Posts Tagged ‘Channing Tatum’

The LEGO Movie (Warner Bros. Pictures/Village Roadshow Pictures/LEGO Systems A/S/Vertigo Entertainment/Lin Pictures/Animal Logic/RatPac-Dune Entertainment/Warner Animation Group, 2014)

The LEGO Movie (Warner Bros. Pictures/Village Roadshow Pictures/LEGO Systems A/S/Vertigo Entertainment/Lin Pictures/Animal Logic/RatPac-Dune Entertainment/Warner Animation Group, 2014)

Setelah seri film Dungeons & Dragons (2000 – 2011), Transformers (2007 – 2011), G.I. Joe (2009 – 2013) dan Battleship (2012), Hollywood kembali mencoba peruntungannya dalam memproduksi film yang diangkat dari sebuah permainan melalui The LEGO Movie. The LEGO Movie sendiri bukanlah film pertama yang jalan ceritanya didasarkan atas permainan susun bangun yang terbuat dari plastik tersebut. Sebelumnya, LEGO telah menginspirasi sejumlah film animasi yang kebanyakan langsung dirilis dalam bentuk DVD maupun ditayangkan melalui media televisi – menjadikan The LEGO Movie sebagai film LEGO pertama yang dirilis di layar lebar. Untungnya, dibawah arahan duo Phil Lord dan Chris Miller (Cloudy with a Chance of Meatballs, 2009), The LEGO Movie mampu dikembangkan menjadi sebuah film yang tidak hanya tampil kuat dalam kualitas visualnya, namun juga hadir dengan kualitas naskah yang begitu hangat dan menghibur.

(more…)

Don-Jon-header

Mengikuti jejak Clint Eastwood, Mel Gibson, Ben Affleck, James Franco dan puluhan aktor yang kemudian melanjutkan karir mereka dengan menjadi seorang sutradara, Joseph Gordon-Levitt mencoba kemampuannya dalam mengarahkan sebuah film layar lebar lewat Don Jon. Don Jon sendiri bukanlah kali pertama Gordon-Levitt duduk di kursi penyutradaraan mengingat ia sebelumnya pernah mengarahkan dua film pendek, Morgan M. Morgansen’s Date with Destiny dan Morgan and Destiny’s Eleventeenth Date: The Zeppelin Zoo, yang keduanya sempat dirilis pada tahun 2010. Dengan naskah cerita yang juga ia tulis sendiri, Gordon-Levitt menghadirkan Don Jon sebagai sebuah film drama komedi ringan namun tetap sarat dengan beberapa sindiran terhadap kondisi sosial manusia di era modern. Sebuah debut pengarahan yang cukup menarik, khususnya berkat kemampuan Gordon-Levitt untuk mengarahkan para aktor yang memerankan para karakter di dalam jalan ceritanya.

(more…)

white-house-down-header

Dengan naskah yang ditulis oleh James Vanderbilt (The Amazing Spider-Man, 2012), White House Down berkisah mengenai John Cale (Channing Tatum), seorang anggota kepolisian ibukota Amerika Serikat yang kini bertugas sebagai salah seorang pengawal dari ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Eli Raphelson (Richard Jenkins). Demi untuk menyenangkan puterinya, Emily (Joey King), yang begitu menggemari dunia politik, John kemudian berusaha untuk bergabung bersama dengan Dinas Rahasia Amerika Serikat. Sayang, sesi wawancara bersama Agent Carol Finnerty (Maggie Gyllenhaal) kemudian mengubur impian tersebut ketika John dinyatakan masih belum dapat memenuhi kualifikasi pegawai yang sedang dibutuhkan oleh Dinas Rahasia Amerika Serikat. Tidak ingin mengecewakan puterinya yang turut hadir dalam proses wawancara tersebut, John lalu mengajak Emily untuk mengikuti tur mengelilingi White House.

(more…)

G.I.-Joe-Retaliation-Header

Disutradarai oleh Jon M. Chu (Justin Bieber: Never Say Never, 2011) – yang menggantikan sutradara di seri sebelumnya, Stephen Sommers – atas naskah cerita yang ditulis oleh Rhett Reese dan Paul Wernick (Zombieland, 2009), G.I. Joe: Retaliation berkisah pada latar belakang waktu beberapa bulan setelah deretan kejadian yang digambarkan pada G.I. Joe: The Rise of Cobra (2009). Kini, G.I. Joe dipimpin oleh Duke (Channing Tatum) yang mengendalikan pasukan tersebut bersama sahabatnya, Roadblock (Dwayne Johnson), serta beberapa prajurit terlatih seperti Flint (D.J. Cotrona) dan Lady Jaye (Adrianne Palicki). Oleh pemerintah Amerika Serikat, G.I. Joe terus dipercaya sebagai pasukan penjaga perdamaian yang selalu dapat diandalkan untuk melakukan tugas-tugas negara. Namun, sebuah pengkhianatan besar siap untuk menghancurkan mereka.

(more…)

Magic-Mike-header

Magic Mike, yang merupakan film terbaru karya sutradara pemenang Academy Awards, Steven Soderbergh (Erin Brockovich, 2000), merupakan sebuah film drama yang berkisah mengenai kehidupan para penari telanjang… pria. Terkejut? Tidak perlu. Dalam beberapa tahun terakhir – terlepas dari pernyataannya bahwa dirinya akan mengundurkan diri dari profesinya sebagai seorang sutradara, Soderbergh terus menerus mengeksplorasi berbagai tema cerita yang harus diakui cukup menantang (baca: aneh). Dan lewat Magic Mike, Soderbergh sekali lagi membuktikan bahwa dirinya adalah seorang pencerita handal yang mampu menangani berbagai topik penceritaan yang mungkin telah sangat familiar menjadi sebuah presentasi yang sangat berkelas.

(more…)

Walau kebanyakan dari penonton yang berasal dari generasi sekarang kemungkinan besar belum pernah menyaksikan versi serial televisi dari 21 Jump Street (1987 – 1991) yang legendaris dan berhasil menempatkan nama Johnny Depp ke jajaran aktor muda yang paling banyak dikagumi saat itu, namun sepertinya sebagian besar dari kalangan tersebut akan dapat sangat menikmati versi film dari 21 Jump Street yang diarahkan oleh duo Phil Lord dan Chris Miller (Cloudy with a Chance of Meatballs, 2009) ini. Diisi dengan lelucon-lelucon kasar dan deretan adegan aksi yang menyelimuti kisah persahabatan dua karakter utamanya, 21 Jump Street adalah sebuah film yang tahu bagaimana cara memberikan sebuah hiburan dengan porsi yang tepat tanpa pernah terasa memaksa untuk menghadirkan unsur komedi yang kuat di dalam jalan ceritanya.

(more…)

Pertama-tama… The Vow, yang dibintangi oleh Rachel McAdams (The Notebook, 2004) dan Channing Tatum (Dear John, 2010), bukanlah sebuah film yang diadaptasi dari novel yang ditulis oleh Nicholas Sparks – penulis versi novel dari The Notebook, Dear John dan juga sederetan kisah romansa lain seperti Message in a Bottle (1999), A Walk to Remember (2002) atau The Last Song (2010). The Vow, yang berkisah mengenai perjuangan seorang suami yang mencoba bertahan ketika sang istri kehilangan memorinya setelah sebuah kecelakaan yang mereka alami, memang terdengar seperti jalinan kisah romansa yang akan ditulis oleh Sparks. Jalan cerita The Vow sendiri terinspirasi dari kisah nyata yang sama yang dialami oleh pasangan Kim dan Krickitt Carpenter dari New Mexico, Amerika Serikat yang kemudian menuliskan kisah mereka pada buku yang berjudul The Vow: The Kim and Krickitt Story (2000) – walaupun versi film dari The Vow tidak begitu terikat dengan alur cerita dalam buku tersebut.

(more…)

Adalah sangat mudah untuk membayangkan Haywire jatuh ke tangan seorang sutradara yang ahli dalam menangani film-film aksi untuk kemudian dieksekusi sebagai sebuah film yang menempatkan sang karakter wanita utama berjuang menuntut keadilan dan mencari kebenaran mengenai sebuah masalah dengan melalui berbagai perjuangan yang mengharuskannya untuk menghadapi sekelompok pria bersenjata dan pertarungan yang diwarnai dengan pertumpahan darah. Namun, Anda tentu tidak akan mengharapkan hal yang sama akan terjadi bila plot cerita tersebut jatuh ke tangan seorang sutradara yang sebelumnya pernah mengeksekusi jalan cerita mengenai pembasmian sebuah virus mematikan menjadi semacam sebuah video essay saintifik yang mungkin hanya dapat dicerna dengan mudah oleh mereka yang berkecimpung dalam dunia kesehatan bukan?

(more…)

Apa yang akan Anda lakukan ketika mengetahui kekasih sahabat terbaik Anda ternyata sedang berselingkuh dari sahabat Anda? Pertanyaan yang cukup sederhana, dengan pilihan jawaban yang hanya terbatas pada dua pilihan: Anda akan memberitahukan masalah tersebut pada sahabat Anda atau berdiam diri dan membiarkan sahabat Anda menemukan sendiri permasalahan dalam hubungan percintaannya. Namun, tentunya, dua pilihan tersebut memiliki beberapa konsekuensi berbeda yang pastinya akan mempengaruhi hubungan persahabatan Anda. Tema inilah yang coba dibawakan oleh sutradara Ron Howard dalam film komedinya yang bebas dari berbagai adegan yang memancing tawa, datar, dengan karakter utama yang mengesalkan dan jalan cerita yang berjalan hampir selama dua jam, The Dilemma.

(more…)

Karir sutradara asal Skotlandia, Kevin Macdonald, sama sekali jauh dari kata mengecewakan. Memulai karirnya sebagai seorang sutradara film dokumenter pada tahun 1995, ia kemudian berhasil memperoleh sebuah Academy Awards untuk film dokumenternya, One Day in September (1999), yang berkisah mengenai pembunuhan atlit Israel di Olimpiade Munich pada tahun 1972. Setelah beberapa film dokumenter setelahnya, Macdonald melakukan debut penyutradaraan pada film layar lebar dengan mengarahkan The Last King of Scotland (2006), yang berhasil memenangkan sebuah Academy Awards untuk aktor Forest Whitaker, yang diikuti dengan adaptasi miniseri State of Play (2009) yang kemudian berhasil meraih banyak pujian dari kritikus film dunia.

(more…)