Jika Anda sampai detik ini masih mempertanyakan film Indonesia apa yang dapat dianggap sebagai film terbaik di sepanjang tahun 2011 lalu, kemungkinan besar itu terjadi karena Anda sama sekali tidak memperhatikan penuh dengan rilisan-rilisan film Indonesia di sepanjang tahun 2011. Untuk pertama kalinya, dalam waktu yang sekian lama, semua orang sepertinya menempatkan pilihan film Indonesia terbaik mereka pada sebuah film, Sang Penari. Wajar memang, Sang Penari tidak hanya pantas untuk digelari sebagai film terbaik yang dirilis di sepanjang tahun 2011 namun juga film Indonesia terbaik yang dirilis di Indonesia selama dalam jangka waktu beberapa tahun terakhir. Mari berharap Sang Penari akan mampu berbicara lebih banyak ketika film itu nantinya akan dibawa ke berbagai festival film tingkat internasional. Kalaupun tidak, Sang Penari jelas telah ditakdirkan untuk menjadi sebuah film klasik di catatan sejarah panjang perfilman Indonesia.
Posts Tagged ‘Catatan Harian Si Boy’
A Year in Review: Best Indonesian Movies of 2011
Posted: January 8, 2012 in Movies, Personal, Review, Top 10Tags: Asian Cinema, Batas, Catatan Harian Si Boy, Garuda Di Dadaku 2, Indonesian Cinema, Kentut, Khalifah, Laut Bercermin, Movies, Personal, Review, Rindu Purnama, Sang Penari, Tanda Tanya, Tendangan Dari Langit, The Mirror Never Lies, Top 10
Review: Catatan Harian Si Boy (2011)
Posted: July 2, 2011 in Movies, ReviewTags: Abimana Arya, Albert halim, Ario Bayu, Asian Cinema, Btari Karlinda, Carissa Puteri, Catatan Harian Si Boy, Cut Tari, Didi Petet, Indonesian Cinema, Joko Anwar, Leroy Osmani, Movies, Nazyra C. Noer, Onky Alexander, Paul Foster, Poppy Sovia, Putrama Tuta, Review, Richard Kevin, Roy Marten, Tara Basro, Verdi Solaeman
Karakter Boy – sosok pria yang tampan, kaya, cerdas namun tetap rendah hati dan taat beribadah (baca: sempurna) – dari lima seri film Catatan Si Boy (1987 – 1991) tampil sangat melekat pada generasi pecinta film nasional di era tersebut. Begitu melekatnya karakter Boy, karakter tersebut bahkan mengambil sebuah bagian penting dalam pop culture Indonesia hingga saat ini. Maka adalah sangat wajar bila saat produser sekaligus sutradara debutan, Putrama Tuta, mengungkapkan bahwa dirinya merasa tertarik untuk kembali membawa salah satu ikon pop nasional tersebut kembali ke layar lebar bagi sebuah generasi yang telah jauh berbeda akan menimbulkan rasa penasaran yang cukup besar di benak banyak orang.













