Disutradarai oleh Conor Allyn (Merah Putih III: Hati Merdeka, 2011), yang juga menulis naskah cerita serta menjadi produser film ini bersama ayahnya, Rob Allyn, Java Heat dibuka dengan berjalannya proses interogasi yang berjalan antara seorang petugas kepolisian Republik Indonesia, Letnan Hashim (Ario Bayu), dengan seorang pria misterius asal Amerika Serikat, Jake Travers (Kellan Lutz), yang dijadikan sebagai saksi dalam peristiwa pemboman bunuh diri yang telah menewaskan seorang puteri Kerajaan Jawa, Sultana (Atiqah Hasiholan). Walaupun Jake mengungkapkan bahwa dirinya hanyalah seorang turis yang datang ke Indonesia sebagai bagian pembelajaran sejarah seni negara-negara Asia Tenggara yang sedang ia dalami, namun Hashim menaruh curiga bahwa Jake memiliki keterkaitan dalam peristiwa pemboman tersebut.
Posts Tagged ‘Conor Allyn’
Review: Java Heat (2013)
Posted: April 26, 2013 in Movies, ReviewTags: Agung Udijana, Ario Bayu, Astri Nurdin, Atiqah Hasiholan, Brent Duke, Conor Allyn, Frans Tumbuan, Java Heat, Kellan Lutz, Mickey Rourke, Mike Duncan, Mike Lucock, Movies, Nick McKinless, Rahayu Saraswati, Review, Rio Dewanto, Rudy Wowor, Teuku Rifnu Wikana, Tio Pakusodewo, Uli Auliani, Verdi Solaiman
Review: Merah Putih II: Darah Garuda (2010)
Posted: September 13, 2010 in Movies, ReviewTags: Agastya Kandou, Aldy Zulfikar, Alex Komang, Ario Bayu, Asian Cinema, Astri Nurdin, Atiqah Hasiholan, Conor Allyn, Darius Sinathrya, Donny Alamsyah, Indonesian Cinema, Lukman Sardi, Merah Putih II: Darah Garuda, Movies, Rahayu Saraswati, Review, Rudy Wowor, T. Rifnu Wikana, Yadi Sugandi
Ketika pertama kali dirilis pada Agustus 2009, Merah Putih, yang merupakan bagian pertama dari Trilogi Merdeka, trilogi fiksi kisah perjuangan rakyat Indonesia dalam usahanya merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, mendapatkan sambutan yang beragam dari para penonton Indonesia. Namun, secara keseluruhan, banyak penonton yang merasa bahwa Merah Putih terlalu banyak memfokuskan diri pada drama dengan dialog yang terdengar sedikit ‘terlalu resmi’ serta terlalu sedikit memberikan sajian action seperti yang sering dijanjikan para produser film ini ketika masa promosinya.













