonesian Cinema, Lovely Man, Raihaanun, Teddy Soeriaatmadja
Tidak ada yang istimewa dari jalan cerita Lovely Man. Film yang diarahkan serta dikerjakan naskah ceritanya oleh Teddy Soeriaatmadja ini memang hanya menawarkan sebuah jalan cerita yang telah familiar – sebuah kisah yang bercerita mengenai jalinan kasih antara seorang ayah dan anak yang telah lama terputus untuk kemudian bersatu kembali dalam satu malam yang penuh dengan kejutan hidup. Film-film karya Teddy memang selalu menawarkan kesederhanaan penceritaan tersebut. Namun, seperti layaknya Banyu Biru (2004), Ruang (2006) dan Ruma Maida (2009), Teddy selalu menemukan cara yang tepat untuk menghantarkan kesederhanaan cerita tersebut sehingga menjadi penceritaan yang kuat, personal dan seringkali mampu tampil begitu menyentuh.
Review: Love Story (2011)
Posted: January 28, 2011 in Movies, ReviewTags: Acha Septriasa, Anbo, Asian Cinema, Bella Graceva, Donny Damara, Hanny R Saputra, Henidar Amroe, Indonesian Cinema, Irwansyah, Love Story, Maudy Koesnaedi, Movies, Review, Reza Pahlevi, Reza Rahadian
Mungkin akan ada banyak prasangka buruk ketika mendengar sutradara Hanny R. Saputra kembali mengarahkan sebuah film dengan naskah yang ditulis oleh Armantono serta menempatkan Acha Septriasa dan Irwansyah sebagai pasangan di film tersebut. Jelas, tidak akan ada yang mampu melupakan Heart (2006), film yang merupakan kolaborasi pertama mereka dan sukses luar biasa secara komersial ketika dirilis namun mendapatkan banyak backlash dari beberapa pihak yang menganggap jalan cerita film tersebut terlalu ‘cengeng’ untuk dapat dinikmati. Kesuksesan formula Heart kemudian digunakan kembali pada film Love Is Cinta (2007), yang masih mampu meraih jumlah penonton yang lumayan namun kali ini lebih banyak menerima kritikan atas jalan ceritanya yang tidak hanya lebih ‘melodramatis’ serta kadang terkesan kurang masuk akal.
Review: Minggu Pagi di Victoria Park (2010)
Posted: June 11, 2010 in Movies, ReviewTags: Asian Cinema, Donny Alamsyah, Donny Damara, Imelda Soraya, Indonesian Cinema, Lola Amaria, Minggu Pagi di Victoria Park, Movies, Permata Sari Harahap, Review, Titi Sjuman
Setelah memulai debut penyutradaraannya pada film Betina (2006), butuh waktu dua tahun bagi aktris Lola Amaria untuk menyelesaikan film keduanya. Waktu yang relatif lama tersebut terjadi karena alasan klise, masalah dana. Seperti yang diungkapkan Lola dalam sebuah wawancara, tim produksi Minggu Pagi di Victoria Park sepenuhnya mengandalkan kucuran dana dari pihak independen, dan tanpa adanya sponsor. Walau begitu, jika melihat apa yang ia hasilkan di film ini, rasanya tidak akan ada yang keberatan untuk menunggu dua tahun lagi asalkan Lola mampu menghasilkan karya yang lebih baik atau mampu menyamai apa yang diraihnya disini.















