Posts Tagged ‘Bruce Greenwood’

Endless Love ( Bluegrass Films/Fake Empire/Relativity Media, 2014)

Endless Love (Bluegrass Films/Fake Empire/Relativity Media, 2014)

Diadaptasi dari novel karya Scott Spencer, film drama romansa, Endless Love (1981), arahan Franco Zeffirelli popular karena dua hal: menjadi film pertama yang dibintangi Tom Cruise serta lagu tema berjudul sama yang dinyanyikan oleh duet Diana Ross dan Lionel Richie yang kemudian berhasil meraih nominasi Academy Awards di kategori Best Original Song sekaligus menjadi salah satu lagu tersukses di sepanjang karir kedua penyanyinya. The movie itself? Not so much. Meskipun mampu meraup keuntungan komersial dalam skala menengah, Endless Love mendapatkan banyak kritikan tajam akibat plot ceritanya yang cenderung berjalan monoton serta deretan karakter yang hadir dengan penggalian yang cukup dangkal. Sebuah drama romansa medioker yang mudah terlupakan begitu saja. Lalu perubahan apa yang dapat ditawarkan oleh Endless Love versi modern yang diarahkan oleh Shana Feste (Country Strong, 2010) ini?

(more…)

star-trek-into-darkness-header

Di tahun 2009, dimana Hollywood dikuasai oleh film-film science fiction orisinal seperti Avatar serta District 9, J. J. Abrams mampu mencuri banyak perhatian penikmat film dunia ketika dirinya kembali menghadirkan sebuah franchise legendaris bernama Star Trek dengan sentuhan yang baru. Meski awalnya banyak mendapatkan keraguan, khususnya dari para penggemar setia franchise tersebut – yang biasa menyebut diri mereka sebagai Trekkies, dengan bermodalkan naskah cerita arahan Roberto Orci dan Alex Kurtzman yang sangat cerdas, Abrams mampu menghadirkan sebuah presentasi kisah Star Trek yang cukup segar dan modern untuk dapat meraih banyak penggemar baru namun tetap terasa sangat familiar untuk dapat memuaskan para penggemar lamanya. Kesuksesan tersebut jelas telah membuka pintu kesempatan yang sangat lebar bagi Abrams untuk dapat menjelajah lebih jauh dalam menangani seri lanjutan franchise film yang telah dimulai semenjak tahun 1979 tersebut.

(more…)

flight-header

Setelah beberapa saat terjebak di dunia animasi, Robert Zemeckis kembali mengarahkan sebuah film live action – yang, by the way, menjadi film live action pertamanya semenjak kesuksesan Cast Away di tahun 2000 yang lalu. Dengan naskah yang ditulis oleh John Gatins (Real Steel, 2011), Flight mencoba mengisahkan mengenai bagaimana kelamnya kehidupan seorang alkoholik. Terdengar familiar? Well… sayangnya, pendekatan yang dilakukan oleh Zemeckis dalam menceritakan kisah tersebut juga akan membuat banyak orang merasa bahwa tidak ada sesuatu yang istimewa dalam garis penceritaan film ini. Terkecuali, tentu saja, penampilan Denzel Washington yang mampu menghidupkan karakternya dengan begitu meyakinkan.

(more…)

Mereka yang menyukai film-film karya Steven Spielberg seperti Close Encounters of the Third Kind (1977) atau E.T.: The Extra-Terrestrial (1982), sepertinya akan dengan mudah menemukan diri mereka terbuai dan jatuh cinta dengan Super 8, sebuah film yang menjadi kelanjutan karir J. J. Abrams sebagai seorang sutradara film layar lebar setelah kesuksesannya dalam menggarap ulang Star Trek di tahun 2009 lalu. Tidak mengherankan, sebenarnya. Untuk film ini, Abrams untuk pertama kalinya bekerjasama dengan Spielberg – yang semenjak lama telah dianggap Abrams sebagai salah satu tokoh yang paling ia idolakan dan berpengaruh dalam karir filmnya – dan karenanya, mungkin adalah tepat untuk melihat Super 8 sebagai sebuah penghormatan terhadap film-film science fiction karya Spielberg yang selalu dapat tampil menarik, hangat dan selalu dengan mudah menemukan tempat di hati para penontonnya.

(more…)

Sebagai seorang aktor, nama Paul Giamatti mungkin belum mampu memperoleh kepopuleran yang setara dengan nama-nama aktor seperti Sean Penn, Johnny Depp ataupun Ben Affleck. Mungkin dikarenakan Giamatti memiliki wajah yang tidak setampan nama-nama tersebut. Namun, setelah mendapatkan peran pendukung dalam film-film seperti The Truman Show (1998), Saving Private Ryan (1998) serta The Negotiator (1998), Giamatti secara perlahan menjelma menjadi salah satu aktor dengan kemampuan akting yang paling dapat diandalkan di Hollywood, khususnya setelah performa yang ia tampilkan di American Splendor (2003) dan Sideways (2004). Giamatti bahkan dinominasikan untuk meraih 45 penghargaan dalam peran yang ia ambil selama tahun 2001-2008 dengan diantaranya memenangkan Emmy dan Golden Globe untuk perannya di film televisi, John Adams (2008).

(more…)