Hampir satu dekade semenjak Peter Jackson merilis seri terakhir trilogi The Lord of the Rings, The Lord of the Rings: The Return of the King (2003), kini sutradara asal Selandia Baru tersebut bersiap untuk menggelar sebuah trilogi cerita lainnya dengan mengadaptasi novel The Hobbit yang menjadi prekuel dari seri The Lord of the Rings karya J. R. R. Tolkien. Benar… Jackson siap untuk membuat tiga film baru berdasarkan satu novel karya Tolkien. Rasa skeptis jelas akan membayangi banyak penonton atas keputusan Jackson tersebut. Apakah dunia membutuhkan sebuah perjalanan lain ke Middle Earth? Mampukah Jackson mengulangi daya tarik serta kesuksesan kualitas berkelas dari trilogi The Lord of the Rings (2001 – 2003)? Apakah The Hobbit hanyalah sebuah proyek yang bertujuan komersial belaka? Dan sayangnya, dengan apa yang disajikan Jackson pada seri pertama The Hobbit, The Hobbit: An Unexpected Journey, rasa skeptis tersebut sepertinya tidak akan begitu cepat menghilang dari benak banyak orang.
Posts Tagged ‘Christopher Lee’
Review: Frankenweenie (2012)
Posted: October 26, 2012 in Movies, ReviewTags: Atticus Shaffer, Catherine O'Hara, Charlie Tahan, Christopher Lee, Conchata Ferrell, Dee Bradley Baker, Frank Welker, Frankenweenie, James Hiroyuki Liao, Jeff Bennett, Martin Landau, Martin Short, Movies, Review, Robert Capron, Tim Burton, Tom Kenny, Winona Ryder
Kapan terakhir kali Anda menyaksikan sebuah film arahan Tim Burton yang sama sekali tidak melibatkan kehadiran Johnny Depp ataupun Helena Bonham Carter? Well… that was long, long, long time ago. Tepatnya di tahun 1996 ketika Burton merilis Mars Attacks!. Dan sejujurnya, Burton memang benar-benar membutuhkan penyegaran dalam film-film yang ia hasilkan. Bukan hanya ia harus berhenti menempatkan Depp sebagai karakter yang selalu berpakaian aneh atau mendandani Bonham Carter dengan rambut palsu besar yang berwarna-warni, namun Burton sepertinya memang harus kembali menyegarkan ide-ide yang ada di kepalanya agar setiap film yang ia hasilkan tidak terlihat memiliki jalan cerita yang monoton antara satu dengan yang lain. Mungkin akan ada gunanya jika Burton mengunjungi kembali beberapa karya awalnya di masa lampau… seperti film pendek berjudul Frankenweenie yang dulu pernah ia hasilkan pada tahun 1984. (more…)
Review: Dark Shadows (2012)
Posted: May 16, 2012 in Movies, ReviewTags: Alice Cooper, Bella Heathcote, Chloë Grace Moretz, Christopher Lee, Dark Shadows, Eva Green, Gulliver McGrath, Helena Bonham Carter, Ivan Kaye, Jackie Earle Haley, Johnny Depp, Jonny Lee Miller, Michelle Pfeiffer, Movies, Ray Shirley, Review, Susanna Cappellaro, Tim Burton, William Hope
Ucapan Ricky Gervais bahwa Johnny Depp adalah “the man who would literally wear anything Tim Burton tells him to” di ajang The 69th Annual Golden Globe Awards beberapa waktu yang lalu jelas bukanlah sebuah guyonan belaka. Semenjak Depp dan Burton memulai hubungan profesional mereka lewat Edward Scissorhands (1990), Depp telah menjadi salah satu aktor yang paling sering tampil dalam film-film Burton, dan kebanyakan dalam film-film tersebut, Depp diharuskan menjadi sesosok karakter yang aneh dengan kostum yang jauh dari kesan sederhana dan biasa. Setelah terakhir kali berperan sebagai The Mad Hatter dalam Alice in Wonderland (2010), kerjasama Depp dan Burton berlanjut pada Dark Shadows, sebuah film yang diadaptasi dari sebuah serial televisi klasik berjudul sama yang dulu sempat mengudara pada tahun 1966 hingga 1971.
Review: The Resident (2011)
Posted: July 19, 2011 in Movies, ReviewTags: Antti Jokinen, Aunjanue Ellis, Christopher Lee, Hilary Swank, Jeffrey Dean Morgan, Lee Pace, Movies, Review, The Resident
Apakah Hilary Swank sedang menjalani sebuah Nicole Kidman phase – dimana ia secara terus menerus membuat pilihan yang salah dengan membintangi serangkaian film-film berkualitas mengecewakan setelah memenangkan dua Academy Awards lewat Boys Don’t Cry (2000) dan Million Dollar Baby (2002)? Setelah The Black Dahlia (2006) dan The Reaping (2007) yang sangat berantakan, Swank sepertinya kembali terjatuh ke lubang yang sama lewat The Resident, sebuah film thriller dengan jalan cerita standar yang jauh dari kesan menarik. Swank, seperti biasanya, masih mampu menampilkan permainan terbaiknya sebagai seorang aktris. Namun naskah The Resident begitu lemah sehingga akan menenggelamkan penampilan sekaliber apapun dari jajaran aktornya sekaligus membuat para penontonnya akan kehilangan rasa ketertarikan mereka pada film ini bahkan ketika The Resident baru saja memulai terornya.
Review: Season of the Witch (2011)
Posted: January 19, 2011 in Movies, ReviewTags: Christopher Lee, Claire Foy, Dominic Sena, Movie, Movies, Nicolas Cage, Roberth Sheehan, Ron Perlman, Season of the Witch, Stephen Campbell Moore, Stephen Graham, Ulrich Thomsen
Terlepas dari apa yang ditunjukkan oleh kualitas film yang ia perankan akhir-akhir ini, tidak ada yang dapat menyangkal bahwa Nicolas Cage adalah salah satu aktor paling berbakat yang pernah dimiliki Hollywood. Kesalahan besar yang sering dilakukan Cage adalah seringnya ia memilih naskah yang salah (atau memang hanya alasan ekonomi akibat tuntutan pihak pajak Amerika Serikat kepada dirinya) untuk ia perankan. Ketika diberi karakter peran yang tepat dan menantang, Cage selalu mampu untuk menampilkan sisi terbaik dari kemampuan aktingnya. Suatu hal yang mungkin terakhir kali para penikmat film lihat lewat perannya sebagai seorang polisi koruptor di Bad Lieutenant: Port of Call New Orleans (2009).
Review: Glorious 39 (2009)
Posted: April 26, 2010 in Movies, ReviewTags: Bill Nighy, Charlie Cox, Christopher Lee, David Tennant, Eddie Redmayne, Glorious 39, Hugh Bonneville, Jenny Agutter, Jeremy Northam, Julie Christie, Juno Temple, Movies, Review, Romola Garai, Stephen Poliakoff
Nama Romola Garai mungkin banyak dikenal oleh publik setelah penampilannya yang menesankan sebagai Briony Talis remaja yang dipenuhi rasa bersalah di film Atonement. Aktris cantik asal Inggris berusia 27 tahun ini memang lebih banyak dikenal sering memilih film-film bertema period yang berskala kecil atau sebagai seorang aktris teater di negara asalnya.



















