Disutradarai oleh Jon M. Chu (Justin Bieber: Never Say Never, 2011) – yang menggantikan sutradara di seri sebelumnya, Stephen Sommers – atas naskah cerita yang ditulis oleh Rhett Reese dan Paul Wernick (Zombieland, 2009), G.I. Joe: Retaliation berkisah pada latar belakang waktu beberapa bulan setelah deretan kejadian yang digambarkan pada G.I. Joe: The Rise of Cobra (2009). Kini, G.I. Joe dipimpin oleh Duke (Channing Tatum) yang mengendalikan pasukan tersebut bersama sahabatnya, Roadblock (Dwayne Johnson), serta beberapa prajurit terlatih seperti Flint (D.J. Cotrona) dan Lady Jaye (Adrianne Palicki). Oleh pemerintah Amerika Serikat, G.I. Joe terus dipercaya sebagai pasukan penjaga perdamaian yang selalu dapat diandalkan untuk melakukan tugas-tugas negara. Namun, sebuah pengkhianatan besar siap untuk menghancurkan mereka.
Posts Tagged ‘Channing Tatum’
Review: G.I. Joe: Retaliation (2013)
Posted: March 31, 2013 in Movies, ReviewTags: Adrianne Palicki, Arnold Vosloo, Bruce Willis, Channing Tatum, D.J. Cotrona, Douglas M. Griffin, Dwayne Johnson, Elodie Yung, G.I. Joe: Retaliation, James Carville, Joe Chrest, Jon M. Chu, Jonathan Pryce, Joseph Mazzello, Lee Byung-hun, Luke Bracey, Matt Gerald, Movies, Naim Alherimi, Nathan Takashige, Nick Erickson, Ravi Naidu, Ray Park, Ray Stevenson, Review, Robert Baker, RZA, Walton Goggins
Review: Magic Mike (2012)
Posted: January 1, 2013 in Movies, ReviewTags: Adam Rodríguez, Alex Pettyfer, Betsy Brandt, Channing Tatum, Cody Horn, Gabriel Iglesias, Joe Manganiello, Kevin Nash, Magic Mike, Matt Bomer, Matthew McConaughey, Mircea Monroe, Movies, Olivia Munn, Review, Riley Keough, Steven Soderbergh, Wendi McLendon-Covey
Magic Mike, yang merupakan film terbaru karya sutradara pemenang Academy Awards, Steven Soderbergh (Erin Brockovich, 2000), merupakan sebuah film drama yang berkisah mengenai kehidupan para penari telanjang… pria. Terkejut? Tidak perlu. Dalam beberapa tahun terakhir – terlepas dari pernyataannya bahwa dirinya akan mengundurkan diri dari profesinya sebagai seorang sutradara, Soderbergh terus menerus mengeksplorasi berbagai tema cerita yang harus diakui cukup menantang (baca: aneh). Dan lewat Magic Mike, Soderbergh sekali lagi membuktikan bahwa dirinya adalah seorang pencerita handal yang mampu menangani berbagai topik penceritaan yang mungkin telah sangat familiar menjadi sebuah presentasi yang sangat berkelas.
Review: 21 Jump Street (2012)
Posted: April 24, 2012 in Movies, ReviewTags: 21 Jump Street, Brett Lapeyrouse, Brie Larson, Channing Tatum, Chris Miller, Dakota Johnson, Dave Franco, Dax Flame, DeRay Davis, Ellie Kemper, Holly Robinson Peete, Ice Cube, Jake Johnson, Johnny Depp, Johnny Pemberton, Johnny Simmons, Jonah Hill, Justin Hires, Lindsey Broad, Movies, Nick Offerman, Peter DeLuise, Phil Lord, Review, Rob Riggle, Rye Rye
Walau kebanyakan dari penonton yang berasal dari generasi sekarang kemungkinan besar belum pernah menyaksikan versi serial televisi dari 21 Jump Street (1987 – 1991) yang legendaris dan berhasil menempatkan nama Johnny Depp ke jajaran aktor muda yang paling banyak dikagumi saat itu, namun sepertinya sebagian besar dari kalangan tersebut akan dapat sangat menikmati versi film dari 21 Jump Street yang diarahkan oleh duo Phil Lord dan Chris Miller (Cloudy with a Chance of Meatballs, 2009) ini. Diisi dengan lelucon-lelucon kasar dan deretan adegan aksi yang menyelimuti kisah persahabatan dua karakter utamanya, 21 Jump Street adalah sebuah film yang tahu bagaimana cara memberikan sebuah hiburan dengan porsi yang tepat tanpa pernah terasa memaksa untuk menghadirkan unsur komedi yang kuat di dalam jalan ceritanya.
Review: The Vow (2012)
Posted: April 22, 2012 in Movies, ReviewTags: Brittney Irvin, Channing Tatum, Dillon Casey, Jeannane Goossen, Jessica Lange, Jessica McNamee, Kim Roberts, Kristina Pesic, Lucas Bryant, Michael Sucsy, Movies, Rachel McAdams, Rachel Skarsten, Review, Sam Neill, Sarah Carter, Scott Speedman, Tatiana Maslany, The Vow, Wendy Crewson
Pertama-tama… The Vow, yang dibintangi oleh Rachel McAdams (The Notebook, 2004) dan Channing Tatum (Dear John, 2010), bukanlah sebuah film yang diadaptasi dari novel yang ditulis oleh Nicholas Sparks – penulis versi novel dari The Notebook, Dear John dan juga sederetan kisah romansa lain seperti Message in a Bottle (1999), A Walk to Remember (2002) atau The Last Song (2010). The Vow, yang berkisah mengenai perjuangan seorang suami yang mencoba bertahan ketika sang istri kehilangan memorinya setelah sebuah kecelakaan yang mereka alami, memang terdengar seperti jalinan kisah romansa yang akan ditulis oleh Sparks. Jalan cerita The Vow sendiri terinspirasi dari kisah nyata yang sama yang dialami oleh pasangan Kim dan Krickitt Carpenter dari New Mexico, Amerika Serikat yang kemudian menuliskan kisah mereka pada buku yang berjudul The Vow: The Kim and Krickitt Story (2000) – walaupun versi film dari The Vow tidak begitu terikat dengan alur cerita dalam buku tersebut.
Review: Haywire (2012)
Posted: February 12, 2012 in Movies, ReviewTags: Aaron Cohen, Anthony Brandon Wong, Antonio Banderas, Bill Paxton, Channing Tatum, Eddie J. Fernandez, Ewan McGregor, Fergal O'Halloran, Gina Carano, Haywire, Mathieu Kassovitz, Maximino Arciniega, Michael Angarano, Michael Douglas, Michael Fassbender, Movies, Natascha Berg, Review, Steven Soderbergh, Tim Connolly
Adalah sangat mudah untuk membayangkan Haywire jatuh ke tangan seorang sutradara yang ahli dalam menangani film-film aksi untuk kemudian dieksekusi sebagai sebuah film yang menempatkan sang karakter wanita utama berjuang menuntut keadilan dan mencari kebenaran mengenai sebuah masalah dengan melalui berbagai perjuangan yang mengharuskannya untuk menghadapi sekelompok pria bersenjata dan pertarungan yang diwarnai dengan pertumpahan darah. Namun, Anda tentu tidak akan mengharapkan hal yang sama akan terjadi bila plot cerita tersebut jatuh ke tangan seorang sutradara yang sebelumnya pernah mengeksekusi jalan cerita mengenai pembasmian sebuah virus mematikan menjadi semacam sebuah video essay saintifik yang mungkin hanya dapat dicerna dengan mudah oleh mereka yang berkecimpung dalam dunia kesehatan bukan?
Review: The Dilemma (2011)
Posted: June 15, 2011 in Movies, ReviewTags: Amy Morton, Channing Tatum, Chelcie Ross, Clint Howard, Jennifer Connelly, Kevin James, Movies, Queen Latifah, Review, Ron Howard, Talulah Riley, The Dilemma, Vince Vaughn, Winona Ryder
Apa yang akan Anda lakukan ketika mengetahui kekasih sahabat terbaik Anda ternyata sedang berselingkuh dari sahabat Anda? Pertanyaan yang cukup sederhana, dengan pilihan jawaban yang hanya terbatas pada dua pilihan: Anda akan memberitahukan masalah tersebut pada sahabat Anda atau berdiam diri dan membiarkan sahabat Anda menemukan sendiri permasalahan dalam hubungan percintaannya. Namun, tentunya, dua pilihan tersebut memiliki beberapa konsekuensi berbeda yang pastinya akan mempengaruhi hubungan persahabatan Anda. Tema inilah yang coba dibawakan oleh sutradara Ron Howard dalam film komedinya yang bebas dari berbagai adegan yang memancing tawa, datar, dengan karakter utama yang mengesalkan dan jalan cerita yang berjalan hampir selama dua jam, The Dilemma.
Review: The Eagle (2011)
Posted: February 25, 2011 in Movies, ReviewTags: Channing Tatum, Donald Sutherland, Jamie Bell, Kevin Macdonald, Mark Strong, Movies, Paul Ritter, Review, Tahar Rahim, The Eagle
Karir sutradara asal Skotlandia, Kevin Macdonald, sama sekali jauh dari kata mengecewakan. Memulai karirnya sebagai seorang sutradara film dokumenter pada tahun 1995, ia kemudian berhasil memperoleh sebuah Academy Awards untuk film dokumenternya, One Day in September (1999), yang berkisah mengenai pembunuhan atlit Israel di Olimpiade Munich pada tahun 1972. Setelah beberapa film dokumenter setelahnya, Macdonald melakukan debut penyutradaraan pada film layar lebar dengan mengarahkan The Last King of Scotland (2006), yang berhasil memenangkan sebuah Academy Awards untuk aktor Forest Whitaker, yang diikuti dengan adaptasi miniseri State of Play (2009) yang kemudian berhasil meraih banyak pujian dari kritikus film dunia.
Review: Dear John (2010)
Posted: April 19, 2010 in Movies, ReviewTags: Amanda Seyfried, Channing Tatum, Dear John, Henry Thomas, Lasse Hallström, Movies, Review, Richard Jenkins, Scott Porter
Dear John adalah sebuah film drama romantis yang diadaptasi dari sebuah novel yang berjudul sama karya novelis asal Amerika Serikat, Nicholas Sparks. Disutradarai oleh Lasse Hallström, film ini menjadi film kelima Hollywood yang mengadaptasi karya Sparks setelah Message in a Bottle (1999), A Walk to Remember (2002), The Notebook (2004) dan Nights in Rodanthe (2008).



















