The Woman in Black jelas bukanlah film pertama Daniel Radcliffe yang ia bintangi di luar franchise Harry Potter (2001 – 2011). Namun, The Woman in Black memberikan sebuah kesan tersendiri mengingat film ini merupakan film pertama yang dibintangi Radcliffe seusai membintangi franchise yang hingga saat ini telah menghasilkan keuntungan komersial sebanyak lebih dari US$7 triliun dari perilisannya di seluruh dunia dan, yang lebih membuat film ini diperhatikan lebih luas lagi, bahwa Radcliffe justru memilih sebuah film horor untuk membuktikan eksistensi aktingnya selepas era Harry Potter. The Woman in Black memang bukanlah sebuah presentasi horor yang istimewa. Namun penampilan Radcliffe jelas membuktikan bahwa dirinya siap untuk keluar dari bayang-bayang besar karakter Harry Potter yang telah membesarkan namanya.
Posts Tagged ‘Daniel Radcliffe’
Review: The Woman in Black (2012)
Posted: March 24, 2012 in Movies, ReviewTags: Alexia Osborne, Aoife Doherty, Ashley Foster, Ciarán Hinds, Daniel Cerqueira, Daniel Radcliffe, David Burke, James Watkins, Janet McTeer, Jessica Raine, Liz White, Mary Stockley, Misha Handley, Movies, Review, Roger Allam, Shaun Dooley, Sidney Johnston, Sophie Stuckey, The Woman in Black, Tim McMullan, Victor McGuire
Review: Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1 (2010)
Posted: November 20, 2010 in Movies, ReviewTags: Alan Rickman, Bill Nighy, Bonnie Wright, Brendan Gleeson, Clémence Poésy, Daniel Radcliffe, David O’Hara, David Thewlis, David Yates, Emma Watson, Evanna Lynch, Fiona Shaw, Frances de la Tour, Harry Potter and the Deathly Hallows - Part 1, Hazel Douglas, Helen McCrory, Helena Bonham Carter, Imelda Staunton, James Phelps, Jamie Campbell Bower, Jason Isaacs, John Hurt, Julie Walters, Mark Williams, Matthew Lewis, Michael Gambon, Miranda Richardson, Movies, Natalia Tena, Oliver Phelps, Ralph Fiennes, Review, Rhys Ifans, Richard Griffiths, Robbie Coltrane, Rupert Grint, Simon McBurney, Timothy Spall, Toby Jones, Tom Felton, Warwick Davis
Sejujurnya, ide untuk membagi bagian akhir dari adaptasi dari kisah petualangan Harry Potter, Harry Potter and the Deathly Hallows, menjadi dua bagian adalah murni alasan komersial belaka daripada untuk menangkap seluruh esensi cerita dari novelnya. Hal ini, sayangnya, sangat terbukti dengan apa yang diberikan oleh sutradara David Yates lewat Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1. Filmnya sendiri berjalan cukup baik, namun dengan durasi sepanjang 146 menit, Yates terlalu banyak mengisi bagian pertama kisah ini dengan berbagai detil yang sebenarnya tidak diperlukan di dalam cerita, yang membuat …The Deathly Hallows – Part 1 terasa sebagai sebuah film dengan kisah yang sebenarnya singkat namun diulur sedemikian panjang untuk memenuhi kuota waktu penayangan.














