Perbincangan mengenai dunia politik sepertinya tidak akan dapat dijauhkan dari setiap film yang diarahkan oleh Robert Redford. Setelah sebelumnya merilis Lion for Lambs (2007) dan The Conspirator (2010), kini Redford menghadirkan The Company You Keep, sebuah thriller politik dengan naskah cerita yang diadaptasi oleh Lem Dobbs (Haywire, 2011) dari novel berjudul sama karya Neil Gordon. Menyinggung masalah politik, terorisme hingga perkembangan dunia jurnalisme modern, The Company You Keep jelas memiliki momen-momen dimana film ini mampu tampil sangat meyakinkan dalam ceritanya, khususnya berkat dukungan jajaran pengisi departemen akting yang mampu menghidupkan setiap karakter dengan baik. Namun sayangnya, seperti yang juga dapat dirasakan pada dua film Redford sebelumnya, The Company You Keep secara perlahan kehilangan intensitas penceritaannya justru di saat-saat film ini membutuhkan kapasitas penceritaan yang lebih kuat – hal yang membuat The Company You Keep kemudian berakhir dengan datar dan terkesan begitu… pointless.
Posts Tagged ‘Brendan Gleeson’
Review: The Company You Keep (2012)
Posted: April 21, 2013 in Movies, ReviewTags: Anna Kendrick, Brendan Gleeson, Brit Marling, Chris Cooper, Jackie Evancho, Julie Christie, Keegan Connor Tracy, Movies, Nick Nolte, Review, Richard Jenkins, Robert Redford, Sam Elliott, Shia LaBeouf, Stanley Tucci, Stephen Root, Susan Sarandon, Terrence Howard, The Company You Keep
Review: The Raven (2012)
Posted: October 15, 2012 in Movies, ReviewTags: Alice Eve, Brendan Gleeson, James McTeigue, John Cusack, John Warnaby, Kevin McNally, Luke Evans, Movies, Oliver Jackson-Cohen, Pam Ferris, Review, Sam Hazeldine, The Raven
Setelah V for Vendetta (2006) dan Ninja Assasin (2009), The Raven menandai kali pertama sutradara James McTeigue bekerja jauh dari pengawasan duo Lana dan Andy Wachowski – yang kini lebih dikenal sebagai Wachowski Starship. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Ben Livingston dan Hanna Shakespeare, McTeigue mencoba untuk menggarap sebuah thriller fiksi yang didasarkan pada hari-hari terakhir kehidupan salah satu penulis dan pujangga terbesar Amerika Serikat, Edgar Allan Poe. Diatas kertas, ide mengenai seorang pembunuh berantai yang menggunakan deretan karya sastra sebagai inspirasinya untuk melakukan tindakan pembunuhan memang terdengar sangat menarik. Sayangnya, naskah yang medioker dan pengarahan McTeigue yang lemah menjadikan The Raven kehilangan begitu banyak momen emas yang sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan ritme penceritaan yang menegangkan.
Review: Safe House (2012)
Posted: March 4, 2012 in Movies, ReviewTags: Brendan Gleeson, Daniel Espinosa, Denzel Washington, Fares Fares, Jake McLaughlin, Joel Kinnaman, Liam Cunningham, Movies, Nicole Sherwin, Nora Arnezeder, Review, Robert Hobbs, Robert Patrick, Rubén Blades, Ryan Reynolds, Safe House, Sam Shepard, Sebastian Roché, Vera Farmiga
Kesuksesan yang diraih film action thriller Snabba Cash (2010) – yang versi remake-nya kini sedang dipersiapkan oleh Hollywood dengan Zac Efron sebagai bintang utamanya – memberikan kesempatan bagi sutradara asal Swedia, Daniel Espinosa, untuk melebarkan sayapnya ke industri film Amerika Serikat. Nama Espinosa kemudian menjadi komoditas hangat bagi banyak produser Hollywood untuk dipertimbangkan sebagai sutradara bagi beberapa film blockbuster yang akan mereka produksi. Sempat menjadi kandidat kuat untuk menyutradarai X-Men: First Class (2011), Espinosa akhirnya membuat debut penyutradaraan film Hollywood-nya melalui Safe House, sebuah film action thriller yang dibintangi oleh Denzel Washington dan Ryan Reynolds. Sayang, Safe House sepertinya tidak akan menambah besar kredibilitas kemampuan pengarahan yang akan diperoleh Espinosa. Terlepas dari ritme cerita yang cepat dan tawaran ketegangan yang mampu dihadirkan di sepanjang jalan cerita, Safe House terlihat seperti sebuah film medioker dengan jalinan kisah yang klise dan sangat mudah untuk ditebak.
Review: Albert Nobbs (2011)
Posted: January 30, 2012 in Movies, ReviewTags: Aaron Johnson, Albert Nobbs, Brenda Fricker, Brendan Gleeson, Bronagh Gallagher, Glenn Close, Janet McTeer, Jonathan Rhys Meyers, Kenneth Collard, Maria Doyle Kennedy, Mark Williams, Mia Wasikowska, Michael McElhatton, Movies, Pauline Collins, Review, Rodrigo Garcia, Serena Brabazon
Albert Nobbs bukanlah sebuah naskah cerita yang asing. Setidaknya, naskah cerita Albert Nobbs telah begitu familiar terhadap Glenn Close yang pertama kali memerankan karakter tersebut di sebuah pertunjukan teater pada tahun 1982 dan kemudian menghabiskan masa waktu selama lima belas tahun untuk mencoba membawa kisah tersebut menjadi sebuah film cerita layar lebar. Close sendiri sempat hampir berhasil mewujudkan impiannya tersebut di awal tahun 2000-an dengan sutradara asal Hungaria, István Szabó, duduk di kursi sutradara. Sayangnya, rencana tersebut buyar setelah proses pendanaan mengalami hambatan yang kemudian memaksa Szabó untuk mundur dari proyek tersebut. Barulah pada akhir 2010, dengan Rodrigo García (Mother and Child, 2010) duduk di kursi sutradara, proses pembuatan versi layar lebar dari Albert Nobbs mulai menemukan titik cerah.
The 69th Annual Golden Globe Awards Nominations List
Posted: December 15, 2011 in Awards, Golden Globes, MoviesTags: 50/50, A Dangerous Method, A Separation, Albert Brooks, Albert Nobbs, Alexander Payne, Arthur Christmas, Awards, Beginners, Berenice Bejo, Brad Pitt, Brendan Gleeson, Bridesmaids, Carnage, Cars 2, Charlize Theron, Christopher Plummer, Crazy Stupid Love, Drive, George Clooney, Glenn Close, Gnomeo & Juliet, Golden Globe, Hugo, In the Land of Blood and Honey, J. Edgar, Janet McTeer, Jean Dujardin, Jessica Chastain, Jodie Foster, Jonah Hill, Joseph Gordon-Levitt, Kate Winslet, Kenneth Brannagh, Kristen Wiig, Leonardo DiCaprio, Machine Gun Preacher, Martin Scorsese, Meryl Streep, Michael Fassbender, Michel Hazanavicius, Michelle Williams, Midnight in Paris, Moneyball, Movies, My Week with Marilyn, Octavia Spencer, Owen Wilson, Puss in Boots, Rango, Rooney Mara, Ryan Gosling, Shailene Woodley, Shame, The Adventures of Tintin, The Artist, The Descendants, The Flowers of War, The Girl with the Dragon Tattoo, The Guard, The Help, The Ides of March, The Iron Lady, The Kid with a Bike, The Skin I Live In, Tilda Swinton, Viggo Mortensen, Viola Davis, W.E., War Horse, We Need to Talk About Kevin, Woody Allen, Young Adult
Perebutan menuju gelar film terbaik untuk tahun 2011 semakin diperhangat dengan diumumkannya nominasi The 69th Annual Golden Globe Awards, malam ini. Untuk tahun ini, The Artist memimpin daftar perolehan nominasi setelah film asal Perancis tersebut berhasil meraih 6 nominasi termasuk nominasi di kategori Best Motion Picture – Comedy or Musical. Raihan The Artist tersebut diikuti oleh The Descendants yang memperoleh 5 nominasi serta The Ides of March, Midnight in Paris, The Help dan Moneyball yang sama-sama meraih 4 nominasi. Sementara itu, film karya Martin Scorsese, Hugo, berhasil meraih 3 nominasi termasuk untuk Best Motion Picture – Drama dan Best Director.
Review: Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1 (2010)
Posted: November 20, 2010 in Movies, ReviewTags: Alan Rickman, Bill Nighy, Bonnie Wright, Brendan Gleeson, Clémence Poésy, Daniel Radcliffe, David O’Hara, David Thewlis, David Yates, Emma Watson, Evanna Lynch, Fiona Shaw, Frances de la Tour, Harry Potter and the Deathly Hallows - Part 1, Hazel Douglas, Helen McCrory, Helena Bonham Carter, Imelda Staunton, James Phelps, Jamie Campbell Bower, Jason Isaacs, John Hurt, Julie Walters, Mark Williams, Matthew Lewis, Michael Gambon, Miranda Richardson, Movies, Natalia Tena, Oliver Phelps, Ralph Fiennes, Review, Rhys Ifans, Richard Griffiths, Robbie Coltrane, Rupert Grint, Simon McBurney, Timothy Spall, Toby Jones, Tom Felton, Warwick Davis
Sejujurnya, ide untuk membagi bagian akhir dari adaptasi dari kisah petualangan Harry Potter, Harry Potter and the Deathly Hallows, menjadi dua bagian adalah murni alasan komersial belaka daripada untuk menangkap seluruh esensi cerita dari novelnya. Hal ini, sayangnya, sangat terbukti dengan apa yang diberikan oleh sutradara David Yates lewat Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 1. Filmnya sendiri berjalan cukup baik, namun dengan durasi sepanjang 146 menit, Yates terlalu banyak mengisi bagian pertama kisah ini dengan berbagai detil yang sebenarnya tidak diperlukan di dalam cerita, yang membuat …The Deathly Hallows – Part 1 terasa sebagai sebuah film dengan kisah yang sebenarnya singkat namun diulur sedemikian panjang untuk memenuhi kuota waktu penayangan.
















