Apa yang akan Anda lakukan jika Anda didiagnosa menderita sebuah penyakit yang dapat kapan saja mengakhiri perjalanan hidup Anda di dunia? Atau… apa yang akan Anda lakukan jika orang yang Anda sayangi ternyata harus menghadapi tantangan kehidupan tersebut? Tidak seperti film-film lain yang bertema sama dan biasanya ditulis dengan nada penceritaan dramatis yang mendayu-dayu, 50/50, yang ditulis oleh penulis naskah Will Reiser serta menjadi film ketiga yang diarahkan oleh Jonathan Levine setelah All the Boys Love Mandy Lane (2006) dan The Wackness (2008), justru berusaha menghadirkan jalan cerita yang cenderung kelam tersebut dengan nada drama komedi yang kental. Secara mengagumkan, Levine mampu mengolah naskah cerita tulisan Reiser menjadi sebuah presentasi dengan nilai komedi cerdas yang sangat menghibur, namun tetap sangat menyentuh ketika menghadirkan momen-momen dramatisnya.
Posts Tagged ‘Bryce Dallas Howard’
Review: 50/50 (2011)
Posted: November 14, 2012 in Movies, ReviewTags: 50/50, Andrew Airlie, Anjelica Huston, Anna Kendrick, Bryce Dallas Howard, Daniel Bacon, Donna Yamamoto, Jessica Parker Kennedy, Jonathan Levine, Joseph Gordon-Levitt, Laura Bertram, Matt Frewer, Matty Finochio, Movies, P. Lynn Johnson, Peter Kelamis, Philip Baker Hall, Review, Sarah Smyth, Serge Houde, Seth Rogen, Sugar Lyn Beard, Yee Jee Tso
Review: The Help (2011)
Posted: December 27, 2011 in Movies, ReviewTags: Ahna O'Reilly, Allison Janney, Anna Camp, Brian Kerwin, Bryce Dallas Howard, Chris Lowell, Cicely Tyson, Dana Ivey, David Oyelowo, Emma Stone, Jessica Chastain, Leslie Jordan, Lila Rogers, Mary Steenburgen, Mike Vogel, Movies, Nelsan Ellis, Octavia Spencer, Review, Sissy Spacek, Tate Taylor, The Help, Viola Davis
Berdasarkan sebuah novel karya Kathryn Stockett yang berjudul sama dan berlatar belakang waktu pada tahun 1960-an, The Help mengisahkan mengenai Eugenia “Skeeter” Phelan (Emma Stone), seorang gadis berkulit putih yang baru saja menyelesaikan masa kuliahnya dan kemudian kembali ke kampung halamannya di Jackson, Mississippi, Amerika Serikat untuk mengejar karir sebagai seorang penulis profesional. Langkah tersebut ia mulai dengan menerima pekerjaan sebagai seorang penulis kolom mengenai kebersihan rumah tangga di sebuah harian lokal. Tuntutan pekerjaannya tersebut yang kemudian mengenalkannya pada Aibileen Clark (Viola Davis), seorang wanita paruh baya berkulit hitam yang bekerja sebagai seorang pembantu rumah tangga di kediaman salah seorang teman lama Skeeter, Elizabeth Leefolt (Ahna O’Reilly). Dari perkenalannya dengan Aibileen-lah, mata Skeeter mulai terbuka mengenai bagaimana perlakuan sebagian kaum kulit putih terhadap para warga kulita hitam yang dianggap sebagai warga kelas dua.
Review: Hereafter (2010)
Posted: January 15, 2011 in Movies, ReviewTags: Bryce Dallas Howard, Cécile de France, Clint Eastwood, Frankie McLaren, George Costigan, George McLaren, Hereafter, Jay Mohr, Jean-Yves Berteloot, Lyndsey Marshal, Marthe Keller, Matt Damon, Movies, Niamh Cusack, Review, Thierry Neuvic
Selain memiliki karir yang cemerlang sebagai seorang aktor, Clint Eastwood juga memiliki karir yang tak kalah gemilangnya ketika ia bertindak sebagai seorang sutradaranya. Bahkan, begitu gemilangnya karir penyutradaraan Eastwood, Academy Awards pertama yang berhasil ia menangkan justru berasal dari kategori Best Director untuk filmnya, Unforgiven (1992). Di film terbarunya, Hereafter, Eastwood sepertinya berusaha melakukan eksplorasi mengenai sebuah tema yang lebih spiritual jika dibandingkan dengan film-film yang ia sutradarai sebelumnya. Dengan naskah yang ditulis oleh Peter Morgan (State of Play, 2009), sayangnya, tema tersebut bukan sebuah tema yang mampu tergali dengan dalam oleh Eastwood.
Review: The Twilight Saga: Eclipse (2010)
Posted: July 1, 2010 in Movies, ReviewTags: Anna Kendrick, Ashley Greene, Billy Burke, Bryce Dallas Howard, Catalina Sandino Moreno, Dakota Fanning, David Slade, Elizabeth Reaser, Jack Huston, Jackson Rathbone, Jodelle Ferland, Julia Jones, Kellan Lutz, Kristen Stewart, Michael Welch, Movies, Nikki Reed, Peter Facinelli, Review, Robert Pattinson, Taylor Lautner, The Twilight Saga: Eclipse, Xavier Samuel
Well… Anda harus mengakui bahwa di tangan seorang David Slade (Hard Candy, 30 Days of Night) rilisan ketiga dari seri The Twilight Saga ini memang berhasil melampaui kualitas dua seri pendahulunya. The Twilight Saga: Eclipse memang masih saja berputar di sekitar kisah cinta segitiga antara Bella Swan, Edward Cullen dan Jacob Black. Namun dengan sentuhan Slade, seri ini mampu terasa lebih hidup dengan menambahkan beberapa adegan keras, bertema seksual serta kisah yang berasal dari sudut pandang beberapa karakter lain.















