Posts Tagged ‘Caleb Landry Jones’

Byzantium-header

Di tahun 1994, sutradara asal Irlandia, Neil Jordan, berkesempatan untuk mengarahkan film Interview with the Vampire: The Vampire Chronicles yang diadaptasi dari novel legendaris berjudul sama karya novelis Anne Rice. Film yang bercerita mengenai kehidupan para vampir dan dibintangi oleh nama-nama besar seperti Tom Cruise, Brad Pitt, Antonio Banderas serta Kirsten Dunst tersebut cukup berhasil mendapatkan pujian dari para kritikus film dunia sekaligus mampu meraih kesuksesan komersial sebesar lebih dari US$223 juta dari bujet produksi yang hanya mencapai US$60 juta. Hampir 20 tahun kemudian, Jordan kembali lagi dengan sebuah film yang juga bercerita mengenai kehidupan para vampir, Byzantium. Dibintangi duo Gemma Arterton dan Saoirse Ronan, Byzantium sendiri memiliki struktur penceritaan yang jauh lebih kompleks dan kelam jika dibandingkan dengan Interview with the Vampire: The Vampire Chronicles. Meskipun begitu, pengarahan Jordan kepada cerita, tata produksi dan penampilan para jajaran pemerannya yang kuat akan mampu membuat film ini tampil begitu memikat bagi para penontonnya.

(more…)

Merupakan remake dari film asal Islandia yang berjudul Reykjavík-Rotterdam (2008), yang dibintangi oleh Baltasar Kormákur dan di versi film Amerika Serikat kini duduk sebagai sutradara, Contraband dibintangi oleh Mark Wahlberg yang berperan sebagai Chris Farraday, mantan penyelundup narkoba yang setelah membangun keluarga bersama istri, Kate (Kate Beckinsale), dan kedua anaknya, kini menjalani kehidupan sebagai seorang pria normal dengan sebuah pekerjaan tetap dalam kesehariannya. Pun begitu, masa lalu kemudian kembali untuk menghantui Chris ketika adik iparnya, Andy (Caleb Landry Jones), ternyata secara diam-diam juga bekerja sebagai seorang penyelundup narkoba bagi seorang mafia kejam bernama Tim Briggs (Giovanni Ribisi). Dan ketika Andy melakukan sebuah kesalaha dalam pekerjaannya, mau tak mau Chris harus turun tangan dan kembali ke dunia hitam yang telah lama ia tinggalkan.

(more…)

Setelah seri ketiga dari franchise X-Men, X-Men: The Last Stand (2006), yang diarahkan oleh Brett Ratner mendapatkan banyak kritikan tajam dari para kritikus film dunia – hal yang kemudian dialami juga oleh spin-off prekuel dari franchise tersebut, X-Men Origins: Wolverine (2009) arahan Gavin Hood – Marvel Studios dan 20th Century Fox sebagai pihak produser kemudian memutuskan untuk memberikan sebuah prekuel penuh bagi franchise X-Men yang kini telah berusia sebelas tahun itu. Dalam X-Men: First Class, penonton dibawa jauh kembali menuju masa – masa ketika Professor X masih belum mengalami kebotakan dan lebih dikenal dengan nama Dr Charles Xavier, Magneto – juga masih lebih dikenal dengan nama Erik Lensherr – belum menemukan dan menggunakan topi baja anehnya serta keduanya masih menjalami masa-masa indah persahabatan mereka.

(more…)

Terlihat sebagai sebuah perpaduan The Exorcist (1973) dengan The Blair Witch Project (1999), The Last Exorcism adalah sebuah film yang menggunakan teknik mockumentary dalam penyampaian ceritanya yang menyinggung mengenai proses pengusiran setan yang dilakukan oleh seorang pendeta terhadap seorang gadis. Disutradarai oleh sutradara film indie asal Jerman, Daniel Stamm, walaupun kualitasnya sama sekali belum mampu mendekati The Exorcist maupun The Blair Witch Project, namun The Last Exorcism adalah sebuah tayangan horror yang cukup mampu untuk memberikan ketegangan pada siapapun yang menontonnya.

(more…)