Posts Tagged ‘Cam Gigandet’

Sebuah film yang dibintangi oleh Nicolas Cage dan Nicole Kidman serta diarahkan oleh Joel Schumacher. Percaya atau tidak, hal ini sepertinya memang akan terjadi di satu titik pada perjalanan karir ketiga nama tersebut. Sama-sama pernah memenangkan sebuah Academy Awards dan memiliki sebuah karir akting yang telah cukup teruji, Cage dan Kidman juga seringkali tidak mampu menolak tawaran untuk bermain dalam film-film yang diragukan kualitasnya. Hal tersebut berjalan linear dengan karir penyutradaraan yang dimiliki oleh Joel Schumacher. Walau bukanlah seorang sutradara spesialis film-film yang meraih penghargaan film, Schumacher pernah berada pada posisi sebagai seorang sutradara yang mampu menghasilkan film-film ringan, komersil namun berbobot. Hal tersebut, sayangnya, telah lama berlalu. Tiga film terakhir Schumacher, The Number 23 (2007), Blood Creek (2009) dan Twelve (2010), berakhir pahit dengan menjadi sasaran kritikan tajam para kritikus film sekaligus ditinggalkan para penontonnya.

(more…)

Well… mungkin Paul Bettany adalah seorang sosok yang relijius. Atau setidaknya merupakan seseorang yang menyukai sesuatu hal yang berbau keagamaan. Setelah berperan menjadi seorang biksu (The Da Vinci Code, 2006) dan kemudian berperan menjadi seorang malaikat (Legion, 2010), kini Bettany memutuskan adalah waktu yang tepat baginya untuk memerankan seorang pendeta. Tentu saja, dalam Priest — film yang menandai kali kedua Bettany berada di bawah arahan sutradara Scott Stewart setelah Legion – Anda tidak akan menyaksikan Bettany berperan sebagai seorang karakter relijius yang  hidup dalam keseharian kehidupan agamanya. Bettany berperan sebagai seorang pendeta yang melawan perintah gereja untuk kemudian melawan para gerombolan vampir yang siap untuk memangsa manusia. Menarik!

(more…)

Lebih dari satu dekade lalu, Wes Craven berhasil membangkitkan kembali tren film-film slasher remaja di Hollywood dengan merilis Scream (1996). Craven sebenarnya hanya melakukan reproduksi berbagai formula horor remaja yang sebenarnya telah lama ada, namun secara cerdas tetap memberikan beberapa perubahan dan sentuhan modern, termasuk dengan menggunakan beberapa aktor dan aktris dari beberapa serial televisi ternama, yang terbukti berhasil untuk menarik minat banyak penonton. Tahun ini, sutradara peraih nominasi Academy Awards asal Denmark, Christian E. Christiansen, mencoba menggunakan formula horor remaja tersebut dalam film yang menjadi debut penyutradaraannya di Hollywood, The Roommate. Christiansen boleh saja menggunakan formula tersebut, namun, sayangnya, Christiansen lupa bahwa ketegangan adalah faktor utama yang membuat sebuah thriller begitu menyenangkan untuk disaksikan.

(more…)

This is it, Emma Stone! This is the exact moment that you’ve been waiting for! The real road to stardom! Ya… Emma Stone jelas bukan seorang aktris baru yang ditemukan sutradara Will Gluck untuk membintangi film yang menjadi karya keduanya, Easy A. Sebelumnya, Stone telah menunjukkan bakat yang menunjukkan bahwa ia adalah seorang aktris dengan bakat komedi yang sangat menyegarkan di Superbad (2007), The House Bunny (2008) dan Zombieland (2009), namun dengan porsi peran yang tidak begitu besar. Namun lewat Easy A, sebuah film drama komedi remaja yang memiliki kualitas cerita yang jauh berada di atas film-film sepantarannya, Emma Stone benar-benar diberikan kesempatan untuk bersinar terang. Dan ia melakukannya dengan baik. Dengan sangat baik!

(more…)

Burlesque merupakan debut penyutradaraan layar lebar bagi Steven Antin, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai seorang aktor dan sutradara dari beberapa video musik. Selain menjadi seorang sutradara, Antin juga menulis naskah film ini bersama Diablo Cody (Juno, 2008), sebelum akhirnya naskah tersebut mendapatkan revisi dan diedit kembali oleh Susannah Grant (Erin Brockovich, 2000). Sayangnya, meskipun telah ditangani oleh dua penulis naskah kaliber Academy Awards, naskah cerita Burlesque masih menyerupai naskah cerita yang ditulis oleh seorang amatiran: berisi jalan cerita dan karakterisasi yang dangkal serta deretan dialog yang kadang terdengar sangat konyol.

(more…)

Sejujurnya, adalah sangat mengenaskan untuk melihat dua aktor pemenang Academy Awards, Adrien Brody dan Forest Whitaker, beradu akting untuk pertama kalinya lewat film yang ternyata berakhir sebagai sebuah film yang berjalan sedatar The Experiment ini. Disutradarai oleh Paul Scheuring – seorang sutradara yang seharusnya mampu mengolah cerita yang berlatarbelakang kehidupan di balik penjara dengan pengalamannya bekerja di balik kesuksesan serial televisi, Prison BreakThe Experiment sebenarnya memiliki premis yang cukup menggoda, namun ternyata gagal dalam eksekusinya.

(more…)