Posts Tagged ‘Chris Hemsworth’

thor-the-dark-world-header

Let’s do a little recap. Terlepas dari pengalamannya yang lebih banyak mengarahkan film-film adaptasi dari karya sastra William Shakespeare, Marvel Studios memberikan kekuasaan pada Kenneth Branagh untuk mengarahkan Thor (2011) yang diadaptasi dari komik superhero berjudul sama karya Stan Lee, Larry Lieber, Jack Kirby yang diproduksi oleh Marvel Comics. Dengan kelihaiannya dalam merangkai cerita sekaligus mengarahkan para jajaran pemerannya, Branagh berhasil menggarap Thor menjadi sebuah presentasi yang tidak hanya menghibur selayaknya film-film karya Marvel Studios lainnya namun juga tetap memiliki sisi penuturan drama yang kuat a la film-film Shakespeare yang pernah diarahkannya. Tidak mengherankan, Thor kemudian mampu meraih kesuksesan secara komersial, mendapatkan banyak pujian dari para kritikus film dunia sekaligus menjadi film produksi Marvel Studios terbaik hingga saat ini.

(more…)

rush-header

James Hunt and Niki Lauda could not be more different to each other. James Hunt (Chris Hemsworth) adalah seorang pria tampan asal Inggris dengan daya tarik yang begitu luar biasa – khususnya bagi wanita – dan sikap yang selalu mampu untuk menikmati setiap momen yang berlangsung dalam perjalanan hidupnya. Sementara itu, meskipun tampan bukan akan menjadi kata pertama yang akan digunakan banyak orang ketika mendeskripsikan Niki Lauda (Daniel Brühl), namun pemuda asal Austria tersebut adalah sosok yang begitu serius dalam mencapai setiap obsesinya dan penuh perhitungan dalam setiap tindakan yang diambilnya. Satu-satunya persamaan antara Hunt dan Lauda adalah kecintaan mereka terhadap dunia balap mobil – sesuatu yang membuat mereka rela untuk mempertaruhkan nyawa dan kehidupan dalam setiap arena balap mobil yang mereka ikuti.

(more…)

Poin terpenting dari The Cabin in the Woods, yang mungkin adalah salah satu film yang paling banyak diantisipasi para penggemar film horor di dunia untuk tahun ini, adalah bahwa Drew Goddard dan Joss Whedon merangkai film ini bukan sebagai sebuah film yang ingin menakut-nakuti penontonnya. Mungkin hal tersebut akan terdengar sebagai sebuah alasan yang payah untuk menyembunyikan kegagalan sebuah film horor dalam memberikan tujuan keberadaannya. The Cabin in the Woods, sejujurnya, masih mampu untuk memberikan momen-momen menakutkan dan menegangkan pada beberapa bagian ceritanya. Namun, secara keseluruhan, film ini hadir sebagai sebuah perayaan dari keberadaan genre horor itu sendiri, agar para penonton dapat bersenang-senang dengan berbagai hal yang mungkin dianggap klise yang seringkali mereka temui dalam sebuah film horor namun, secara ajaib, selalu berhasil memberikan pacuan adrenalin di tubuh mereka ketika menyaksikannya.

(more…)

Semodern apapun perkembangan peradaban manusia, sepertinya akan selalu ada tempat untuk kisah-kisah dongeng klasik untuk kembali dinikmati. Tahun ini, kisah Snow White – atau yang bagi masyarakat Indonesia populer dengan sebutan Puteri Salju – menjadi favorit Hollywood untuk diceritakan kembali. Setelah Mirror Mirror karya Tarsem Singh yang tayang terlebih dahulu beberapa bulan lalu – yang ternyata lebih ditujukan pada pangsa penggemar film-film berorientasi komedi keluarga, kini giliran Rupert Sanders yang menghadirkan versi Snow White-nya lewat Snow White and the Huntsman. Dibintangi oleh Kristen Stewart, Chris Hemsworth dan Charlize Theron, Sanders jelas memilih untuk menjauhi pakem keluarga yang diterapkan Mirror Mirror pada Snow White and the Huntsman. Lewat naskah yang ditulis Evan Daugherty, John Lee Hancock dan Hossein Amini, kisah Snow White yang popular tersebut diubah menjadi sebuah kisah percintaan yang epik, kelam sekaligus mencekam.

(more…)

Ketika berhubungan dengan film-film yang dirilis pada masa musim panas, Hollywood tahu bahwa mayoritas para penikmat film dunia menginginkan film-film dengan kualitas penceritaan yang sederhana namun dengan pengemasan yang super megah. Film-film yang murni dibuat dengan tujuan hiburan semata. The Avengers – sebuah film yang menempatkan para pahlawan Marvel Comics seperti Captain America, The Black Widow, Iron Man, Hawkeye, Thor dan Hulk berada pada satu jalan penceritaan yang sama – jelas adalah salah satu film musim panas dengan nilai hiburan yang pastinya tidak dapat diragukan lagi. Namun, di bawah pengarahan Joss Whedon (Serenity, 2005), yang bersama dengan Zak Penn (The Incredible Hulk, 2008) juga menulis naskah cerita film ini, The Avengers berhasil tampil lebih dari sekedar sebuah summer movie. Fantastis dalam penampilan, tetapi tetap mampu tampil membumi dengan kisah yang humanis nan memikat.

(more…)

Walau telah terbit dalam bentuk seri komik yang dirilis oleh Marvel Comics semenjak tahun 1966, tidak hingga tahun 2001 Thor akhirnya mampu menarik perhatian Hollywood untuk mengadaptasinya menjadi sebuah film layar lebar. Pun begitu, semenjak ditinggalkan oleh Sam Raimi – sutradara pertama yang berminat dan telah mengembangkan konsep cerita adaptasi kisah Thor ke layar lebar – Thor menjadi terbengkalai sebelum akhirnya hak adaptasi layar lebar dari seri komik tersebut dibeli oleh Paramount Pictures di tahun 2006. Setelah lagi-lagi ditinggalkan oleh beberapa sutradara, Kenneth Branagh akhirnya terpilih sebagai sutradara Thor di tahun 2008. Terkenal sebagai seorang yang bertangan dingin dalam mengadaptasi karya-karya William Shakespeare, Branagh ternyata memiliki kemampuan yang cukup hangat untuk menangani sebuah adaptasi kisah seri komik dan menjadikan Thor ringan dan menyenangkan untuk disaksikan namun tetap tidak kehilangan esensi ceritanya secara keseluruhan.

(more…)