Posts Tagged ‘Cameron Diaz’

Dianggap sebagai sebuah kitab suci bagi para wanita hamil di Amerika Serikat – dimana diperkirakan 93% wanita hamil di negara tersebut menjadikan buku ini sebagai bacaan wajibnya, What to Expect When You’re Expecting adalah sebuah buku yang berformat deretan pertanyaan dan jawaban mengenai kehamilan yang ditulis oleh Heidi Murkoff dan Sharon Mazel serta diterbitkan pertama kali pada tahun 1984. Walau sama sekali tidak mengandung garis cerita di dalamnya, Hollywood mengambil inspirasi mengenai berbagai peristiwa dan proses yang terjadi dalam kehamilan dari buku tersebut dan menjadikannya sebuah naskah film drama komedi romantis dengan bantuan duo penulis naskah, Shauna Cross (Whip It, 2009) dan Heather Hach (Freaky Friday, 2003).

(more…)

Walau daftar filmografinya akhir-akhir ini diisi dengan judul-judul film semacam What Happens in Vegas (2008) dan The Green Hornet (2011), dunia telah mengenal Cameron Diaz sebagai seorang aktris yang mampu menghantarkan kemampuan komedinya dengan baik jika ia diberikan sebuah peran yang tepat. Dan Bad Teacher, yang menjadi film pertama Jake Kasdan setelah mengarahkan Walk Hard: The Dewey Cox Story di tahun 2007, adalah film yang cukup tepat bagi Diaz untuk mengeksplorasi bakat komedinya tersebut dengan berperan sebagai seorang guru yang jauh dari kata panutan dalam tindakan kesehariannya. Kemampuan Diz untuk menampilkan karakternya sebagai seorang karakter yang vulgar, membuat film yang sebenarnya memiliki premis tajam namun dieksekusi terlalu datar ini menjadi masih berhasil untuk tampil menghibur penontonnya.

(more…)

Dengan adanya nama Michel Gondry yang terbiasa untuk mengarahkan film-film bercita rasa tinggi seperti Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004) dan Be Kind Rewind (2008) duduk di kursi sutradara serta kolaborasi Seth Rogen dan Evan Goldberg yang telah menghasilkan naskah-naskah komedi berkualitas seperti Superbad (2007) dan Funny People (2009) bertanggung jawab untuk divisi penulisan naskah, sepertinya wajar saja jika The Green Hornet akan memberikan sebuah harapan besar bagi adaptasi seri radio ini untuk menjadi film bertema superhero yang berbeda, lucu sekaligus dengan kualitas yang berada di atas film-film bertema sama lainnya. Sayangnya, film ini justru melakukan sebuah kesalahan yang justru menjadi langkah yang membuat film ini terlihat sama sekali tidak menarik: menempatkan Seth Rogen sebagai tokoh utama superhero itu sendiri.

(more…)

Sebagai seorang sutradara, James Mangold mungkin adalah salah satu sutradara yang paling eksperimental di Hollywood. Semenjak memulai karirnya dengan menyutradarai Heavy (1995), Mangold kemudian telah menjelajah untuk menyutradarai berbagai film dengan genre yang berbeda-beda. Mulai dari Girl, Interrupted (1999) yang berbau drama, Kate and Leopold (2001) yang berada di jalur komedi romantis, film thriller Identity (2003), film musikal Walk the Line (2005) hingga film western 3:10 to Yuma (2007).

(more…)

Semenjak petualangannya dimulai sembilan tahun lalu, para penggemar animasi telah melihat Shrek tumbuh menjadi seorang yang berbeda. Pada awalnya sebagai seorang monster yang menakutkan semua orang, Shrek kemudian berubah menjadi seorang monster yang telah menjadi favorit semua orang setelah ia menyelamatkan Puteri Fiona. Namun, tetap saja, di dalam diri Shrek sebenarnya, ia merindukan kebebasan dan keliaran dari seorang monster sejati seperti yang pernah ia dapat dulu sebelum bertemu Fiona.

(more…)

Richard Kelly mungkin adalah sebuah “kasus” khusus yang terjadi di Hollywood. Memulai debut penyutradaraan layar lebarnya lewat Donnie Darko, yang dirilis pada 2001, film tersebut diterima oleh kritikus sebagai sebuah debut yang memuaskan. Walau begitu, tetap saja film tersebut gagal mendapatkan perhatian publik, yang diperkirakan karena susahnya tema film yang ingin disampaikan oleh Kelly. Walau begitu, anehnya, secara perlahan, beberapa tahun kemudian, Donnie Darko mulai memperoleh banyak penggemar setia, dan digolongkan sebagai sebuah film cult. (more…)