Dengan kisah yang diperkenalkan pertama kali sebagai cerpen sisipan di majalah Hai pada pertengahan tahun 1980an sebelum akhirnya dirilis sebagai sebuah novel dengan judul Tangkaplah Daku Kau Kujitak karangan Hilman Hariwijaya pada tahun 1986, karakter Lupus kemudian tumbuh menjadi salah satu karakter ikonik di kebudayaan pop remaja Indonesia, bersanding dengan karakter-karakter lain seperti Boy dan Olga. Dalam perjalanannya, kisah petualangan Lupus – yang digambarkan sebagai sosok pemuda dengan berbagai tingkah laku yang konyol, tengil, gemar mengkonsumsi permen karet namun tetap merupakan sosok yang taat beragama dan patuh terhadap berbagai aturan sosial – kemudian dilanjutkan dalam deretan seri novel yang masih berlangsung hingga saat ini, lima seri film serta beberapa serial televisi yang tetap mempertahankan popularitas karakter Lupus meskipun telah melampaui beberapa generasi.
Posts Tagged ‘Deddy Mizwar’
Review: Bangun Lagi Dong Lupus (2013)
Posted: April 7, 2013 in Movies, ReviewTags: Acha Septriasa, Agung Hercules, Alfie Alfandy, Asian Cinema, Bangun Lagi Dong Lupus, Benni Setiawan, Cici Tegal, Debby Sahertian, Deddy Mizwar, Didi Petet, Eko Patrio, Epy Kusnandar, Fabila Mahadira, Firdha Kussler, Indonesian Cinema, Ira Maya Sopha, Ira Wibowo, Jeremy Christian, Kevin Julio, Mella Austen, Miqdad Addausy, Movies, Review, Tina Talisa
Review: Tanah Surga… Katanya (2012)
Posted: August 18, 2012 in Movies, ReviewTags: Andre Dimas Apri, Andriyanus Riyan, Anisa Putri Ranidita, Asian Cinema, Astri Nurdin, Deddy Mizwar, Eko Adi Saputro, Ence Bagus, Fransiskus Xaverius Bintang Indramayu, Frosentiaus Lanyo, Fuad Idris, Gatot Brajamusti, Harmonika, Herwin Novianto, Indonesian Cinema, Luqyaanaa Audrei Surikat, Movies, Muhammad Rizky, Norman Akyuwen, Osa Aji Santoso, Review, Ringgo Agus Rahman, Tanah Surga... Katanya, Tissa Biani Azzahra
Deddy Mizwar sepertinya belum puas untuk bermain di sekitar wilayah drama satir. Setelah film-film semacam Kentut (2011) dan Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010), Deddy kembali hadir sebagai produser – sekaligus hadir sebagai pemeran dalam kapasitas terbatas – untuk film terbaru arahan Herwin Novianto (Jagad X Code, 2009) yang berjudul Tanah Surga… Katanya. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Danial Rifki, Tanah Surga… Katanya mencoba untuk membahas struktur kehidupan masyarakat yang berada di daerah perbatasan negara Indonesia – Malaysia, khususnya dari segi ekonomi. Sebuah sentuhan kritis yang jelas terasa begitu sensitif, namun Tanah Surga… Katanya mampu menyajikannya dengan penceritaan yang elegan.
Festival Film Indonesia 2010 Nominations List
Posted: December 3, 2010 in Awards, Festival Film Indonesia, MoviesTags: 3 Hati Dua Dunia Satu Cinta, 7 Hati 7 Cinta 7 Wanita, Alangkah Lucunya (Negeri Ini), Angga Dwimas Sasongko, Awards, Awi Suryadi, Azrul Dahlan, Benni Setiawan, Cinta 2 Hati Dilema..., Deddy Mizwar, Edo Borne, Ella Hamid, Fanny Fabriana, Festival Film Indonesia, Happy Salma, Hari Untuk Amanda, Henidar Amroe, I Know What You Did On Facebook, Indonesian Cinema, Intan Kiflie, Jaja Miharja, Jajang C Noer, Kimmy Jayanti, Laura Basuki, Lola Amaria, Lukman Sardi, Minggu Pagi di Victoria Park, Movies, Oka Antara, Rasyid Karim, Red CobeX, Reza Rahadian, Tika Bravani, Tio Pakusadewo, Titi Sjuman
Sebenarnya, di tengah persaingan antara banyak film-film berkualitas, adalah sangat wajar bila sebuah film yang dianggap sangat berpotensial untuk memenangkan banyak penghargaan ternyata tidak mendapatkan perhatian sedikitpun. Namun, tentu hal tersebut akan terdengar cukup mengherankan bila hal tersebut datang dari sebuah industri film yang kebanyakan film yang dihasilkannya adalah film-film berkualitas ‘buruk.’ Dan akan lebih sangat mengherankan lagi bila salah satu dari hanya beberapa film terbaik yang dihasilkan pada satu tahun di industri film tersebut malah sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari sebuah penghargaan film terbesar di industri film tersebut.
Review: Alangkah Lucunya (Negeri Ini) (2010)
Posted: April 16, 2010 in Movies, ReviewTags: Alangkah Lucunya (Negeri Ini), Angga, Asian Cinema, Asrul Dahlan, Boy, Deddy Mizwar, Indonesian Cinema, Jaja Mihardja, Movies, Review, Reza Rahadian, Rina Hasyim, Robby Tumewu, Sakurta Ginting, Slamet Rahardjo, Sonia, Teuku Edwin, Tika Bravani, Tio Pakusadewo
Alangkah Lucunya (Negeri Ini) adalah sebuah film komedi satir yang disutradarai oleh Deddy Mizwar. Film ini sendiri merupakan film pertama Deddy setelah sukses mengarahkan sekuel Naga Bonar, Naga Bonar (Jadi) 2, pada tahun 2007 lalu. Dengan naskah yang ditulis oleh Musfar Yasin (Ketika, Kiamat Sudah Dekat), film ini menampilkan permainan akting dari beberapa pemenang Piala Citra seperti Deddy Mizwar, Slamet Rahardjo, Tio Pakusadewo dan Reza Rahadian.
Review: Cinta 2 Hati Dilema… (2010)
Posted: April 12, 2010 in Movies, ReviewTags: Afgan, Asian Cinema, Ayu Diah Pasha, Benni Setiawan, Cinta 2 Hati Dilema..., Dalton, Deddy Mizwar, Dwi Yan, Indonesian Cinema, Jaja Mihardja, Jody Sumantri, Movies, Olivia Jensen, Review, Roy Tobing, Tika Putri
Terjadi sedikit kebingungan mengenai bagaimana urutan judul film ini sebenarnya. Lembaga Sensor Film menuliskan film ini sebagai Dilema Cinta 2 Hati, sementara situs resmi film ini sendiri memuatnya sebagai Cinta 2 Hati Dilema… Film ini sendiri merupakan debut akting dari vokalis pria, Afgan, yang sepertinya juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi bagi album terbarunya yang baru saja rilis, The One.
Review: Bebek Belur (2010)
Posted: April 12, 2010 in Movies, ReviewTags: Ade Firman Hakim, Adrianto Sinaga, Asian Cinema, Bajaj, Bebek Belur, Deddy Mizwar, Didi Petet, GIGI, Ida Kusumah, Indonesian Cinema, Jajang C Noer, Joshua Pandelaki, Kaharudin Syah, Laela Sari, Mario Irwinsyah, Movies, Nana S Patah, Nungki Kusumastuti, Review, Rima Melati, Rini Yulianti, Sam Bimbo, Sigit Hardadi, Slamet Rahardjo, Thessa Kaunang, Torro Margens, Ully Artha, Valentino
Dying is easy. Comedy is hard. Untuk membuat sekelompok orang tertawa ketika menyaksikan Anda melucu adalah lebih sulit daripada untuk membuat sekelompok orang bersedih ketika melihat Anda sengsara. Khususnya di Indonesia, dimana hampir seluruh film komedi yang ada, harus diasosikan dengan imej wanita-wanita berpakaian minim dan guyonan-guyonan (yang tidak lucu) kasar tentang seks.



















