Posts Tagged ‘Chintami Atmanegara’

Apa yang akan Anda lakukan ketika mengetahui kalau almarhumah Ibu Anda mewariskan sebuah rumah kepada Anda? Dan apa pula yang akan Anda lakukan jika kemudian Anda mengetahui rumah yang diwariskan tersebut seringkali menghadirkan kumpulan kentang serta aroma masakan kentang secara misterius? Well… ketika sebagian orang akan mulai memutar otak mereka dan berusaha menjadi seorang pengusaha dengan memanfaatkan sekumpulan kentang gratis yang selalu tersedia di rumah mereka setiap malamnya, pasangan kakak beradik, Farah (Shandy Aulia) dan Rika (Tasya Kamila), justru mengalami mimpi buruk dengan keberadaan kentang-kentang misterius tersebut di rumah mereka. Yahhh… beberapa orang memang tidak memiliki bakat untuk berwirausaha.

(more…)

Lagi-lagi sebuah kisah cinta segitiga. Dengan naskah yang ditulis oleh Monty Tiwa dan Tino Kawilarang, Sampai Ujung Dunia mengisahkan mengenai tiga orang sahabat, Anissa (Renata Kusmanto), Gilang (Gading Marten) dan Daud (Dwi Sasono), yang semenjak masa kecilnya tumbuh bersama kemudian menemukan diri mereka berada dalam rumitnya persaingan cinta setelah ketiganya terjebak dalam cinta segitiga saat beranjak remaja. Datang dari latar belakang kehidupan yang berbeda, Gilang dan Daud kemudian sama-sama menyatakan rasa suka dan cinta mereka pada Anissa setelah keduanya sama-sama menyelesaikan masa pendidikan sekolah menengah mereka. Tidak ingin agar Gilang dan Daud saling menjauh karena persaingan cinta mereka, Anissa akhirnya memberikan sebuah tantangan kepada keduanya.

(more…)

Mereka yang selama ini mengeluhkan bahwa tema cerita film-film Indonesia memiliki variasi yang sangat minim seharusnya dapat merasa cukup senang dengan kehadiran Tebus, yang ditulis dan disutradarai oleh Muhammad Yusuf, yang tahun lalu sempat menggoreskan sedikit memori buruk di banyak ingatan penonton film Indonesia lewat film yang menjadi debut penyutradaraannya, Jinx (2010). Tebus sama sekali bukan sebuah karya yang brilian maupun revolusioner – para sineas Korea Selatan sepertinya telah menetapkan standar yang sangat tinggi untuk film-film bertemakan pembalasan dendam. Namun, belajar dari kesalahannya di film pertama, Muhammad Yusuf berhasil menyusun Tebus menjadi sebuah film yang penuh dengan teka-teki dan intensitas ketegangan yang makin meningkat di tiap menitnya dengan menggunakan alur kisah maju mundur yang sangat efektif.

(more…)