Posts Tagged ‘Christoph Waltz’

epic-header

Unfortunately, there’s actually nothing epic abouterrrEpic. Jangan salah. Chris Wedge (Robots, 2005) mampu menghadirkan presentasi visual film ini dengan kualitas yang cukup mengesankan. Sangat indah, meskipun bukanlah presentasi terbaik yang dapat diberikan oleh sebuah film yang memanfaatkan teknologi 3D dalam tampilan visualnya. Wedge juga mampu menata intensitas cerita yang kuat pada beberapa bagian cerita sehingga membuat Epic terlihat begitu menarik untuk diikuti oleh para penonton muda. Namun, terlepas dari segala keunggulan tersebut, secara keseluruhan, Epic terasa jauh dari kesan spektakuler. Pada kebanyakan bagian kisahnya, Epic lebih terkesan sebagai sebuah film yang menghadirkan pola penceritaan dan karakter yang (terlalu) tradisional. Tidak salah. Namun… yah… jelas tidak istimewa.

(more…)

85th-annual-postersWell… the year’s awards season is finally over. Argo yang sebelumnya mendapatkan tujuh nominasi Academy Awards, meskipun gagal untuk mendapatkan nominasi Best Director untuk Ben Affleck, berhasil keluar sebagai pemenang utama dan memenangkan Best Picture – yang diproduseri oleh Affleck, Grant Heslov dan George Clooney. Argo juga berhasil memenangkan penghargaan Best Writing – Adapted Screenplay untuk Chris Terrio dan Best Film Editing untuk William Goldenberg. Namun, adalah Life of Pi yang pada tahun ini keluar sebagai pemenang penghargaan terbanyak. Film arahan Ang Lee tersebut berhasil memenangkan empat Academy Awards termasuk memenangkan Best Director untuk Lee.

(more…)

Oscars-Best-Picture

Jadi… Anda berada di tim yang mana? Argo? Lincoln? Atau masih terus mempertahankan pendapat bahwa Zero Dark Thirty atau Amour masih memiliki kesempatan untuk mencuri perhatian para anggota Academy of Motion Picture Arts and Sciences dan akhirnya memenangkan Best Picture di ajang The 85th Annual Academy Awards yang akan digelar pada Senin (25/2) nanti? Apapun pilihan Anda… harus diakui bahwa 2012 telah memberikan sebuah pertarungan antar film yang sangat menarik, bahkan hingga detik-detik sebelum malam puncak pelaksanaan penghargaan film terbesar di dunia tersebut. Secara silih berganti, Argo, Silver Linings Playbook, Lincoln, Zero Dark Thirty – sebelum akhirnya kembali ke Argo – mengambil banyak perhatian pemerhati film dunia dan memprediksikan film-film tersebut sebagai pemenang utama. Bahkan hingga saat ini, dimana Argo telah berhasil menyapu bersih seluruh penghargaan menjelang Oscar, sulit untuk menyatakan secara jelas bahwa film arahan Ben Affleck tersebut akan menang mudah terhadap lawan-lawannya – suatu hal yang terjadi karena Affleck gagal mendapat nominasi di kategori Best Director.

(more…)

django-unchained-header

Berlatar belakang waktu penceritaan pada tahun 1858, Django Unchained dibuka dengan perkenalan antara dua karakter utamanya, Dr. King Schultz (Christoph Waltz) dan Django (Jamie Foxx). Dr. Schultz adalah seorang dokter gigi yang semenjak beberapa tahun terakhir telah tidak beroperasi dan memilih untuk menjadi seorang pemburu bayaran. Sementara Django… well… Django adalah pria kulit hitam yang kini sedang menjadi seorang budak. Perkenalan keduanya terjadi setelah Dr. Schultz meminta bantuan Django untuk mengenali beberapa penjahat yang telah menjadi target perburuannya. Hubungan keduanya kemudian berjalan dengan baik. Dr. Schultz bahkan kini menjadikan Django sebagai rekannya dalam memburu setiap targetnya.

(more…)

golden-globesTake that, Oscars! Meskipun dirinya tidak dinominasikan untuk meraih Oscar di kategori Best Director, Ben Affleck berhasil membuktikan dirinya masih menjadi favorit banyak pihak ketika ia berhasil memenangkan kategori Best Director di ajang The 70th Annual Golden Globe Awards untuk arahannya dalam film Argo. Tidak hanya itu, Argo sendiri juga berhasil terpilih untuk memenangkan kategori Best Motion Picture – Drama dan menyingkirkan para pesaingnya seperti Django Unchained, Life of Pi, Lincoln dan Zero Dark Thirty. Apakah kemenangan ini akan memperbesar peluang Argo untuk memenangkan Oscar di ajang Academy Awards mendatang? We’ll see.

(more…)

oscars-2013They did it again! Tentu saja, Academy of Motion Pictures Arts and Sciences akan selalu menghadirkan kejutan dalam pemilihan nominasi Academy Awards mereka. Namun dengan tidak mengikutsertakan Ben Affleck (Argo) dan Kathryn Bigelow (Kathryn Bigelow) – yang banyak diprediksi merupakan calon nominasi yang dipastikan akan masuk – dalam nominasi Best Director? Jelas adalah sebuah kejutan besar! Menggantikan posisi Affleck dan Bigelow di posisi tersebut adalah Ben Zeitlin (Beasts of the Southern Wild) dan Michael Haneke (Amour). Sementara tiga nama lain, David O. Russell (Silver Linings Playbook), Ang Lee (Life of Pi) dan Steven Spielberg (Lincoln) merupakan nama-nama yang sebelumnya telah banyak diprediksi akan mendapatkan nominasi di kategori Best Director.

(more…)

OFCS-2Film teranyar karya Paul Thomas Anderson, The Master, memimpin daftar perolehan nominasi dalam The 16th Annual Online Film Critics Society Awards dengan raihan total sebanyak delapan nominasi. The Master dinominasikan pada ketegori Best Picture, Best Director (Anderson), Best Actor (Joaquin Phoenix), Best Supporting Actor (Philip Seymour Hoffman), Best Supporting Actress (Amy Adams), Best Original Screenplay, Best Editing dan Best Cinematography. Film lain yang akan memperebutkan gelar Best Picture adalah Argo, Holy Motors, Moonrise Kingdom dan Zero Dark Thirty. Keempat sutradara yang filmnya masuk nominasi Best Picture tersebut juga berhasil meraih nominasi Best Director dan bersaing bersama Anderson.

(more…)

golden-globesLincoln semakin memperkuat posisinya sebagai kontender kuat untuk merebut gelar film terbaik di sepanjang tahun 2012. Melalui pengumuman nominasi The 70th Annual Golden Globe Awards, film yang berkisah mengenai kehidupan presiden Amerika Serikat ke-16 itu berhasil memimpin raihan nominasi dengan memperoleh tujuh nominasi, termasuk nominasi untuk Best Motion Picture – Drama, Best Director untuk Steven Spielberg dan Best Actor – Drama untuk Daniel Day-Lewis. Berada di belakang Lincoln, adalah dua film terbaru arahan Ben Affleck dan Quentin Tarantino, Argo serta Django Unchained. Kedua film berhasil mendapatkan lima nominasi sekaligus menantang Lincoln dalam peraihan gelar Best Motion Picture – Drama serta Best Director.

(more…)

Ada sebuah alasan mengapa Carnage mampu menjadi sebuah film dengan penceritaan yang tertata rapi, intensitas yang terjaga dan bekerja dengan sangat sempurna sebagai sebuah komedi satir: Roman Polanski. Diadaptasi dari drama panggung berjudul God of Carnage karya Yasmina Reza, Carnage sebenarnya bukanlah sebuah film yang tepat bagi seorang sutradara untuk menunjukkan kemampuan penyutradaraannya. Carnage adalah sebuah film yang memiliki jalan cerita yang menggantungkan dirinya pada kemampuan para aktor pemeran karakter-karakter yang ada di dalam jalan cerita tersebut untuk dapat menghidupkan intensitas cerita – dan dengan keberadaan nama-nama seperti Jodie Foster, Kate Winslet, Christoph Waltz dan John C. Reilly, Polanski hampir dapat dikatakan sama sekali tidak perlu melakukan sebuah usaha yang berarti. Namun, Carnage membutuhkan seorang sutradara yang mampu merangkai kemampuan akting para jajaran pemeran dengan satuan intensitas cerita yang ingin disampaikan. Untuk hal tersebut, Roman Polanski telah berhasil melakukan sebuah tugas yang cemerlang!

(more…)

Dengan karir penyutradaraan yang telah membentang semenjak tahun 1994, Paul W. S. Anderson harus diakui bukanlah seorang sutradara yang begitu ahli dalam menangani kehadiran plot cerita dalam setiap filmnya. Bukan berarti film-film yang disutradarai oleh sutradara asal Inggris ini umumnya berkualitas buruk, namun konsistensi plot cerita mungkin adalah hal terakhir yang paling diperhatikan Anderson selama proses pembuatan filmnya. Karenanya, tidak mengherankan jika kemudian banyak pihak yang merasa sedikit heran dengan pilihan Anderson untuk mengadaptasi salah satu karya literatur paling populer di dunia, The Three Musketeers (1844) karya Alexandre Dumas, sebagai bahan dasar dari naskah cerita film yang ia arahkan.

(more…)