Magic Mike, yang merupakan film terbaru karya sutradara pemenang Academy Awards, Steven Soderbergh (Erin Brockovich, 2000), merupakan sebuah film drama yang berkisah mengenai kehidupan para penari telanjang… pria. Terkejut? Tidak perlu. Dalam beberapa tahun terakhir – terlepas dari pernyataannya bahwa dirinya akan mengundurkan diri dari profesinya sebagai seorang sutradara, Soderbergh terus menerus mengeksplorasi berbagai tema cerita yang harus diakui cukup menantang (baca: aneh). Dan lewat Magic Mike, Soderbergh sekali lagi membuktikan bahwa dirinya adalah seorang pencerita handal yang mampu menangani berbagai topik penceritaan yang mungkin telah sangat familiar menjadi sebuah presentasi yang sangat berkelas.
Posts Tagged ‘Cody Horn’
Review: Magic Mike (2012)
Posted: January 1, 2013 in Movies, ReviewTags: Adam Rodríguez, Alex Pettyfer, Betsy Brandt, Channing Tatum, Cody Horn, Gabriel Iglesias, Joe Manganiello, Kevin Nash, Magic Mike, Matt Bomer, Matthew McConaughey, Mircea Monroe, Movies, Olivia Munn, Review, Riley Keough, Steven Soderbergh, Wendi McLendon-Covey
Review: End of Watch (2012)
Posted: October 25, 2012 in Movies, ReviewTags: America Ferrera, Anna Kendrick, Cle Shaheed Sloan, Cody Horn, David Ayer, David Harbour, End of Watch, Frank Grillo, Jaime FitzSimons, Jake Gyllenhaal, Kristy Wu, Maurice Compte, Michael Peña, Movies, Natalie Martinez, Review, Shondrella Avery, Yahira 'Flakiss' Garcia
Film terbaru arahan sutradara David Ayer (Street Kings, 2008), End of Watch, sebenarnya memiliki premis cerita yang sangat sederhana: film ini berkisah mengenai kehidupan dua orang polisi Los Angeles Police Department dalam aktivitas harian maupun kehidupan pribadi mereka. Yang membuat End of Watch tampil berbeda adalah keputusan Ayer untuk menampilkan premis cerita tersebut dengan teknik penceritaan found footage dimana seluruh cerita yang dihadirkan dirangkai dari rentetan gambar yang terekam dalam kamera yang dipegang oleh karakter-karakter yang ada di dalam jalan cerita End of Watch. Keputusan tersebut jelas diambil oleh Ayer untuk menghantarkan sebuah jalan cerita yang dapat terasa lebih nyata. Namun… apakah Ayer benar-benar mampu melakukannya?













