Posts Tagged ‘Dayo Okeniyi’

Endless Love ( Bluegrass Films/Fake Empire/Relativity Media, 2014)

Endless Love (Bluegrass Films/Fake Empire/Relativity Media, 2014)

Diadaptasi dari novel karya Scott Spencer, film drama romansa, Endless Love (1981), arahan Franco Zeffirelli popular karena dua hal: menjadi film pertama yang dibintangi Tom Cruise serta lagu tema berjudul sama yang dinyanyikan oleh duet Diana Ross dan Lionel Richie yang kemudian berhasil meraih nominasi Academy Awards di kategori Best Original Song sekaligus menjadi salah satu lagu tersukses di sepanjang karir kedua penyanyinya. The movie itself? Not so much. Meskipun mampu meraup keuntungan komersial dalam skala menengah, Endless Love mendapatkan banyak kritikan tajam akibat plot ceritanya yang cenderung berjalan monoton serta deretan karakter yang hadir dengan penggalian yang cukup dangkal. Sebuah drama romansa medioker yang mudah terlupakan begitu saja. Lalu perubahan apa yang dapat ditawarkan oleh Endless Love versi modern yang diarahkan oleh Shana Feste (Country Strong, 2010) ini?

(more…)

runner-runner-header

Anda mungkin masih belum familiar dengan nama Brad Furman. Namun, film kedua yang ia arahkan pada tahun 2008, The Lincoln Lawyer, berhasil mencuri perhatian para penikmat film ketika film tersebut mampu meraih kesuksesan komersial yang cukup mengesankan, mendapatkan pujian luas dari kalangan kritikus film dunia sekaligus memberikan nafas baru bagi karir Matthew McConaughey yang pada saat itu telah terlanjur terjebak dengan imej aktor yang memiliki spesialisasi film-film drama komedi romantis. Singkatnya, keberhasilan Furman dalam menggarap The Lincoln Lawyer jelas menjanjikan sebuah masa depan yang cukup cerah bagi sutradara asal Amerika Serikat tersebut. But thenRunner Runner comes along

(more…)

Ketika pertama kali kabar bahwa trilogi novel The Hunger Games (2008 – 2010) karya Suzanne Collins akan diadaptasi ke layar lebar, banyak pihak yang mengharapkan bahwa versi film dari trilogi tersebut akan memiliki pengaruh komersial yang sama besarnya dengan versi adaptasi film dari The Twilight Saga (2005 – 2008) karya Stephanie Meyer. Tentu saja, harapan tersebut muncul karena kedua seri novel tersebut sama-sama menghadirkan kisah cinta segitiga yang biasanya dapat dengan mudah menarikj perhatian para penonton muda. Kisah romansa memang menjadi salah satu bagian penting dalam penceritaan The Hunger Games. Namun, kisah romansa tersebut hanyalah salah satu bagian kecil dari tema penceritaan The Hunger Games yang tersusun dari deretan kisah yang lebih kompleks, dewasa dan jauh lebih kelam dari apa yang dapat ditawarkan oleh The Twilight Saga.

(more…)