So here we go again… Saatnya untuk memasuki tahun yang baru, berarti saat yang tepat juga untuk sekilas kembali melihat ke belakang beberapa momen paling mengesankan di dunia film. Tentu saja, beberapa momen akan memberikan kesan yang sangat baik dan beberapa momen lainnya… well… justru memberikan mimpi buruk dan membuat beberapa orang tidak ingin mengingat momen-momen buruk tersebut lagi.
Posts Tagged ‘Cinta Suci Zahrana’
A Year in Review: Worst Movies of 2012
Posted: January 6, 2013 in Movies, Personal, Review, Top 10Tags: Alex Cross, Asian Cinema, Bidadari-Bidadari Surga, Cinta Suci Zahrana, Dark Tide, Enak Sama Enak, Fallin' in Love, Ghost Rider: Spirit of Vengeance, House at the End of the Street, Indonesian Cinema, LOL, Love is Brondong, Love is U, Misteri Pasar Kaget, Movies, New Year’s Eve, One for the Money, Personal, Potong Bebek Angsa, Review, Stolen, The Man with the Iron Fists, Top 10, Udin Cari Alamat Palsu, Wrath of the Titans, Xia Aimei
Review: Cinta Suci Zahrana (2012)
Posted: August 17, 2012 in Movies, ReviewTags: Amoroso Katamsi, Asian Cinema, Chaerul Umam, Cici Tegal, Cinta Suci Zahrana, Citra Kirana, El Manik, Faradina, Indonesian Cinema, Kholidi Asadil Alam, Lenny Marlina, Merry Mustaf, Miller Khan, Movies, Nena Rosier, Rahman Yacob, Review, Sitoresmi Prabuningrat
Setelah Ayat-Ayat Cinta (2008), dua seri Ketika Cinta Bertasbih (2009) dan Dalam Mihrab Cinta (2010), Cinta Suci Zahrana menjadi novel keempat karya Habiburrahman El Shirazy yang diangkat ke layar lebar. Seperti yang diungkapkan oleh judul film ini, Cinta Suci Zahrana berkisah mengenai seorang karakter wanita bernama Zahrana (Meyda Sefira), yang digambarkan sebagai sesosok wanita yang tidak hanya memiliki kecantikan fisik namun juga memiliki otak yang begitu cemerlang serta taat beribadah. Kekurangan Zahrana? Di usianya yang kini telah mencapai 34 tahun, ia masih belum dapat menemukan sesosok pria yang dapat dijadikannya sebagai seorang pendamping seumur hidupnya. Zahrana sebenarnya tidak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Namun kedua orangtuanya (Amoroso Katamsi dan Nena Rosier) membuat permasalahan jodoh tersebut seperti layaknya sebuah aib bagi keluarga mereka yang harus segera disingkirkan.












